Sebagaimana diketahui, produced fluid biasanya terdiri atas air dan minyak (pada beberapa field juga ada komponen lain yang terangkat seperti pasir, lumpur, dsb). Soal pemisahan air dan minyak sih kebanyakan menggunakan settling tank (wash tank, gun barrel, fwko tank) dimana secara gravitasi minyak akan terpisah dari air. Untuk mempercepat pemisahan biasanya juga digunakan chemical seperti demulsifier dan reverse demulsifier/deoiler baik jenis flocculent maupun coagulant. Naah dari proses ini didapat produk utama berupa minyak. Produk sampingnya yang berupa air/produced water inilah yang akan diinjeksikan lagi.

Tanya – Muchlis Nugroho

Yth teman-teman,

Saya mau tanya tentang teknologi pengolahan produced water dari oil untuk kemudian water tersebut digunakan ke injection well.

Mohon informasi mengenai batasan kualitas water yang bisa digunakan untuk injection well.

Juga tentang teknologi yang digunakan untuk mendapatkan water dengan kualitas tersebut. (untuk sistem yang sudah ada di Indonesia)

Jika dengan setling tank, berapa setling time yang diperlukan dan ada berapa bejana yang terlibat. Jika pakai chemical, apa nama chemicalnya dan dossing-nya dimana.

Apakah untuk ini ada yang pakai clarifier? Atau centrifuge? Filter? API separator? Elektroda?

Thanks sebelumnya,

Tanggapan – Ovulandra Wisnu

Saya mau tanya tentang teknologi pengolahan produced water dari oil untuk kemudian water tersebut digunakan ke injection well.

Pengolahan produced water kira-kira singkatnya begini :

Sebagaimana diketahui, produced fluid biasanya terdiri atas air dan minyak (pada beberapa field juga ada komponen lain yang terangkat seperti pasir, lumpur, dsb). Soal pemisahan air dan minyak sih kebanyakan menggunakan settling tank (wash tank, gun barrel, fwko tank) dimana secara gravitasi minyak akan terpisah dari air. Untuk mempercepat pemisahan biasanya juga digunakan chemical seperti demulsifier dan reverse demulsifier/deoiler baik jenis flocculent maupun coagulant. Naah dari proses ini didapat produk utama berupa minyak. Produk sampingnya yang berupa air/produced water inilah yang akan diinjeksikan lagi.

Karena biasanya air ini masih mengandung minyak dalam jumlah yang besar (dinyatakan sebagai oil content/ ….. ppm oil in water) maka treatment dilakukan dengan menurunkan oil content ini. Beberapa cara yang umum dilakukan untuk menurunkan oil content diantaranya :

1. Menggunakan Filter Vessel, dimana produced water dilewatkan pada bed-bed filter media (seperti pecan, walnut, dll)

2. Menggunakan Air/Mechanical Floatation Unit dimana produced water diproses dengan menggunakan air floatation system

3. Menggunakan Reverse Osmosis Filter/Membran Ultrafiltrasi. Untuk yang satu ini karena banyak membran yang tidak tahan minyak, maka diperlukan media khusus tapi gampangnya yaa mirip filtrasi lah

4. Menggunakan skimming tank saja biar settling lebih lama

5. Menggunakan hydrocyclone

Setelah itu tinggal dipompa masuk ke injection well. Glek…glek…glek….

(Kalau untuk injeksi steam, produced water perlu juga di-softening untuk mengurangi kadar Ca2+/Mg2+ agar tidak terbentuk kerak)

Mohon informasi mengenai batasan kualitas water yang bisa digunakan untuk injection well.

Biasanya sih oil content < 1 ppm udah cukup. Untuk kasus dimana scale potensialnya sangat-sangat tinggi, bisa juga dilakukan softening atau bisa juga diinjeksikan scale inhibitor.

Juga tentang teknologi yang digunakan untuk mendapatkan water dengan kualitas tersebut. (untuk sistem yang sudah ada di Indonesia)

Teknologi yang ada diatas adalah sebagian teknologi yang umum digunakan di Indonesia.

Jika dengan setling tank, berapa setling time yang diperlukan dan ada berapa bejana yang terlibat. Jika pakai chemical, apa nama chemicalnya dan dossing-nya dimana.

Settling time disesuaikan dengan jenis minyaknya. Untuk minyak berat BIASANYA settling time lebih lama dibandingkan minyak ringan. Di beberapa tempat settling tank bisa melibatkan beberapa tangki yang disusun seri (Skimming tank, surge tank, balance tank, hot water tank atau apalah namanya) yang pada intinya yaa memperpanjang masa settling. Pada umumnya selain menggunakan tangki, juga dipadukan dengan proses lain seperti filter, hidrocyclone, AFU, dll…

Chemical yang digunakan, kalau pakai AFU umumnya ditambahkan Flocculent. Pada minyak ringan biasanya menggunakan reverse demulsifier sudah cukup. Kombinasi keduanya asalkan kompatibel juga bisa membantu. Dosisnya biasanya ditentukan melalui serangkaian botol test / jar test. Tipe Chemicalnya sendiri spesifik untuk suatu jenis air/minyak tertentu (Cocok di suatu tempat tidak berarti pasti cocok di tempat yang lain).

Apakah untuk ini ada yang pakai clarifier? Atau centrifuge? Filter? API separator? Elektroda?

Saya pernah menemukan pemisahan air/minyak secara batch menggunakan centrifuge tapi tidak untuk keperluan injeksi, sekalipun secara logika mungkin saja dilakukan dengan modifikasi sistem. Filter adalah salah satu yang paling sering dipakai. API separator hanya untuk proses antara, perlu menggunakan cara tambahan selain API separator. Elektroda (Hmm maksudnya menggunakan electrostatic treater/dehydrator ya?) cukup membantu juga di proses awal.

Thanks sebelumnya,

Sama-sama. Kalau ada yang bisa dibantu, jangan sungkan….

Kalau ada yang kurang berkenan mohon maaf dan mohon koreksinya.