Besaran pressure thurst adalah bagian dari reaksi piping system terhadap nozzle. Caesar memberikan option bagi user untuk memasukkan atau tidak pressure thrust ke dalam kalkulasi.

Tanya – Anindito Susilo

Sebenarnya seberapa besar sih pengaruh pressure thrust terhadap desain nozzle ( dari vessel). bagi teman 2 yang sering make PV Ellite/Caesar kalau kita ngitung external load dengan WRC 107 pasti ada request untuk pressure trust, apakah perlu kita minta atau tidak. yang jelas pengaruhnya cukup besar terhadap desain Nozzle . terima kasih.

Tanggapan – Teddy

Mas Dito,

Perkenankan saya sedikit menjelaskan, besaran pressure thurst adalah bagian dari reaksi piping system terhadap nozzle. Caesar memberikan option bagi user untuk memasukkan atau tidak pressure thrust ke dalam kalkulasi.

Ada 2 kondisi dimana kita perlu berhati2 terhadap pressure thrust:

1. Terdapat expansion bellow yang diattach ke piping yang berhubungan dengan nozzle (entah nozzle vessel atau equipment lain). Kebanyakan engineer tidak menyadari bahwa expansion below tidak bisa disamakan dengan komponen rigid lain seperti spool pipe misalnya, karena expansion below sangat sensitif terhadap pergerakan axial. Lebih jauh, expansion bellow mentransmisikan pressurer thrust ke seluruh system perpipaan sebesar F = tekanan kerja pipa*luas penampang pipa. Saya pribadi pernah harus memodifikasi nozzle storage tank (24′) yang dihubungkan dengan pipa 24′ berexpansion bellow. Tekanan kerja sebesar 260 psi. Kalo gak salah hitung, tendangan pressure thrust nya sekitar 52 ton!! (522940N). Anda bayangkan seberapa besar stopper foundation yang harus dibuat untuk menahan gaya ‘sia-sia’ sebesar itu supaya tidak menghantam bagian pipa yang lain?? pun begitu, stopper memang melindungi pipa tapi tidak akan mampu melindung nozzle nya. Jika diameter tangkinya 120 ft (paling minimum menurut API 650 Appendix P), dan jarak nozzle dari grating sekitar 800mm, allowable nozzle load nya paling banter 25000N. Perlu diperhatikan bahwa pressure thrust ini tidak akan muncul kalau tidak ada expansion bellow. satu-stunya cara adalah meremove expansion bellow, dan mendesain expansion loop untuk menyediakan cukup flexibilitas, ditambah dengan konfigurasi pipe support yang mendukung flexibiltas tetapi prudent juga terhadap settlement dan pergerakan lain.

2. Jika ada control valve tepat didepan nozzle. Ada kemungkinan pressure tidak akan build up secara mendadak saat control valve shut in sementara pompa masih berjalan. Andai pompa mati pun, anda tetap perlu menyediakan thermal relief valve yang di set pada pressure tertentu. Supaya pressure tidak naik terlalu tinggi dan membebani nozzle.

Di luar kondisi itu, saya kira pressure thrust tidak terlalu signifikan. Tapi kalau mau konservatif, bisa saja Caesar di set untuk menghitung komponen pressure thrust.