Di tempat kami terdapat kendala pada sistem UPS. Kronologis kejadiannya dalah sbb: 1. Ketika listrik PLN mati, DEG membackup sistem; kemudian PLN nyala main source dari PLN lagi. Ketika PLN mati lagi, DEG berfungsi sbg main source. Ketika PLN nyala kembali, pada UPS muncul indikator ‘frequency fault’, padahal input pada PDB ada. Pada kondisi ini display pada UPS menunjukkan output UPS ke beban tidak ada. Untuk membetulkan UPS, harus direset; 2. Pada keesokan harinya, PLN sebagai main source mati, diback up dengan DEG, didapati UPS menunjukkan ‘Inverter Fault’. Ketika PLN telah menyala, kondisi UPS masih tetap sama, terdapat warning ‘Inverter Fault’. Sehingga untuk membetulkannya harus direset. Apakah terdapat kerusakan pada inverter UPS? Atau pada bagian yang lainnya?

Tanya – Oktobyanto TR

Dear Milister Migas,

Di tempat kami terdapat kendala pada sistem UPS. Kronologis kejadiannya dalah sbb:

1. Ketika listrik PLN mati, DEG membackup sistem; kemudian PLN nyala main source dari PLN lagi. Ketika PLN mati lagi, DEG berfungsi sbg main source. Ketika PLN nyala kembali, pada UPS muncul indikator ‘frequency fault’, padahal input pada PDB ada. Pada kondisi ini display pada UPS menunjukkan output UPS ke beban tidak ada. Untuk membetulkan UPS, harus direset.

2. Pada keesokan harinya, PLN sebagai main source mati, diback up dengan DEG, didapati UPS menunjukkan ‘Inverter Fault’. Ketika PLN telah menyala, kondisi UPS masih tetap sama, terdapat warning ‘Inverter Fault’. Sehingga untuk membetulkannya harus direset.

Apakah terdapat kerusakan pada inverter UPS? Atau pada bagian yang lainnya?

Mohon bantuan rekan2 sekalian. Terima kasih.

Tanggapan 1 – raharj77

Pak Okto,

Kalau ada manual bypass, dicoba untuk restart unit lg dgn terlebih dulu dipindah ke bypass. Siap tau unit spt hang.
Umumnya kalo sdh indikasi inverter fault, ada kemungkinan besar circuit power inverter problem. Cek kipas pendingin, jg blok SCR.
Semoga bs membantu dan agar disharing temuannya.

Tanggapan 2 – JONO

Pak Okto,

Bapak sudah cek Battery Bank Bapak untuk impedansi nya per sel? Usia Battery Bank Bapak berapa tahun?

Battery Bapak tipenya NiCD atau Lead Acid? Biasanya, kalau Inverter Fault setelah Main Supply hilang, sesaat Battery Bank bapak akan memback up, sambil menunggu DEG Bapak start dan mensuplai tegangan. Pada saat back up sesaat inilah, si Battery bank tidak mampu, ada temporary lost voltage yang mensuplai inverter Bapak, maka inverter akan membaca sebagai Inverter Fault. Kalau memang Battery bapak tipe Lead Acid, maka ada open circuit di salah atau atau mungkin lebih dari satu sel battery bapak.

Tanggapan 3 – H Noverdi

Jgn di reset trs Pak…..krn itu hanya menyelesaikan masalah secara sementara saja krn penyebab failurenya inverter tetap masih ada disana. Mirip dng orang pilek tp hanya minum obat hidung mampet tanpa membunuh virus pilek nya. Inverter failure bisa terjadi jika ada overload atau short circuit pada jalur instalasi….coba periksa dulu ke dua hal tsb, pastikan semua normal. baru operasikan lagi UPS nya….jika tdk berhasil juga maka perlu dilakukan short circuit atau component fault pada internal unit ups nya sendiri.

semoga membantu pak.

Tanggapan 4 – faried mustawan

Mas Okto,

Frequency fault biasanya bersamaan dengan Rectifier Main fault dikarenakan antara lain:

=> Main Voltage is out of tolerance

=> Main Frequency is out of tolerance

=> Main Phase missing at least 1 phase missing

Inverter fault, adalah sequence alarm, karena quality input yg out of tolerances.

Setelah beberapa saat transfer (EDG-PLN) quality input mungkin sudah within tolerance, tetapi alarm still exist, waiting alarm reset for personal ackowledgement.

Kalau mau lebih serius, panggil UPS vendor untuk analisa lanjutan.

Tanggapan 5 – Victor Johnson

Di tempat kami terdapat kendala pada sistem UPS. Kronologis kejadiannya dalah sbb:

1. Ketika listrik PLN mati, DEG membackup sistem; kemudian PLN nyala main source dari PLN lagi. Ketika PLN mati lagi, DEG berfungsi sbg main source. Ketika PLN nyala kembali, pada UPS muncul indikator ‘frequency fault’, padahal input pada PDB ada. Pada kondisi ini display pada UPS menunjukkan output UPS ke beban tidak ada. Untuk membetulkan UPS, harus direset.

Kemungkinan Gate Drive ke unit inverter-nya (dalam hal ini SCR atau IGBT-nya), ada masalah. Bisa karena komponen SCR/IGBT-nya sendiri atau frekuensi clock-nya.

Atau mungkin saat switch dari DEG ke PLN, proses sinkronisasinya belum sempurna. Karena Gate Drive unit inverter juga dipengaruhi fase jalur by-pass-nya (biasanya jalur by-pass sama dengan jalur suplai UPS).
Kenapa bisa dipengaruhi, karena persyaratan industrial UPS, keluaran unit inverter harus sinkron dengan jalur by-pass-nya, agar fungsi by-pass sendiri dapat berjalan sebagai back-up beban UPS saat inverter bermasalah.
Oleh karenanya harus di RESET untuk kembali mensinkronkannya..

2. Pada keesokan harinya, PLN sebagai main source mati, diback up dengan DEG, didapati UPS menunjukkan ‘Inverter Fault’. Ketika PLN telah menyala, kondisi UPS masih tetap sama, terdapat warning ‘Inverter Fault’. Sehingga untuk membetulkannya harus direset.

Kalo kondisi kedua ini, mungkin baterenya yang belum sempet full-charged, karena sebelumnya (kemaren) sempet byar-pet. Kemungkinan sirkuit Boost-Charging-nya bermasalah ato mgkin sisi baterenya.
Ato bisa juga permasalahan pada poin pertama terulang lagi..

Apakah terdapat kerusakan pada inverter UPS? Atau pada bagian yang lainnya?
Mohon bantuan rekan2 sekalian. Terima kasih.

Maaf jadi terlalu ‘banyak kemungkinan’, karena memang hal ini perlu penganalisaan untuk menentukan faktor penyebabnya.

Semoga membantu.
Terima kasih.