Tanpa soft starter, initial current mencapai tujuh kalinya adalah benar. Walaupun demikian, dengan menggunakan soft starter, initial current setting harus disesuaikan agar sedikit lebih besar dari initial current yang dibutuhkan agar motor bisa mulai berputar (tergantung beban awal) dan kemudian current akan di-ramp sampai full power dalam waktu yang juga adjustable.

Tanya – Eko Saputro

Dear all,

Ketika dilakukan commissioning test pompa (menggunakan electric motor/elmot) dan soft starternya, kami dapati bahwa initial current pada indicator di soft starter 3 (tiga) kali dari ampere operasinya. Sebagai informasi, pompa tersebut mempunyai kemampuan 250 kW sementara initial currentnya melewati range ampere meter (skala 1.000 A). Setelah kami cek dengan tang ampere, ternyata besar arus awal adalah 1.100 A. Memang setelah beberapa saat, arus menjadi stabil di 300 A.Kemudian setelah kami tanyakan masalah ini, sang pelaksana commissioning test berkilah bahwa soft starter mereka sudah berfungsi dengan baik. Karena bila tidak menggunakan soft starter, maka initial current bisa mencapai 7 (tujuh) kalinya.

Kalau memang ada Bapak-bapak atau Ibu-ibu yang bisa memberi masukan, kami mohon untuk dapat memberi sedikit penjelasan mengenai soft starter ini.
Demikian, terima kasih.

Tanggapan 1 – Waskita Indrasutanta

Memang yang dikatakan oleh pelaksana commissioning bahwa tanpa soft starter, initial current mencapai tujuh kalinya adalah benar. Walaupun demikian, dengan menggunakan soft starter, initial current setting harus disesuaikan agar sedikit lebih besar dari initial current yang dibutuhkan agar motor bisa mulai berputar (tergantung beban awal) dan kemudian current akan di-ramp sampai full power dalam waktu yang juga adjustable.

Coba anda minta kepada pelaksana untuk mengecilkan setting initial current dari soft starter agar cukup (ditambah factor) untuk mulai memutar motor.
Umumnya initial current berada dibawah nominal current, tetapi apabila beban
awal memang besar, terpaksa tetap diikuti agar motor bisa berputar.

Kalau soft starter yang dipergunakan tidak adjustable, maka soft starter hanya membatasi arus pada nilai tertentu dibawah 7X nominal current.

Tanggapan 2 – Edy Widyanto

Dear Pak Eko Saputro,

dan rekan – rekan milist,

Sedikit memberi masukan/ pendapat atas sikon yang di alami oleh Pak Eko dengan elmot(elektrik motor) di pump stationnya, bahwa kalo dengan metode DOL(Direct On Line) starting currentnya bisa mencapai 5 – 7 kali Current Nominalnya (In) . Sedangkan kalo memakai metode Star – Delta Starting kurang lebih sekitar 3

– 5 kali Current Nominalnya (In).

Multiplier ini bisa tergantung dari rating Power Motornya dan juga rating serta karakteristik dari Load atau Bebannya.

Sedangkan untuk pemakaian dengan Softstarter menurut saya untuk starting currentnya
masih ada lonjakan arus walaupun tidak terlalu besar dan bisa mencapai 1.1 – 1.3 dari In.

Kalo pak Eko menginginkan current starting yang smooth dan range operation speed yang lebih lebar : bisa dari 0 Hz sampai 300 Hz.
Bapak membutuhkan AC Drives( atau bahasa umumnya : INVERTER).
Alat ini sudah cukup banyak di pakai di Pump application (IPC : Intelegent Pump Control) baik di Water atau Waste Water Treatment. Atau di system pendingin ruangan (AHU)Gedung-gedung bertingkat atau Shopping Mall juga mulai banyak yang memakai unit ini.
Misal untuk pendingin ruangan : untuk siang hari misal dibutuhkan speed motor pompa yang maksimal karena temperatur di luar cukup tinggi, sedangkan untuk malam hari di mana temperatur sudah relatif rendah mungkin hanya diperlukan 30 – 70 % dari speed maksimal motor pompa untuk supply air ke AHU systemnya.

