Untuk pemasangan dan pembongkaran scaffolding biasanya dilakukan oleh scaffolder yang telah bersertifikat, setelah itu baru dilakukan inspeksi oleh seorang Scaffolding inspector yg bersertifikat dan yang akan menghitung kekuatan scaffolding serta beliau yang akan memberikan scaffolding tag apakah scaffolding tersebut layak atau harus ada perbaikan sesuai standar yang berlaku. Tentang safety net yang akan dipasang saya rasa cukup bagus karena merupakan bagian dari alat pengaman kerja dan dipasang pada saat scaffolding sebagai alat bantu kerja utama dinyatakan aman.

Tanya – aree wibowo

Dear Bapak – Ibu anggota Milist

Saat ini tempat kerja saya akan melakukan pekerjaan di ketinggian yaitu mengecet tangki silo, dan akan menggunakan scaffolding.

Berhubung saya bukan ahli di bidang ini kiranya mohon masukan dari rekan rekan sekalian bagaimana kah :

1. cara meng inspeksi scaffolding itu

2. bagaimana mengetahui kekuatan scaffolding dengan kekuatan 1 : 4

3. Kemudian pemakain net, bila manakah scaffolding itu harus pakai net (jaring pengaman)

Pekerjaan ini maksimal setinggi 10 meter.

Mohon kiranya untuk bisa di bantu.

Tanggapan 1 – david_wattimena

Untuk pemasangan dan pembongkaran scaffolding biasanya dilakukan oleh scaffolder yang telah bersertifikat, setelah itu baru dilakukan inspeksi oleh seorang Scaffolding inspector yg bersertifikat dan yang akan menghitung kekuatan scaffolding serta beliau yang akan memberikan scaffolding tag apakah scaffolding tersebut layak atau harus ada perbaikan sesuai standar yang berlaku. Tentang safety net yang akan dipasang saya rasa cukup bagus karena merupakan bagian dari alat pengaman kerja dan dipasang pada saat scaffolding sebagai alat bantu kerja utama dinyatakan aman.

Tanggapan 2 – Hari Subono

Dear Pak Wibowo,

Dengan ketinggian 10 meter, sebaiknya pendirian scaffolding dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama dapat dilakukan untuk 6 meter pertama (kalau menggunakan pipa, yang terpanjang adalah berukuran 6 meter), lalu minta bagian HSE owner/ client untuk melakukan inspeksi dan minta mereka memberikan tagging bila mereka anggap sudah baik dan aman. Baru selanjutnya tahap 2 dapat diteruskan hingga ketinggian 10 meter.
Jangan ketinggalan untuk membuat ‘hand rail’ sebagai tempat menyangkutkan ‘hook’ dari full body harness.

Berikan informasi selengkap-lengkapnya kepada inspector perihal berikut:

1. Jumlah pekerja yang akan menaiki scaffolding.

2. Peralatan kerja yang akan dibawa naik ke scaffolding.

Untuk pekerjaan yang mana pekerjanya sangat ‘mobile’ di atas scaffolding – sebaiknya menggunakan full body harness yang menggunakan 2 hook sehingga ketika harus berpindah; setidak-tidaknya 1 hook dalam kondisi terpasang.

Sebagai pihak kontraktor terutama Project Manager-nya sebaiknya lebih ‘aware’ daripada HSE owner/ clients. Walaupun HSE owner/ client telah memberikan tagging – bukan berarti tanggung-jawab keselamatan pekerja menjadi berpindah kepada mereka.
Berdasarkan pengalaman; pihak kontraktor lebih memahami dikarenakan kontraktorlah yang mengetahui detail pelaksanaan pekerjaan, beban-beban yang dierima oleh scaffolding dan kemungkinan lainnya.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 3 – agustia_xgis

Dear pak Wibowo,

Salam kenal, Kalau bapak perlu details material scaffolding yang sudah lulus inspeksi dan untuk scaffolder bisa menghubungi kami 🙂 www.netwayindonesia.com

atau bisa japri dengan saya.