Sebagai seorang structure engineer, penguasaan filosofi desain dan perhitungan struktur sangat mutlak. Kemudian harus juga dilengkapi penguasaan software kalkulasi seperti SAP2000, STAAD, ETABS, etc. Umumnya ada 2 ‘jenis’ structure engineer. Yang pertama yang bekerja di fabrikasi, umumnya disebut construction engineer. Mereka lebih fokus ke support construction team semisal lifting, erection, etc. Yang kedua yang bekerja di engineering company, mereka lebih ke desain.

Tanya – Ramadhani

Dear rekan2 Migas semuanya,

Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:

1. Saya ingin mengetahui, skill apa saja yang harus di miliki oleh struktur engineer di dunia Migas?

2. Sertifikasi apa aja yang harus kita lengkapi untuk meningkatkan daya saing kita?

3. Di manakah tempat2 kursus terbaik untuk struktur engineer?

Saya sangat mengharapkan adanya masukan yang sangat berarti dari teman2 Migas, terutama dari senior2 Struktur engineer yang sudah sangat2 pengalaman..

terima kasih,

Tanggapan 1 – Bagus Mulandono

Pak Dani,

Saya coba menjawab, mungkin dapat dilengkapi oleh rekan-rekan migas yang lain.

1. Sebagai seorang structure engineer, penguasaan filosofi desain dan perhitungan struktur sangat mutlak. Kemudian harus juga dilengkapi penguasaan software kalkulasi seperti SAP2000, STAAD, ETABS, etc. Umumnya ada 2 ‘jenis’ structure engineer. Yang pertama yg bekerja di fabrikasi, umumnya disebut construction engineer. Mereka lebih fokus ke support construction team semisal lifting, erection, etc. Yang kedua yg bekerja di engineering company,mereka lebih ke desain.

2. Untuk sertifikasi mungkin lebih ke sertifikat penguasaan program. Mungkin bisa ditambahkan oleh rekan2 yang lain.

3. Cukup banyak lembaga2 yang menawarkan training untuk program2 perhitungan struktural. Dapat ditanyakan ke mbah google. Tapi yang paling penting penguasaan filosofinya pak. Kalau bisa program saja tidak cukup. Prinsipnya ‘garbage in garbage out’.

Semoga membantu.

Tanggapan 2 – Sayyid Hasan Al Hamid

Salam Bpk Ramadhani,

Mungkin sedikit dari saya,

1. software pendukung finite element sprt STAAD Pro. , Code-code standart internasional dan nasional

2. Sertifikasi saya juga belum tau, mungkin saya pernah baca beberapa lowongan ada yang meminta sertifikasi ijin untuk merencanakan bangunan (lupa apa namanya)

3. tempat kursu yang terbaik mungkin saya belum tau, tapi yang baik menurut saya pernah saya dapat di malang

Tanggapan 3 – Rama Dhani

Pak Hasan dan Pak Bagus, terima kasih atas masukan dan nasehatnya…

sewaktu saya membaca majalah Offshore, sekarang ini sepertinya lagi trend, structure Floating, hal ini sangat2membuat saya ingin tahu dan ingin menguasainya.. saya yakin di milist ini banyak terdapat jago2 dan expert masalah structure, tolong di bagi info2 dan pengetahuannya, baik kalkulasi dan prinsip2nya. karena hal ini sangat menarik dan menantang sekali buat saya.. saya sangat berharap ingin menguasai itu semua…

Tanggapan 4 – budisp_ci

Pak Ramadhani,

Kita semua masih belajar, pada prinsipnya

1. Sebelum menguasai software, harus faham dulu masalah analisa statis tertentu, tak tentu dan akhirnya dinamis. Kemudian ditambah ilmu bahan dn material. Ini kita dapatkan dari jaman kita kuliah dulu. Dasar dasarnya sama, untuk semua jurusan teknik yg berhubungan dg struktur, baik struktur darat, pantai maupun lepas pantai. Cuman nanti kembangannya akan ditekankan ke spesialisasi masing masing. Yang struktur darat dia akan lebih banyak belajar untuk desain gedung, jembatan. Yang pantai demikian juga, bahkan untuk yang lepas pantai dan kapal, akan belajar desain kapal. Contoh sederhana, anak kapal, akan lebih banyak belajar struktur baja dengan bentuk bentuk spesifik kapal. Tapi dia tidak belajar ilmu mekanika tanah, pondasi, maupun struktur beton. Sebagai penguat kompetensi dia diajari tentang perilaku environment di laut, karena nantinya environment load inilah yang akan mengenai desain mereka.

Kalau menurut saya, dasar dasar ini yang dikuati dulu. Kalau mungkin, mulai baca baca dan belajar lagi catatan kita saat kuliah. Karena software hanya alat. Sementara inputnya bisa diberi input apapun asal masih dalam batas default mereka. Malah adakalanya, kalau sudah mentok, dan tidak tahu bagaimana memasukkan input, maka dipasang aja harga default. Asal software bisa jalan.

