Mohon pencerahan untuk rule of thumb dalam menentukan jarak antara HHLL, HL, LL, LLLL terhadap normal liquid level yang ada didalam separator.

Tanya – Parjiman

Mohon pencerahan untuk rule of thumb dalam menentukan jarak antara HHLL, HL, LL, LLLL terhadap normal liquid level yang ada didalam separator.

Tanggapan 1 – Nugroho Wibisono

Pak Parjiman,

Apakah sudah mencoba rule of thumb yg ini?

HHLL = 5/6

HL = 2/3

NL = 1/2 (normal)

LL = 1/3

LLLL = 1/6

Intinya mengkategorikan liquid level kedalam 3 bagian (0-1/3 = rendah, 1/3 – 2/3 = normal, 2/3 – 3/3 = tinggi), sedangkan supaya lebih rapat, dari 1/3 bagian itu kita bagi dua lagi sehingga menghasilkan 1/6, 1/2 dan 5/6 tsb.
Mungkin ada rekan2 lain yg punya jawaban yg lebih pas?

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Weby,

Ini separator tipe apa?

Tubular vertical separator? Cilindrical horizontal separator? atau spherical separator?

Karena dalam pikiran saya, rule of thumb untuk masing masing tipe tersebut tidaklah sama.

Tanggapan 3 – Nugroho Wibisono

Helo Rong,

Ini yg cilindrical horizontal separator. Kalo yg vertical memang ga matching sih, udah kucoba2 ga kena2 tuh hehe.. Kalau yang vertical rule of thumb-nya kira2 seperti apa?

Tanggapan 4 – sanny.rusjdi

Weby,

Untuk vertical separator, rule of thumbnya ada di GPSA Sect. 7 hal 7-5

Bottom seam – LSL : 12′ (min)

LSL – LSH : 12′ (min)

LSH – LSHH : 12′ (min)

Tanggapan 5 – Sri Mayarni

Mau nambahin,

Kalo yang di GPSA itu biasanya konservatif banget. Vesselnya akan cenderung ‘besar’. Biasanya dalam design lebih mengacu ke Company’s spec, yang rata2 antara liquid level diambil minimal 6′, untuk yang trigger ke shutdown diambil minimal 12′.

Tanggapan 6 – Eki_Primudi

Saya hanya share practice di lapangan kami.

Ditempat Kami ada satu vessel /separator HHLL elevationnya kira2 2/3 namun karna internal demister performancenya kurang bagus maka timbul liquid carryover/entertraint.

Di satu pihak ada HHLL nya hampir 80 % elevation tapi karna performance internal demister cukup baik maka tidak terjadi carryover.

Dari pengalaman tsb saya hanya usul buat aja disain maksimum buat Liquid level tapi juga buat space maksimum buat gas disengaging, karna dari segi cost consideration tetap akan lebih optimum dibanding resikonya yang bias muncul di proses berikut.

Tanggapan 7 – Aris Dwipurnomo

Pak Parjiman,

Saya sarankan ada nilai minimal, berikut ini rule of thumb yang kita gunakan.
Sebenarnya tiap perusahaan bisa berbeda-beda tergantung safety level dan folosofi operasi yang diinginkan.

Vertical Vessel/ Column

Horizontal Vessel

HHLL to HLL

1 minute (min 6′)

1 minute (min 6′)

HLL to LLL

3 minutes (min 12′)

3 minutes (min 12′)

LLL to LLLL

1 minute (min 6′)

1 minute (min 6′)

LLLL to BOV or BTL

6′ (12′ for thick-walled vessels)

12′

Tanggapan 8 – gandi r setyadi

Pak,

Inti dari semua rule of tumb yang telah dishare kawan2 adalah ketersediaan ruang untuk pemisahan fasa gas-liquid. Coba saja dicheck Pak, apakah area yang dibutuhkan untuk aliran gas dengan area yang tersedia memenuhi atau tidak.

Area yang dibutuhkan : Qg/Vg

Vg dapat dihitung dengan yang ada di GPSA

AreaGasAktual = Atotal – AreaHHLL – DemisterArea – AboveDemisterArea.

Check juga ketersediaan ruang untuk liquid dengan menghitung retention time aktualnya.

Tanggapan 9 – Parjiman

saya dapat info juga kalau penentuan HHLL, HL, LL, LLLL dengan memakai retention time:

spt NL ke HL 1 menit

HL ke HHLL 1 menit

NL ke LL 2 menit

LL ke LLLL 1 menit

dari retention time nya tsb bisa dihitung jaraknya ..

atau ada rekan2 yang punya info yang lain lagi?

apakah dari API ada aturan resminya? soalnya saya coba baca di API 12J ttg design separator tidak di mention untuk penentuan liquid levelnya.