Saya kemarin menemukan sebuah kasus dimana ada generator 500 kVa yg rusak,hancur pistonnya. Dari info yg saya peroleh disebutkan bahwa penyebab rusaknya generator tsb akibat overload yg disebabkan safety device yg tidak berfungsi.
Sebagai informasi genset ini digunakan sebagai main source utk mesin blow moulding.
Saya tidak mendapatkan informasi lengkap ttg kronologis kejadian tsb secara lengkap.

Tanya – nuklindana.darma

Dear all,

Saya kemarin menemukan sebuah kasus dimana ada generator 500 kVa yg rusak,hancur pistonnya. Dari info yg saya peroleh disebutkan bahwa penyebab rusaknya generator tsb akibat overload yg disebabkan safety device yg tidak berfungsi.
Sebagai informasi genset ini digunakan sebagai main source utk mesin blow moulding.
Saya tidak mendapatkan informasi lengkap ttg kronologis kejadian tsb secara lengkap.

Saya mohon pencerahan dari rekan2 ttg penyebab2 yg mungkin menjadi akar masalah dari permasalahan pada genset tsb.

Tanggapan 1 – Slamet Suryanto

Pak Nuklin,

Kalau untuk kepentingan incident investigation dalam rangka asuransi sebaiknya dilakukan secara formal, misal dengan menggunakan Fault Tree Analysis. Ada beberapa reference yang bisa dirujuk, misalnya T.A. Kletz’s What Went Wrong, Kletz’s Still Going Wrong! dll, tetapi belum tentu arrangement komponen maupun sub-komponen untuk generator tersebut similar.

Tanggapan 2 – Luhur Wibowo 93

Kemarin juga kami mengalami hal serupa, genset 1.4 MW, diesel engine rusak akibat dari pelumasan yang kurang sempurna, harusnya pada saat stanby, genset ini pelumasannya harus tetap jalan, agar pada waktu start saat emergency karena beban lansung naik, semua yang bergerak dapat terlumasi dengan baik, memang untuk kasus lain, harus di cermati lebih mendalam, case by case.

Tanggapan 3 – Adi Arman

Pak Nuklin,

Ada beberapa kemungkinan :

1. Seperti yang bapak katakan ‘overload’, dan safety devicenya nggak bekerja. Mungkin yang dimaksud disini adalah load limitnya nggak berfungsi. Saya pernah mengalami hal yang sama dimana pada waktu overload salah satu main engine rusak piston, liner, turbocharger (ada potongan dari piston dan liner yg masuk ke turbo dari exhaust)

2. Lubrikasi yang tersumbat, mungkin ada kotoran, kemungkinan lain kalau oil relief valve nya rusak, maka oli tidak sempurna melumasi (low oil pressure).
Coba periksa engine log sheet beberapa hari sebelumnya untuk mengetahui kalo ada trend2 yang aneh.

Semoga bisa membantu.

Kalau connecting rod yang lama akan dipakai lagi, saya sarankan bapak untuk melakukan MPI test dan check alignment dari connecting rod tadi.