IS adalah suatu standarisasi kabel dalam penggunaanya untuk ‘Universal Cable System’ tehadap Field instrument dimana: 1.Operasi kerja pada Low Power (Low power operation); 2.Tidak bisa menyimpan energi (Not store Ennergy); 3. Dan hal yang terpenting menggunakan safety barrier. Jadi dalam hal ini, IS bukan hanya berhubungan dengan test dan certifikasi saja, tetapi juga menyangkut dengan kualitas dan ketahananan Field Instrument anda nantinya saat beroperasi dilapangan.

Tanya – Ereza Tridian

Dear all,

mohon bantuannya untuk yang punya pengalaman dan referensi dalam melakukan installasi IS field instrument.

apakah field instrument yang menyediakan option versi IS (intrisically safe), secara material dibuat berbeda? (dengan field instrument tanpa IS) atau itu hanya berkaitan dengan test&certifikasi saja?

Untuk sebuah IS field instrument, jika pada saat instalasi tidak mempergunakan safety barrier, apakah akan ada gangguan dengan sinyal yang dihasilkan?

Tanggapan 1 – hendra purba

Saudara Ereza,

Based on my knowledge,

IS adalah suatu standarisasi kabel dalam penggunaanya untuk ‘Universal Cable System’ tehadap Field instrument dimana:

1.Operasi kerja pada Low Power (Low power operation)

2.Tidak bisa menyimpan energi (Not store Ennergy)

3. Dan hal yang terpenting menggunakan safety barrier

Jadi dalam hal ini, IS bukan hanya berhubungan dengan test dan certifikasi saja, tetapi juga menyangkut dengan kualitas dan ketahananan Field Instrument anda nantinya saat beroperasi dilapangan.

Berhubungan dengan safety barrier, dimana berfungsi sebagai :

1. Membatasi arus yang keluar pada hazard zone

2.membatasi tegangan sinyal dan ground

3. membatasi arus maximum pada hazard zone

Karena kita ketahui bahwa IS not store energy and operate on Low Power so, safety barrier akan membatasi arus yang melewati IS

Dan tentu saja akan mengganggu sinyal yg beroperasi melewati hazardous zone ketika anda memiliki Field Instrument dengan ground yang kurang baik Untuk itulah maka digunakan safety Barrier.

So,alangkah baiknya kalo kita menjaga Field Instrument kita sendiri dengan penggunaan standard yang telah ada, demi menjaga kualitas kerja tool itu sendiri

Tanggapan 2 – Don Kuple

Mas Er,

pada dasarnya untuk peralatan yang akan di instalasi untuk IS field instrument berada di daerah hazardous area yang notabene nilai PFD avg berada di kisaran yang signifikan (CMIIW). Peralatan di zona ini juga untuk materialnya berlisensi EEX ia yang berarti membutuhkan safety barrier untuk melindungi Logic solver dari adanya ‘incapable of releasing sufficient electrical or thermal energy under normal or abnormal conditions to cause ignition of a specific hazardous atmospheric mixture in its most easily ignited concentration’ Process Measurement and Analysis ‘fourth edition’ by Bela.G Liptak.2003 tujuan untuk safety barier ini bila saya terjemahkan secara bebas ‘dikarenakan terdapat pen ‘switching’an baik untuk AC atau DC source yang ditransmisikan oleh Logic solver yang berada di daerah zona hazardous area untuk melindungi Logic solver dari keadaan abnormal(i.e overcurrent)…

mohon maaf bila banyak kekurangan…

Tanggapan 3 – Arief Rahman Thanura

Bapak-bapak,

Ada baiknya melihat pada standard yang berkaitan dengan Intrinsically Safe system.

Berikut saya cuplikkan definisi dari ISA yang menurut saya cukup komprehensif:

‘Intrinsic Safety is the use of EQUIPMENT and WIRING that is INCAPABLE of releasing sufficient electrical or thermal energy under normal and abnormal conditions to cause ignition of a specific hazardous atmospheric mixture in its most easily ignited concentration.’ Kalimat berikutnya : ‘This is achieved by limiting the energy available to, and stored or generated by, the electrical equipment in the hazardous (classified) location to a level below that which can ignite the hazardous atmosphere’.

Jadi kurang pas kalau mengetakan bahwa I/S adalah ‘suatu standarisasi kabel’. Bukan Cuma kabel yang diomongin di I/S system.

