Profesional geologist memang sangat unik. Teoritis, hanya bisa
dikerjakan oleh mereka yang mengambil jurusan geologi sewaktu
sekolahnya. Bisa kuliah dalam jenjang D3, S1, S2 atau S3 bidang
geologi. kalau memang ada anomali jumlahnya akan sangat sedikit dan
termasuk istimewa.
Saat ini ada beberapa jurusan geologi S2 yg menerima dari jurusan lain
namun sebagai pengkayaan ilmu saja. Mirip seperti seorang ahli
perminyakan mengambil jurusan hukum. Mereka yg mengambil hukum (S2)
bukan utk menjadi lawyer (pengacara) tetapi lebih sering hanya
memperkaya ilmu yg mungkin mendukung bidang kerjanya. Misal hukum
perjanjian migas, hukum pertambangan dll, tapi bukan utk menjadi jaksa
atau hakim.

Tanya – ricky.yoseffine

Dear Senior2 milister…

Saya tertarik untuk bergabung didunia migas
Saya berminat sekali untuk menekuni bidang Geologist
Namun sayang sekali background saya dari IT dan sudah 5 tahun lebih saya
berkecimpung dibidang IT.

Saat ini saya bekerja sebagai IT COnsultant disalah satu perusahaan jepang
Minat saya sampai saat ini masih belum berubah untuk mencoba menekuni Geologist
Apakah senior2 tahu langkah apa sajakah yang harus saya ambil untuk menjadi
seorang geologist?

Apakah ada kursus2 tertentu untuk mendapatkannya?

Untuk sekarang saya baru bisa mencoba sesuatu yang masih berdekatan dengan
background saya seperti PDMS dan SCADA.

Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – AGUS SUBAGYA

Kalau untuk mendapatkan profesi geologist memang harus menekuni proses dari awal, artinya memang bertujuan untuk mengembangkan ilmu geology itu sendiri dan disinergikan dengan ilmu IT yang pak ricky miliki.

TETAPI….

Jika hanya untuk sekedar menambah referensi untuk mendalami ilmu geology terapan yang diintegrasikan dengan bidang IT, saya kira bisa mengikuti berbagai Kursus Singkat yang sekarang banyak ditawarkan, baik di dalam negeri maupun di luar negri. tergantung minat, niat, dan kocek kita…..

rekomendasi saya :

1. Geology Engineering for non-Geologist

2. Sedimentation, Structural Geology, and Sub surface Maping

3. etc

bila diperlukan diskusi lebih detail silahkan via japri saja.

Tanggapan 2 – Lia

Pak Ricky,

Sedikit berbagi saja..

Basic saya Chemical Engineering tp saya tertarik dengan Geology, segala sesuatu
yang berbau eksplorasi. Baru saja sebulan yang lalu saya mendaftar Magister
T.Geologi di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung(kelas Migas) tp belum
beruntung 🙁

Kalo saya, karena ini passion.. ya jalani aja, dicoba lagi untuk ambil Magister
T.Geologi

Tetap semangat..

Tanggapan 3 – joko_sosiawan_trikukuh

Bu Lia,

Coba saja ambil magister teknik geofisika, lebih general persyaratannya daripada
teknik geologi.

Tanggapan 4 – Lia

Pak Joko,

Dimana ya saya bisa ambil Magister T.Geofisika?

Mohon info, terima kasih

Tanggapan 5 – Nataniel Mangiwa

di ITB ada S2 T. Geofisika

Tanggapan 6 – joko_sosiawan_trikukuh

Magister teknik geofisika, ada di ITB, master geofisika reservoir ada di UI.

Tanggapan 7 – Indra Prasetyo

Mas Ricky,

saya bukan geologist, tp kalo menurut saya untuk menjadi geologist tidak mudah dan tidak bisa diperoleh hanya dari kursus2 saja, menurut saya mas ricky harus kuliah lagi di jurusan pertambangan dan mineral.
Kalo mas ricky tertarik utk masuk ke oil & gas, knp tidak memanfaatkan background dan pengalaman yg mas punya saja di bidang IT, krn di setiap perusahaan oil & gas kan pasti ada IT dept-nya.

