Semua jenis crude di perdagangkan dipasar International, ada yg dicampur maupun tidak. Pencampuran (blending) dimaksudkan utk menaikan API grade crude tsb.

Tanya – Tri Sulistianto

Dear rekan2,

Mohon informasinya

1. Apa jenis2 minyak bumi (crude oil) yang dijual dipasar internasional ?

2. Apa yang membedakan (komposisi) dari jenis2 crude oil tersebut ?

3. Saya pernah mendengar crude oil indonesia memiliki jenis yang bagus dan di export, knp demikian ?

Sedangkan kilang2 di indonesia mengolah crude oil dari luar negeri yang kualitasnya dibawah kualitas crude oil indonesia .

4. Mengapa crude oil indonesia tidak diolah dikilang2 qta ? (CMIIW)

Terimakasih.

Tanggapan 1 – Ivan Bintara

Saya jawab ya, mohon koreksi kalau kurang tepat.

1. Banyak, tergantung produksinya dari mana, biasanya mengacu ke produksi lapangan yang besar, misal Minas, Duri, Cinta, Widuri (Indonesia), Tapis (Malaysia), Arab light, heavy dan bnayak lagi yang lainnya….

2. Utamanya: API gravity (makin besar, makin ringan otomatis makin mahal), juga kandungan sulfur, sour crude dan sweet crude.

3. Produksi minyak RI sebagian milik kontraktor asing, pada dasarmya suka suka mereka mau dijual di mana.

4. Rekan di kilang yang bisa bantu jawab nih..

Tanggapan 2 – ryan mefiardhi

mohon koreksi bila ada yang salah;

waktu sempat ke up balongan dulu, saya ingat ada tangki gede utk crude minas dan duri..dan sewaktu kerja di laut jawa dulu minyak arjuna yang diproduksi dijual ke up cilacap…

saya yakin up yang lain (brandan, dumai, plaju dan sorong) crude yang diolah juga ada komposisi lokalnya. mohon pencerahan; sepertinya ada aturan utk kps sebagian produksinya utk diolah di Indonesia.

Tanggapan 3 – sugeng.hariyadi

Untuk no 4 bukan kawan yg dikilang deh. Kawan – kawan yg di kilang kan cuma chefnya aja alias tukang masak yg ahli. Lebih tepat orang dari lembaga ESDM dan BP Migas lah yg ngejawab.

Tapi sepertinya gak akan ada yg ngejelasin detail di forum ini deh, bisa – bias setebal koran kompas klo dijelasin. . ,

Tanggapan 4 – El Mundo

Tri,

Semua pertanyaan anda dapat di jelaskan sbb:

Semua jenis crude di perdagangkan dipasar International, ada yg dicampur maupun tidak. Pencampuran (blending) dimaksudkan utk menaikan API grade crude tsb.

Jenis crude oil di tentukan oleh API grade (API = American Petroleum Institute), misalnya crude oil yg di hasilkan oleh:

lapangan Minas atau sering disebut dengan ‘Sumateran Light Crude’ API 35. Duri – API 20,8 Attaka – API 43,5 Belanak – API 47,8

Belida – API 46,3 Bontang API 50,8 Anoa API 52; Ande2 Lumut API 14. Saudi Light API 32.
API grade adalah perbandingan density crude tsb dengan densty air. Jadi kalau ada crude dengan API 9 maka crude tsb akan tenggelam, API 25 akan mengapung diatas permukaan air.

Makin besar angka API makin bagus kwalitas crude dan makin mahal harganya, disamping sulfur content (Minas 0.08 % – Saudi Light 0.1%)

Ada 4 macam crude kategory:

extra heavy oil – Crude dgn API 10 kebawah

heavy oil – API 10 – API 22,3

medium API 22,3 – API 31,1

light API 31,1 keatas. (API diatas 56 biasanya disebut condensate)

Benar, sebagian besar Crude dari Indonesia jenis light crude dan mengandung sulfur yg rendah, kecuali dari Duri, Widuri dan Wonokromo (Surabaya)

Karena bagus kwalitasnya maka diexport utk menghasilkan devisa yg lebih besar. sebagai gantinya kita membeli sejenis Saudi light utk memblending crude dari Duri yng harganya murah. Kilang2 (Balikpaan, Cilacap, Balongan, Dumai,) memang dirancang utk memasak ‘blended heavy crude’ jadi, lebih mahal utk mengolah Minas Crude di kilang dalam negeri!

Harga Crude dipasaran Interanational ditentukan oleh harga WTI (west texas intermidiate??) dan Brent crude

Harga crude dari Indonesia (ICP- Indonesian Crude Price) ditentukan oleh harga Crude dari Attaka (API 43,5);

Jadi misalnya saat ini WTI di pasaran $ 101/bbls maka Attaka = WTI – 1,8 atau $ 99,2/bbl Anoa = Attaka + 0,8 = $ 100/bbl Duri = Attaka – 7 = $ 93/bbl

.. pasti and bingung: