Cara untuk memperbaiki jika material yang telah di coating mengalami luka pada coatingnya saja, apabila lukanya parah, terkena dasar bajanya, tentu di built up, artinya di fill weld. Tentunya harus di pahami dasar baja nya apa , dan bahan untuk mem built up pun harus disesuaikan, lalu dibuatkan swp / standard welding procedur nya. Kalau perlu di NDT bila ingin tahu hasil bagus atau tidaknya. Setelah baru di scrape dan di coating kembali.

Tanya – arnold harahap

Saudara2 sekalian, saya ingin bertanya sesuatu tentang masalah coating, sbb

1. bagaimana cara untuk memperbaiki jika material yang telah di coating mengalami luka pada coatingnya saja?

2. lalu jika terdapat luka yang serius akibat kurang diperhatikan pada saat pengiriman sehingga luka tersebut cukup dalam hingga terkena bagian material dasarnya, apakah diperlukan metode khusus?

3. adakah prosedur yang mengatur masalah No.2? jika ada dimana?

Tanggapan 1 – Robby Wahyudi

Bapak Arnot,

Untuk masalah itu, saya pernah mengalami

1. untuk material yang udah dicoating dan ternyata ada luka pada coatingnya…kita bisa detect dengan holiday detector apakah luka tersebut parah atau tidak…

2. tidak diperlukan metode khusus, hanya di painting/wrapping pada bagian yang robek/luka tersebut..

3. untuk prosedur mungkin bisa mengacu pada NACE RP-02-74, AWWA C 203 (kalo ga salah).

Tanggapan 2 – zaen

Pak Arnolt Satya

Kalau luka nya parah, terkena dasar baja nya, tentu di built up, artinya di fill weld.
Tentunya harus di pahami dasar baja nya apa , dan bahan untuk mem built up pun harus disesuaikan, lalu dibuatkan swp / standard welding procedur nya. kalau perlu di ndt bila ingin tahu hasil bagus enggaknya.
Setelah OK barulah di scrape dan di coating kembali.

Tanggapan 3 – Harmanto Soebawi

Salam kenal juga Pak Arnod,

Untuk repaie pipe-line coating,

(1) Jika hanya luka-luka sedikit / tergores, bisa pakai ‘perp melt stick’, berupa stik yang pemakaiannya dipanasin kayak lem.

(2) Untuk luka2 yang terkena besinya bisa diisi juga pake ‘perp melt stick’.
Kemudian untuk menyamakan tebalnya nya dengan pipeline coating (FBE, 3PE, CTE, etc.)

dipakai ‘Filler Mastic’. Kemudian ditutup (kayak tambal ban) dengan ‘repair patch’.

(3) Untuk luka2 lebih besar dari 20 cm mesti dirapping ulang secara local (bisa pakai heat shrink sleeve).

Soal standardnya, ntar saya chek dulu apa ada di ASTM ..

Demikianlah yang saya tahu,