Proses hot change over membutuhkan kesabaran dan ketelitian pengerjaan karena rentan shutdown dan accident; umumnya proses pemindahan memakan waktu yang lama. Untuk mempersingkat waktu pelaksanaan, bisa dilakukan secara parallel, tetapi pada plant atau proses unit yang mempunyai Operator group berbeda. Pemindahan lebih dari satu control loop pada satu proses unit yang sama (apalagi yang interaktif) tidak disarankan.Untuk daerah proses yang tidak memungkinkan (high temperature atau yang berbahaya bagi pekerja) hot changeover tidak bisa dilakukan dan harus dilakukan dalam keadaan shutdown, misalnya pada waktu scheduled shutdown.

Tanya – Galih Argadinata

Rekan milis ysh,

Saya memerlukan informasi tentang prosedur hot swap over (no shutdown during instrument/DCS changed out) untuk BPCS (Basic Process Control System)/SIS (Safety Instrumented System) dan juga field instrument. Jika ada rekan yang bisa membantu mohon via japri.
Jika ada informasi yang menarik insyaAllah saya bagi ke rekan milis yang membutuhkan.
Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Waskita Indrasutanta

Agar bisa diketahui oleh rekan-rekan lain, saya coba menjawab melalui milis.
Mohon juga subtopic ditulis sebagai (instr) agar standard.

Hot change over procedure untuk BPCS secara umum:

1. Untuk melakukan hot change over, kedua system lama dan baru harus dalam keadaan bekerja dengan baik. System baru harus sudah fully configured dan tested; untuk tuning parameter (PID setting) diambil parameter dari system lama sebagai setting awal.

2. Apabila ada interlock, harus di-disable dahulu dan interlock difungsikan kembali setelah control loop baru berfungsi dengan baik.

3. Transmitter(s) juga harus sudah terpasang dan terkalibrasi dengan dengan baik dan terkoneksi dengan PV dari Controller baru, tetapi impulse line baru dipindahkan sesuai langkah-langkah berikut.

4. Kalau control valve juga diganti baru, harus juga sudah terpasang di bypass line yang dilengkapi dengan block valve dan sudah terkoneksi dengan MV dari Controller baru.

5. Posisi Controller (system lama maupun baru) di-set pada posisi manual. Hot change over dilakukan satu loop demi satu loop bekerja sama dengan Operator. Proses dikontrol secara manual dari final actuator oleh Field Operator dengan membaca PV dari Transmitter lama, atau kalau proses memungkinkan hold at last position.

6. Pindahkan impulse line ke Transmitter baru; set MV Controller baru
seperti last position dari Control Valve lama; open block valve untuk
control valve baru dan close block valve dari control valve lama (perhatikan
pada saat pemindahan akan terjadi upset dan harus diatasi secara manual);
pindahkan posisi Controller baru ke Auto; kemudian lakukan tuning untuk loop
tersebut.

7. Transmitter, Controller dan Control Valve lama bisa dilepas setelah control loop baru berfungsi dengan baik.

8. Lakukan langkah 2 s/d 7 untuk loop lainnya.

Kalau control valve menggunakan yang lama, control valve harus dipertahankan posisinya secara manual (melalui handwheel atau inject dengan air supply regulator) sebelum memindahkan ke Controller baru.

Untuk SIS serupa dengan BPCS dilakukan satu SIF demi satu SIF, dengan extra precaution mengandalkan pembacaan variables untuk SIF beserta alarm-nya untuk SIF yang sedang change over, karena pada saat pemindahan SIS tidak ada. Dalam keadaan proses sedang dalam keadaan kritis, pemindahan tidak boleh dilakukan dan harus menunggu sampai keadaan normal.

Proses hot change over membutuhkan kesabaran dan ketelitian pengerjaan karena rentan shutdown dan accident; umumnya proses pemindahan memakan waktu yang lama. Untuk mempersingkat waktu pelaksanaan, bisa dilakukan secara parallel, tetapi pada plant atau proses unit yang mempunyai Operator group berbeda. Pemindahan lebih dari satu control loop pada satu proses unit yang sama (apalagi yang interaktif) tidak disarankan.

Untuk daerah proses yang tidak memungkinkan (high temperature atau yang berbahaya bagi pekerja) hot changeover tidak bisa dilakukan dan harus dilakukan dalam keadaan shutdown, misalnya pada waktu scheduled shutdown.

Mohon komentar rekan-rekan kalau ada idea yang lebih effektif.