Software, secara garis besar dibagi jadi 2

– untuk : analisa global : biasanya menggunakan pendekatan beam modelling.

Contoh software : SAP, STAAD PRO, SACS,

– untuk ; analisa lokal ; biasanya menggunakan pendekatan FEA modelling.

Contoh software ; GT STRUDL, FEMAP, ANSYS, NASTRAN, PATRAN,

2. Sertifikasi hanya menunjukkan, bahwa anda pernah belajar di suatu lembaga untuk menguasai sesuatu. Belajar bisa juga dengan informal, belajar sendiri sembari berdiskusi dengan teman yang lebih dulu belajar (senior). Karena untuk menguasai sesuatu, jam terbang dan banyaknya contoh kasus akan menempa seseorang untuk lebih mengerti.

3. Semua lembaga kursus bagus. Tapi, seperti di point 2, lembaga kursus hanya membantu, yang menentukan adalah motivasi diri sendiri.

Tanggapan 5 – Rama Dhani

terima kasih Pak Budi atas masukannya, sangat bermanfaat sekali…

memang kita harus banyak belajar, bahkan saat2 tertentu saya merasa sangat bodoh ketika melihat perkembangan ilmu struktur dan desain2 yang saya lihat.. terutama di dunia Offshore yang menurut saya sangat menantang dan mengagumkan…

Tanggapan 6 – budisp_ci

Rekans,

CMIIW, sependek pengetahuan saya, floating offshore structures bisa dikelompokkan sesuai type dan kebutuhannya.

1. Semi submersible (semisub)

2. Tension Leg Platform (TLP)

3. SPAR

4. Floating (ProductionY Storage and Offloading (F(P)SO)/ FPU/FSRU

5. Others

Kenapa bukan fixed offshore structure untuk deep water ?

– water depth of potential fields is rising and fields size not large and location more spread up.

– fixed offshore structure will not be effective both of in term of technical and economical aspects for deep water.

– fixed offshore structure in deeper water depth will have bigger flexibility however their own natural period will be closed to exication wave period.

– if fixed offshore structure in deeper water will design with big rigidity, it will affect to bigger cost.

Key parameters yg harus dipertimbangkan dalam design floating deep water structure ;

– water depth

– harsh sea environment

– classification society

– regulatory requirements

– operational/extreme design criteria

– service life

– export method

– preferred hull type

– flexible for expansion

– transportation and

-installation considerations

– field size

– existing infrastructure

– market condition

Tanggapan 7 – Mmunarist

Cak Bud,

Ayo kasih penjelasan yang tuntas cak, ojok separuh-separuh biar tuntas. Sekalian diberikan referensi yang diperlukan.

Tanggapan 8 – Ramadhani

dear Pak Budi,

terima kasih Pak dengan penjelasannya. Sangat bermanfaat.. kalau boleh bapak bisa memberikan rujukan berupa buku2 atau situs yang ada yang menjelaskan tentang hal ini.

Sebagai tambahan ilmu dan memuaskan keinginan tahuan saya. Karena saya masih baru di bidang Oil&Gas ini, dan boleh di anggap masih Junior di bidang Structure Engineer di bangunan2 Offshore.

terima kasih,

Tanggapan 9 – Indratmo Prasojo

Rekan Ramadhani,

Kalau tertarik tentang floating structure, beberapa bulan lalu saya sempat buat presentation slide tentang floating structure. Isinya cukup komprehensif, sebagai awal cerita adalah limitasi fixed structure, kemudian basic concept dari floating structure itu sendiri sampai cerita tentang masing2 floaters yang telah disebutkan Pak Budi di bawah.
File size-nya sendiri 35MB, belum sempat merapikan dan meringkasnya lagi jadi sepertinya tidak bisa dikirim by email.

Kalau tertarik silahkan japri, slide-nya sudah saya taruh di online storage. Nanti saya kirim link-nya.

Tanggapan 10 – lukman as

Pak Indratmo,

Kl boleh linknya di share aja di milis kita tercinta ini, saya rasa selain saya, cukup banyak kawan2 kita yg membutuhkannya.

Tanggapan 11 – Indratmo Prasojo

Pak Lukman,

Terimakasih idenya. Insya Allah nanti akan saya rapikan lagi, untuk selanjutnya (klo diijinkan) akan disampaikan ke Pak Budhi untuk bisa di-upload di website Migas Indonesia. Untuk sementara bagi rekan2 yang perlu sekarang saya kirim lewat japri saja. Sampai dengan sore ini kira-kira sudah ada 20 orang yang japri dan sepertinya sudah dibalas semua.