Atau mungkin untuk applikasi Water Treatment bahwa peak load pemakaian air misal di suatu Kawasan Perumahan itu sekitar jam 05-08 pagi dan 04 – 08 malam, artinya di luar jam puncak tersebut motor pompa tidak harus bekerja maksimal dan tentunya ini bisa menghemat biaya konsumsi listriknya, atau yang sekarang cukup jadi topik yang penting yaitu ‘Energy Saving’.
Di mana hal ini identik dengan ‘ SAVING COST’ dari sisi pemakaian listriknya.

Mungkin itu tambahan informasi dari saya Pak Eko, kalau masih membutuhkan informasi dan penjelasan lebih lanjut bias ditanyakan ke email pribadi saya.

Tanggapan 3 – Indera Sadikin

Arus inisial dari soft starter seharusnya di bawah 2 kali arus operasi. Saya setuju dengan Pak Edy. Untuk equipment berdaya besar, mahal dan riskan seperti pompa Pak Eko (hati-hati dengan water hammer sewaktu soft stop), saya merekomendasikan memakai frequency inverter sehingga kita punya kendali penuh atas rpm akselerasi, deselerasi dan selama operasi. Ukuran power supply bisa minimum karena fluktuasi daya waktu start sangat kecil.
Equipment juga terproteksi secara digital. Ketidakstabilan dan ketidakberesan pada equipment (saluran pipa bocor) maupun power supply (undervoltage, overvoltage) bisa terdeteksi dini dari pesan error di inverter. Yang jadi masalah cuma harga inverter yang bisa beberapa kali lipat harga soft starter untuk kapasitas sama.

Tanggapan 4 – edy.widyanto

Dear Pak Eko,

Betul Informasi yang disampaikan pak Indera Sadikin tentang Cost unitnya dan water hammer pada pumpnya sendiri.
Jadi pertimbangan yang cukup krusial atau sensitif dalam pemakaian Frequency Inverter pada suatu system aplikasi menggantikan SOFT Starter adalah cost atau budget anggaran.
Dengan Harga yang lebih mahal tentunya diharapkan benefit dan added value yang di peroleh juga harus setimpal.

Mungkin hal pertama yang harus dilakukan adalah observasi dan collect data akurat tentang karakteristik bebannya.
Dari data akurat tersebut nanti bisa dihitung saving cost jika memakai frequency inverter ini pada system pompa tersebut dan dengan simulasi software yang sederhana bisa di hitung dan diketahui cost pembelian Unit Inverter tersebut kapan terjadi titik Impasnya atau dikenal dengan BEP(Break Event Point) nya.

Perhitungan tersebut sangat penting sebagai berkas pendukung misalnya pak Eko ingin mengajukan proposal pengantian unit tersebut ke pihak Manajemen maupun Customer.
Karena Manajemen atau Customer akan mengetahui secara detail alasan dan hitung-hitungan finansialnya di balik pembelian unit Inverter yang cost nya lebih mahal.

Itu mungkin sedikit sumbang saran saya kalau memang ada pemikiran untuk mengganti softstarter nya ke Inverter unit.

Tanggapan 5 – Thendy

Dear P Eko,

Sambil menunggu masukan dari rekan-2, maka secara praktice starting current untuk masing-2 type start motor adalah sbb :

1. DOL (Direct On Line) = 4 ~ 8 In (nominal current) Torsi start 0,5 ~ 1,5 Tn.

2. Star delta = 2 ~ 4 In Torsi start 0,3 ~ 0,75 Tn (Nominal torque)

3. Semi Auto transformer (Korndorfer) 1,7 ~ 4 In 0,6 ~0,85 Tn atau

Tap Starting torque % of DOL Value Starting current % of DOL value

50% 25 25

65% 42 42

80% 64 64

Untuk soft starter maupun inverter seharusnya selembut mungkin dikarenakan prinsip dasarnya tidak memberi torsi lebih. Beberapa vendor membuat batasan metode start sbb : torsi awal start 0,1 ~ Tn dgn kontrol torsi dari 0,5~ 60 detik dan pembatasan arus maks 5 In.