Untuk menghitung Jumlah kebutuhan kawat las yang pertama haru kita ketahui adalah : Dimensi dari benda kerja yang akan kita las. Jadi, kalau anda mau mengelas pipa diameter 16′, anda harus cari tahu tebalnya berapa?Kemudian, mungkin untuk nyambung pipa, betul anda harus pakai single V groove dengan 60 derajat. Kemudian anda juga harus tau berapa opening rootnya? Tebal pipa akan mempengaruhi besar opening root, dan diameter kawat yang mau dipakai.Kalau sudah tahu semua, anda bisa hitung Volume dari sambungan dikalikan dengan BJ besisehingga anda dapatkan nilai berat logam las. Kemudian kalau sambungan nya pakai Capping yang agak tinggi, maka cukup anda tambahkan 3% dari total berat logam las yang dibutuhkan. Kalau total logam las yang anda butuhkan sudah dapat, maka anda tinggal cari berapa jumlah kawat las yang anda butuhkan. Untuk menghitung jumlah Kawat Las yang dibutuhkan, anda bisa pakai nilai deposition efiesiensi dari masing-masing type kawat las.Untung SMAW biasanya digunakan antara 55-65%. Jadi jika anda butuh 100 Kg logam las, maka anda harus beli kawat las sekitar : 155 – 180Kg.

Tanya – ardhi purwoko

Saya ardhi, P.

Mohon bantuannya untuk senior2x yang terhormat saya masih hijau dalam dunia migas, khususnya pipeline.

Saya ingin belajar mengenai pengelasan untuk pipeline, dalam pengalaman bapak-bapak, apa yang menjadi penyebab kegagalan dalam pengelasan ( ketika inspeksi visual atau ketika NDT). apakah saya dapat memperoleh data-data penyebabnya, dan apa solusinya.

Yang kedua apakah zero defect dalam pengelasan pipa di atas tanah mungkin terjadi?

faktor apa yang paling berpengaruh, apakah WPS, Welder (keahlian, sertifikat), atau metode kerja yang baik (jika boleh berbagi ilmu apa metode kerja yang terbaik untuk pengelasan pipa gas, bolehkah saya tau?), atau kebersihan permukaan bevel, atau ada hal lain?

terima kasih banyak, ini untuk bahan makalah saya. tentang pengelasan pipa tujuannya adalah zero defect & time efficiency dalam pengelasan pipa.

Tanggapan 1 – DARMAYADI

Hai Ardi,

Pertanyaan kamu sulit sekali menjawabnya, oleh karena itu kamu sebaiknya sering-sering surfing di Internet.
Pake kata kunci welding, atau welding defect, atau welding pipe dll. Pasti semua akan terjawab.

Tanggapan 2 – ardhi purwoko

pak darmayadi, bolehkah saya mengetahui bagaimana menghitung kebutuhan jumlah kawat las, contoh kasus:

saya ingin menyambung dua buah pipa (materialnya adalah API 5L gr B) memiliki diameter 16′ dan proses yang digunakan adalah SMAW dengan bentuk groove single ‘ V ‘. apakah dengan data seperti ini cukup pak? tetapi jika melihat ASME IX seharusnya bentuk penampang hasil pekerjaan las (groove) ada ukurannya, namun apakah tebal pipa membuat ukuran groove berubah?

terimakasih atas bantuannya, mohon maaf contoh kasus yang saya berikan tidak benar.

Tanggapan 3 -DARMAYADI

Pak Adhi,

Untuk menghitung Jumlah kebutuhan kawat las yang pertama haru kita ketahui adalah : Dimensi dari benda kerja yang akan kita las.

Jadi, kalau anda mau mengelas pipa diameter 16′, anda harus cari tahu tebalnya berapa?

Kemudian, mungkin untuk nyambung pipa, betul anda harus pakai single V groove dengan 60 derajat.

Kemudian anda juga harus tau berapa opening rootnya?

Tebal pipa akan mempengaruhi besar opening root, dan diameter kawat yang mau dipakai.
Kalau sudah tahu semua, anda bisa hitung Volume dari sambungan dikalikan dengan BJ besisehingga anda dapatkan nilai berat logam las. Kemudian kalau sambungan nya pakai Capping yang agak tinggi, maka cukup anda tambahkan 3% dari total berat logam las yang dibutuhkan.
Kalau total logam las yang anda butuhkan sudah dapat, maka anda tinggal cari berapa jumlah kawat las yang anda butuhkan.

Untuk menghitung jumlah Kawat Las yang dibutuhkan, anda bisa pakai nilai deposition efiesiensi dari masing-masing type kawat las.Untung SMAW biasanya digunakan antara 55-65%. Jadi jika anda butuh 100 Kg logam las, maka anda harus beli kawat las sekitar : 155 – 180Kg.
Mudah2an bisa dipahami.

Tanggapan 4 – Dody Fajaryanto

Mas Ardhi

Intinya ngitung kebutuhan kawat las adalah :

1. Diameter pipa

2. Thickness pipa

3. Joint design… Single V, Double V, J groove… etc

Coba anda cari bukunya kawat las ESSAB… nah dihalaman paling belakang disitu terdapat tabel… sayange punyaku udah ilang … 🙁 Bisa kok minta buku tsb ke ESSAB pulogadung (mungkin Bapak-bapak lain punya alamat/ kontak personnya?)

Tentu saja joint design berubah seiiring dengan thickness ‘range’, yang menentukan bentuk dari joint design itu designer atau welding engineer agar diperoleh sambungan yg kuat.