OPC merupakan protokol komunikasi. Berarti data tidak disimpan di server OPC tersebut, kecuali ada sistem databasenya.
jika ada server OPC yang lain, yang nge-feed ke database lain, bearti value2 yang tersimpan di database lain itu bisa diambil dan dibackfill ke database yang OPC servernya down.
jadi IMHO, prosedurnya tergantung database yang digunakan.

Tanya – Agus Setijawan

Dear expert,

Dua hari yg lalu salah satu OPC server kami fail selama hampir 10 jam, karena itu plant information management system (PIMS) kehilangan data selama server tersebut tidak berfungsi.
Kami memiliki OPC server yg lain, beda domain, dan secara live data jg bisa menampilkan data yg sama dgn OPC server yg down tersebut.

Pertanyaannya adalah;

Mungkin kah kami mendapatkan kembali data yg hilang tersebut dari OPC server yg lain? yg dideklarasikan sebagai gateway yg berbeda dalam PIMS?
Jika mungkin, mohon kalo tidak keberatan dishare procedure atua referensi utk me-recovery data yg hilang terebut.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – DiAN Pe-A

mas,

walaupun saya bukan expert, saya mencoba share beberapa informasi yang saya tahu.
setahu saya, OPC merupakan protokol komunikasi. Berarti data tidak disimpan di server OPC tersebut, kecuali ada sistem databasenya.

Jika ada server OPC yang lain, yang nge-feed ke database lain, bearti value2 yang tersimpan di database lain itu bisa diambil dan dibackfill ke database yang OPC servernya down.
jadi IMHO, prosedurnya tergantung database yang digunakan.

Tanggapan 2 – adie ranupane

Pak Agus,

benar apa yg dikatakan pak Dian, OPC hanya salah satu protocol komunikasi saja
dan tidak menyimpan data.

OPC Server hanya berfungsi sebagai pass-through saja, maksudnya received data trus langsung diteruskan ke transmit lagi.
kalo pak Agus ingin melihat data 10 jam lalu karena komunikasi OPC putus, pak Agus bisa melihat langsung ke source station.

i,e komunikasi overview

PLC/DCS – OPC Server – PIMS

maka pak Agus bisa mengecek ke PLC/DCS nya langsung.

Tanggapan 3 – Agus Setijawan

Pak Adie,

Kalo harus melihat ke source stationnya agak susah pak, karena banyak station (controller) dalam domain exaOPC server yang down tersebut. Jadi 72 jam hold data itu hanya berfungsi kalo upstream nya donw (dalam hal ini PIMS servernya)?

Mas Febri,

Yang down adalah salah satu dari 4 ExaOPC servernya, PIMSnya tidak, dan tidak ada informasi yg di collect oleh exaopc serversaat down tersebut,dan sayangnya exaOPC server ini didesign tidak redundant. Dan server ini fail disaat kami baru saja meriview designnya (rekomendasi utk memiliki redundant system baru saja kami kirim ke management kami).

Terima kasih banyak atas pencerahaan bapak2 dng informasi Pak Adie dan Pak Dian sangat membantu saya utk menganalisa lebih details tentang exaOpc server ini.

Tanggapan 4 – Purwanto

Pak Agus,

Agree dengan rekan2 yang lain bahwa opc server biasanya hanya sebagai pass trough data saja (protocol komunikasi). Kalau terminologi ‘hold’ data di exaOPC adalah apa yang seperti Pak Agus pikirkan berarti opc server ini (exaOPC) juga memiliki basic function sebagai historian server, seperti juga apa yang dimiliki oleh PIMS server sendiri. Jadi dua kemungkinannya PIMS server bisa mendapatkan data dari opc server sebagai opc client secara real time atau bisa juga retrieve data dari ‘shadow historian database’ yang ada di exaOPC tidak menggunakan protocol opc.

Pertanyannnya adalah apakah semua opc items yang ada disemua node controllers yang dicollect oleh exaOPC ini dihold datanya (72 jam??). Kebayang dong berapa puluh ribu opc items yang dibuat historiannya selama 72 jam.. Kalau asumsi saya, kemungkinan yang di hold datanya (dibuat temp historinya) sudah difilter misalnya hanya tags (opc items) yang dibuat aliasnya saja… Nah selanjutnya harus dicheck lagi apakah opc items yang dibuat aliasnya di ke-4 exaOPC server ini adalah gabungan dari semua opc items yang datanya di butuhkan oleh masing-masing PIMS server? Kalau di masing-masing exaOPC hanya dibuat opc items alias nya hanya untuk data yang dibutuhkan oleh masing-masing PIMS servernya, dengan sendirinya kalau exaOPC no 1 down, Pak Agus nggak bisa menemukan histori ‘hold 72 jam’ dari data yang dibutuhkan oleh PIMS server 1 di exaOPC no 2,3,4 dong.

Anyway, berdasarkan pengalaman saya dengan salah satu vendor automation, untuk basic historian biasanya data berupa file type database (masig-masing opc items sebagai file2 sendiri sehingga kalau bapak membuka folder yang isinya banyak file dengan nama tags ops item di plant bapak, ya itulah datanya), filenya biasanya tidak ber extension dan bisa diconvert ke csv.

Semua pendapat saya diatas hanya asumsi saja karena saya juga belum pernah menggunakan product opc server dan PIMS yang Pak Agus gunakan dan saran saya untuk lebih pastinya pak agus baca manual dari product tsb atau tanya langsung ke vendornya…good luck.

Tanggapan 5 – Agus Setijawan

Mas Dian,

Terima kasih atas replynya

Di OPC server ada setting utk menghold data selama 72 jam, utk lebih detailsnya, OPC yg saya maksud adalah ExaOPC server (Yokogawa System) dan data di feedkan ke PIMS (Exaquantum Plant Information management System). PIMS sendiri menerima data dari 4 ExaOPC server, yg mana ditiap2 exaOPC server memiliki informasi data yg sama cuman dideklare di PIMS server sebagai gateway yg berbeda2 dan berdasarkan gateway tersebut kita pilah2 informasi yg kita inginkan. Yang menjadi pertanyaan buat saya, 72 jam data tersebut disimpan dlm bentuk file apa ya? tujuan saya saat ini paling tidak membackup dulu 72 jam data tersebut, sebelum data tersebut dioverlap sama data terbaru.

Tanggapan 6 – febri wardana

Mas Agus,

Dilihat dari informasi konfigurasi yang ada, mustinya selama 10 jam tersebut server backup akan tetap mengkoleksi data. Beberapa produk PIMS yang sudah dilengkapi dengan OPC server, biasanya secara otomatis akan memindahkan data yang hilang tersebut ke server yang down. Namun ini tergantung dari produk yang digunakan apakah memang dilengkapi fasilitas ini. Jadi OPC server ini di setup redundancy satu sama lain dan biasanya data akan pass through ke PIMSnya meskipun satu server down. Apakah PIMs servernya satu atau ada banyak ? Kalau memang ada banyak dan selama 10 menit tersebut ada datanya di server yang konek ke OPC yang kedua bisa kita manualkan utk copy datanya, mungkin bisa di ambil archivenya dan di disimpan ke PIMS yang hilang datanya. Mungkin informasinya musti di detailkan, system PIMS dan OPC yang digunakan apa, konfigurasinya spt apa…