Good luck mas ricky,

Tanggapan 8 – novembri nov

Pak Ricky….menurut saya anda harus bersyukur dengan bidang IT. Karena skill bidang ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan. pemerintahan, dan organisasi organisasi lainnya….terutama dalam membuat program atau suatu control monitor system.

Di dunia usaha banyak perusahaan yang mempunyai masalah tentang control baik itu control produksi, budget, performance, barang ( WIP ). Jangan heran kalau disuatu perusahaan fabricator terbesar dan ternamapun kita sering mendengar ternyata perusahaan A itu manajemennya amburadul, bagaimana nggak rugi tuh perusahaan. Control materila nggk jelas, barang banyak di buang buang setalah dipakai sebagian saja, banyak orang kerja menghabiskan budget time sheet tanpa jelas progress kerja…..

Kalau anda bisa melihat ini tantangan dan peluang untuk karir anda di bidang IT maka akan banyak perusahaan akan embayar anda apabila anda bisa membuat suatu syystem control secara online terrecord kedalam server. Ada orang yang kerja seperti ini dia mendapat bayaran sampai 20 juta / hari …. atau anda bisa menawarkan program anda ke perusahaan mungkin dengan nilai ratusan juta dengan anda hanya bekerja sendiri di rumah…

So..bersyukurlah anda dengan keahlian IT dan teruslah berkecimpung mengasah keahlian anda menjadi professioal …pekerjaan lain geologist, inspector ….masih di belakang anda….

Semoga bermanfaat….

Tanggapan 9 – Jeres Rorym

Hanya sedikit mau komentar … alangkah tidak pantasnya untuk membandingkan satu profesi dengan yang lain hanya dengan pendapatan atau uang … silahkan di survey saja dulu wellsite geologist daily rate yang 10 tahun ke atas berapa atau dibandingkan antara profesi seorang IT senior 10 tahun experience dengan Geologist senior di 10 tahun pengalaman yang berkibar di perusahaan besar seperti chevron, exxon, saudi aramco, dll berapa … hal ini saya bawa karena kita berada di mailing list Oil&Gas.

Dan juga harap diingat latar belakang seorang profesional itu sangatlah bergantung dimana dia berkecimpung … seorang geologist mungkin bekerja di bank/engineering akan kalah bersaing … akan tetapi apabila di dunia oil&gas, mining, geothermal … mungkin dia akan berkibar karena pola pikiran dan job desk yang jelas untuk menemukan, mengelola cadangan yang ada …

Coba dipikirkan … apakah perusahaan pemegang konsesi Oil&Gas, mining, geothermal tanpa seorang atau departemen geologist bisa jalan … dan bandingkan apakah apabila tanpa ada departemen IT apakah masih bisa berjalan perusahaannya …??? terus perusahaan tersebut mendapatkan uangnya dari mana dan timnya siapakah yang mencari uangnya untuk menjalankan perusahaan tersebut …

Dan satu lagi untuk menjadi seorang geologist tidaklah mudah karena berbeda dengan seorang engineer yang selalu bermain dengan time frame present to the future … but geologist is always think present is the key to the past …

Hanya sedikit urun rembug … mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan …

Tanggapan 10 – novembri nov

Pak Jeres betul pendapatnya…

Saya hanya ingin menekankan tentang rekan rekan yang pindah kerja kebanyakan karena melihat rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita sendiri ….padahal dengan bidang yang dimiliki sendiri ternyata rumput mereka sebenarnya lebih hijau dari rumput tetangga….. Namun tidak melihat atau tidak mempunyai waktu dan kesempatan untuk bisa menjadikannya lebih hijau….

