Berapa % untuk kenaikan pressure yang diijinkan dari pressure uji test? Sebenarnya kenaikan pressure uji test tidak ada ketentuan tergantung spec materialnya karena setiap material berbeda contoh HDPE,Pipe Line dll.

Tanya – Edy Sudiarminto

saya mohon pencerahan tentang hydrotest dan mohon penjelasannya, yang ingin saya tanyakan sebagai berikut:

1.Berapa % untuk kenaikan pressure yang diijinkan dari pressure uji test. sebagai contoh pressure uji 428 PSI. holding time 1 jam.

2.Adakan code atau acuan untuk penururunan pressure akibat penurunan temperature (tanpa terjadi kebocoran dan pressure tetap mengikuti penurunan temprature).
Untuk pertimbangan daerah tersebut perubahan temperature sangat drastis dan tidak dapat diduga

3.Apakah bila terjadi hal seperi diatas hydrotest dianggap gagal.

4.Mohon pencerahan (solusi) agar didapat hasil hydotest yang tidak mengalami penurunan pressure karena pihak client meminta hasil yang tidak terjadi penurunan pressure. Sebagai pertimbangan line yang di hydrotest berada dialam terbuka.

Trimakasih atas tanggapannya dan solusinya.

Tanggapan 1 – Rachman Ardiansyah

Mas Edy,

Referensi untuk melakukan hydrotest, bisa dilihat di ASME B31.3 (Process Piping), ASME B31.4 (Hydrocarbon transfer) atau ASME B31.8 (Gas Distribution), tergantung digunakan sebagai apa piping tersebut.

Tanggapan 2 – IGNK Yudi Adnyana

Pak Edys beberapa bisa saya share base on pengalaman saya dulu….

1.Test pressure paling tidak 1.1/2 dari Press. design kecuali jika permintaan client lebih dari itu harus dipastikan test gauge press tidak melebihi 1,5 int design press. X perbandingan antara stress value pd test temp dan stress value pd design temp. (banyak kejadian gagal material terjadi). Bahkan buat pipeline yg 24 jam press chart ind. Harus digunakan, nanti akan terlihat pressure naik / turun Dan itu sangat normal bkn gagal.

2.Untuk kasus drop press. penggunaan temp gauge sangat membantu. (di ASME B31.3 tdk diatur ttg toleransi thd penurunan) namun dilapangan sering terjadi. Asal argument menggunakan record temp awal & akhir akan sangat2 membantu.

3.penurunan temp pd Hydrotest tidak selalu berarti gagal terutama ada indikasi penurunan temp awal & akhir.

4.Pengalaman saya buat ‘ngakali’ lakukan hidrotest sebelumm jam 11 siang.

Mudah2an membantu sambil membuka2 memori lama… ya nggak Pak Hartono..? atau P’Maruli dimanapun kini berada jika anda mau share sedikit ttg seluk beluk hydrotest saat di NSO ‘A’ MobilOil aceh duluuu via japri… mungkin sangat2 membantu pak Edys….

Tanggapan 3 – darwis sbr

Saya akan coba rembukan walau sebenarnya saya bukan ahlinya tapi secara pengawasan Hydrotest juga tanggung jawab kami dibagian HSE inspector karena termasuk high hazard.

Untuk pertanyaan no.1 mengenai berapa persen kenaikan pressure uji test ? Sebenarnya kenaikan pressure uji test tidak ada ketentuan tergantung spec materialnya karena setiap material berbeda contoh HDPE,Pipe Line dll.

No.2 Untuk code dalam penurunan pressure biasanya bila HDPE atau internal construction itu memakai ASME 31.3 untuk Pipe Line memakai API 1104

3.Bila terjadi penurunan drastis tanpa kebocoran saya pikir hdrotest dianggap tidak gagal karena tidak bocor kan begitu pertanyaannya.

Pressure 428 PSI itu dibagi 14.2 kg jadi sekitar 30.148

Jadi untuk penurunan pressure bisa dilihat pada standard ASME atau API.

Tanggapan 4 – edfarman@ikpt

Sedikit tambahan dari saya jika yang ditanyakan masalah hydrotest equipment.

No.1: Test pressure sebenarnya sudah merupakan kelipatan dari allowable kapasitas maksimum material dalam design. Sebaiknya jangan melebihinya. Lagi pula itu juga nggak perlu dilakukan atau sebaiknya dihindari. Kalau pertanyaan ke arah seberapa besar boleh lebih dari test pressure, sepertinya -maaf- saya belum temukan di dalam referensi. FYR Test Pressure di ASME BPV VIII Div.1 = 1.3 times of MAWP (or Design Pressure) dikoreksi dengan adanya static head di pressure part yang ditinjau. Sementara Design Pressure sendiri sudah diatas Normal Operating Pressure. Perkiraan ini ada dalam kisaran 10%~30% – tergantung design dari process systemnya.

No.2: Berdasarkan pengalaman, jika dipertimbangkan terjadinya penurunan pressure karena perubahan suhu lingkungan selama holding time (1 hr), maka kami akan meminta vendor melakukan ‘pressurize’ pada kondisi temperature lingkungan cenderung ‘akan’ naik. Misalnya: Di Indonesia, saat menjelang tengah hari, kecil kemungkinan temperature lingkungan akan turun jika tidak terjadi hujan dalam kurun waktu holding time yang ‘cuma’ satu jam.
Kalau code yang mengatur allowance turunnya juga belum saya temukan.

No.3 & 4: Sepertinya cukup terjawab dengan jawaban di atas.

Semoga membantu.