Juga kurang pas kalau dibilang I/S tidak store energy, seperti bisa dilihat dari definisinya di atas.

Reply di bawah ini hanyalah salah satu bentuk dari implementasi I/S system. Penggunaan safety barrier hanya diperlukan apabila tidak semua equipment yang dipakai I/S dalam suatu loop/system. Pendekatan yang bisa dipergunakan kalau tidak semua peralatan I/S adalah dengan menggunakan yang disebut sebagai Entity Concept.

Dengan entity concept, keseluruhan element-element di suatu loop I/S system di assess untuk meyakinkan bahwa energy yang bisa di generate tidak akan menimbulkan ignition.

I/S certification sendiri berhubungan dengan EQUIPMENT (Ex-ia, Ex-ib).

Semoga membantu.

Tanggapan 4 – Arief Rahman Thanura

Apa hubungannya ya antara I/S dengan PFD dalam hal ini ?

Juga, I/S bukan Cuma Eex-ia, tapi ada juga Eex-ib.

Kalau untuk pertanyaan original apakah kalau tidak ada I/S barrier akan mengganggu signal, mungkin akan lebih pas menjawabnya kalau diterangkan loop-nya seperti apa (loop control, monitoring etc-etc) ?

Secara umum I/S barrier adalah suatu barrier yang akan me-limit energy yang available/stored di equipment yang di install di hazardous area tidak mampu menimbulkan ignition. Dengan demikian I/S barrier fungsinya berkaitan dengan upaya menghindari ignition tersebut not with the quality of the signal.

Berlawanan dengan pertanyaan penanya awal, justru pertanyaan yang sering harus dijawab adalah : Apakah pemasangan I/S barrier bisa mempengaruhi signal-nya ??

Semoga membantu.

Tanggapan 5 – Waskita Indrasutanta

Seperti comments yang sudah diberikan oleh rekan-rekan, IS adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya api atau kebakaran. Syarat agar terjadi api adalah adanya bahan bakar dan oksigen (pada range campuran tertentu) serta adanya energi. Kalau salah satu elemen untuk terjadinya api ditiadakan, maka api tidak akan terjadi.

Untuk Intrinsically Safe (IS), energi yang menuju ke hazardous area dibatasi sehingga api tidak terjadi. Energi dibatasi dengan menggunakan IS Barrier yang dipasang di safe area. Karena capacitance menyimpan energi yang kalau released bisa melebihi batas energi untuk menimbulkan api, maka besarnya nilai kapasitansi dari wiring temasuk devices yang terpasang juga harus diperhitungkan waktu melakukan engineering dan dibatasi sampai batas yang diperbolehkan.

Benar apa yang dikatakan Pak Arief Thanura bahwa meskipun sama-sama menyangkut safety, tidak ada hubungan antara IS dengan PFD.

Menjawab pertanyaan Sdr. Ereza dibawah:

1. Pada umumnya field instrument untuk dipergunakan dalam instalasi IS sama saja dengan yang tidak ada sertifikasi dengan IS. Sertifikasi IS yang diberikan biasanya disertai keterangan dengan IS Barrier mana yang bias dipergunakan, dan mempunyai nilai kapasitansi yang cukup kecil sehingga bias dipergunakan dalam instalasi IS.

2. Untuk instalasi IS, Safety Barrier ‘tidak bisa tidak’ harus dipasangkan di safe location side. Karena Safety Barrier berisi beberapa komponen resistor dan capacitor serta current limiting components, maka ada ada sedikit perubahan signal dibandingkan tanpa safety barrier (kalau menggunakan instalasi explosion-proof). Agar tidak ada gangguan, kita harus menggunakan safety barrier yang dirancang khusus untuk aplikasi kita, seperti untuk 4~20mA@24VDC, Fieldbus, DI/DO@24VDC, dsb. Khusus untuk Fieldbus ada 2 concept, yaitu Entity concept dan Fieldbus Intrinsically Safe Concept (FISCO).

Tanggapan 6 – Djohan

Ikut nambahin, sekarang sudah ada produk safety barrier untuk field bus yang bisa dipakai di hazardous area Zone-1 dengan EX e untuk powernya dan EX i untuk signalnya, lihat Fieldconnect nya Pepperl & Fuch. Bahkan power unitnyapun bisa di Zone-1.