Cerita ini saya ambil dari pengalaman teman saya yang seorang lulusan universitas ternama di Indonesia di bidang teknologi dengan jurusan IT. Namun selama hampir 13 th bekerja di perusahaan yang kecil untuk menghadle IT seperti network, LAN, servies hardware, dll. Setelah diberikan masukan ttg peluang IT di fabrikasi barulah dia melihat bahwa latar belakang IT itu sangat menjanjikan.

Tanggapan 11 – yuni anto

Insya Allah sering2 mengujungi QTel Vacancies atau www.qatarliving.com, pasti ada kesempatan atau subscrib ke tentangqatar.com bisa atau ada info dari temen Indonesia yg bekerja di QTel-qatar.

Jangan bosan utk mencoba.

Tanggapan 12 – Dirman Artib

Apa ada yang salah jika seseorang IT, Mechanical Engineer, Crane Operator,
Welder, Piping Designer, Reporter , anggota DPR, artis sinetron, musisi dsb
jika berminat untuk jadi geologist ?

Boleh dong……kan tinggal daftar kuliah, test, jalani kuliah, lamar kerja,
career development…etc. Tentu saja perlu dana dong.
Nggak tamat 4.5 tahun ya 5, 6 tahun, 7 tahun…9 tahun (sori apa masih boleh
ya skrg tamatnya 9 tahun ?)

Kok kayaknya kita lebih banyak yang menghalangi daripada mendukung ?

Ayo Pak ricky.yoseffine kamu bisa.

Cuma patut dipertimbangkan, kalau anda mau kerja di oil&gas coba cari
informasi, migas Indonesia itu apa masih cukup untuk masa depan anda sekitar
10-25 tahun lagi ?

Ya , mungkin masih ada tambang biji, atau jangan2 nanti balik lagi ke IT
karena 10 tahun ke depan justru malah boomingnya di IT. Tapi ya gak pa pa
kalau mau ke Qatar, reserve gasnya kata seorang teman saya masih 223 tahun
lagi jika produksi tetap 77 m kaki kubik spt. sekarang, tingkat produksi
segitu udah termasuk untuk biaya penyelenggaraan Piala Dunia 2022.

Tanggapan 13 – joko_sosiawan_trikukuh

Pak Dirman,

Saya rasa pndapat2 yg ada bukan melarang, tapi memberikan input, bahwa kalau mau
jadi geologist, itu tidak mudah (karena harus sekolah dll) dan perlu waktu lama,
sedangkan pak Ricky saya rasa sudah cukup lama bekerja, yg berarti, kalau beliau
mulai dari nol untuk jadi geologist dengan harapan masuk ke dunia oil &gas, akan
(menurut saya) rugi waktu. Lebih baik konsen ke IT, mungkin suatu saat bisa
kerja di perusahaan minyak (IT juga banyak diperlukan di oil & gas loh 🙂 )

Tanggapan 14 – ricky.yoseffine

Terima kasih atas semua sarannya dari senior2..

Jika memang saya tidak keluar dari jalur IT adakah saran dari senior2 apa saja yang harus saya perdalam?

terima kasih 🙂

Tanggapan 15 – Peki Hariyanto

Pak Ricky,

Saran saya sebaiknya pak ricky tentukan dulu jalurnya mau kemana dan setelah dapet passionnya kemudian fokus, misalnya mau ke Networking kemudian kalau bisa ambil sertifikasi international seperti CCNA – CCNP – CCIE. Saya yakin dengan skill yang expert di bidang tersebut akan ada perusahaan2x migas yang berminat meminang pak ricky. Intinya skill IT nya harus lebih specifik entah itu di bidang Programming, Networking ataupun Database dan expert lah disalah satu bidang tersebut jadi jangan setengah-setengah ilmunya.

Tanggapan 16 – Moh Darwis

Mas Ricky,

Coba anda buka website – info job (oilcareers.com, expatengineer.com dll) yang related dengan IT. Anda bisa meilhat apa saja yang harus anda kuasai agar bisa involve di Oil & Gas.

Tanggapan 17 – joko_sosiawan_trikukuh

Mas Ricky,

Untuk menjadi geologist saya rasa harus sekolah lagi, tidak bisa hanya kursus2 saja. Seorang geologist harus belajar mulai basic2 geologi dan advanced geologi di kelas, di laboratorium (liat batu under mikroskop) dan di luar kelas (field trip), dan untuk mendapatkan feeling geologi itu perlu waktu lama.

Tanggapan 18 – ricky.yoseffine

Dear pak Indra dan pak Joko..

terima kasih atas sarannya

saya sudah coba lihat peruntungan IT didunia OnG
namun lowongan yang ada sangatlah sedikit sekali
sekalipun ada lowongan IT di OnG sangat spesifik
dalam arti dituntut harus bisa mengoperasikan program2 proces OnG
saya pun jika melamar kesana sebagai IT mau tidak mau harus belajar dari 0 lagi
karena bidang yang saya pegang sekarang adalah telekomunikasi
Oh iya apakah ada saran dari senior2 sekalian apakah yang harus saya dalami
untuk IT di OnG?

terima kasih 🙂

Tanggapan 19 – Zulhelmi U. Iska

Pak Ricky,

Jangan berkecil hati dulu Pak. Di OnG juga ada IT yang bertugas mengurusi telekomunikasi. Mulai dari internal networking sampai ke provider telekomunikasi di luar. Kata d’Masiv, “Jangan menyerah Pak……”.

Good luck….

Tanggapan20 – paul kristianto

Sebagai juga pandangan, bahwasanya ilmu2 dunia subsurface (geologi, geofisika dan turunan dari kedua ilmu tersebut) tidak bisa diperoleh melalui kursus2 semata. Ada jenjang pendidikan dasar yg cukup lama harus diikuti. Mungkin kembali ke jenjang S-1 dan menyelesaikannya adalah suatu jawaban.

Tanggapan 21 – Rovicky Dwi Putrohari

Profesional geologist memang sangat unik. Teoritis, hanya bisa
dikerjakan oleh mereka yang mengambil jurusan geologi sewaktu
sekolahnya. Bisa kuliah dalam jenjang D3, S1, S2 atau S3 bidang
geologi. kalau memang ada anomali jumlahnya akan sangat sedikit dan
termasuk istimewa.

Saat ini ada beberapa jurusan geologi S2 yg menerima dari jurusan lain
namun sebagai pengkayaan ilmu saja. Mirip seperti seorang ahli
perminyakan mengambil jurusan hukum. Mereka yg mengambil hukum (S2)
bukan utk menjadi lawyer (pengacara) tetapi lebih sering hanya
memperkaya ilmu yg mungkin mendukung bidang kerjanya. Misal hukum
perjanjian migas, hukum pertambangan dll, tapi bukan utk menjadi jaksa
atau hakim.

Mirip dengan diatas bila belajar geologi sebagai pengkayaan. Seorang
petroleum engineer bisa saja mengambil S2 geologi utk mendalami ilmu
bawah permukaannya. Seorang geophysicist jga dpt mengambil pengkayaan
ilmu geologi.

Faktanya (sangat jarang) ada seorang geologist yg latar belqkangnya
geofisika, namun banyal geophysicist yg sebelumnya mengambil kuliah di
geologi. Lulusan jurusan geologi dapat mengisi pos-pos posisi non
geologi (geophysicist, subsurface/reservoir engineering, atau bahkan
PR hingga Human Reources). Sehingga profesi geologist (qualified
geologis) akhirnya menjadi profesi yg paling langka.

Saat ini didunia masih kesulitan mendapatkan geologist (qualified
geologist). Tahun 2009 AAPG (American Assoc Petrl Geologist) masih
mencatat kelangkaan itu. Bisa dibaca disini :

http://rovicky.wordpress.com/2009/02/11/dunia-masih-kekurangan-pekerja-perminyak
an/

Jadi kalau ingin berpindah profesi, salah satunya dengan mengambil kuliah (sekolah lagi) di jurusan T geologi.