Hubungan RPM dan BHP adalah sederhana. BHP = Torsi X RPM. Kalau engine ada banyak hal yang berpengaruh, pengaruh utamanya dinamika dari intake manifold dan efisiensi volumetric dari silinder. Max Power dicapai pada posisi RPM tertentu yang berbeda dengan RPM saat mencapai Max Torsi.

Tanya – Fedrianto

Dear rekans,

Saya masih bingung dengan hubungan power, torque dan rpm. Di spec engine kan umumnya tertulis 150 BHP @2500 rpm. Stau sy itu artinya adalah rated power output dimana power maksimum sebesar 150 BHP didapat pada putaran 2500 rpm. Dari rated power tersebut didapatkan nilai torsi dengan menggunakan rumus HP = Torque x RPM / 5252. Nah, jika sy pengen menurunkan powernya menjadi 2000 RPM, cara perhtungan untuk nilai BHPnya spt apa? Apakah dengan mencari nilai torsi, kemudian torsi itu dianggap tetap, lalu dimasukan kembali ke rumus HP td?
Stau sy juga ada kurva power output utk setiap engine, apakah kita harus mengacu ke situ jika ingin mengetahui besar BHP utk besaran RPM yg berbeda?atau dapat dicari juga dengan rumus saja? Tks.

Tanggapan 1 – dimas_ariestyanto

Biasanya torsi engine juga berubah terhadap putaran RPM. jadi lebih baik liat ke kurva torsi-power-RPM aja, Pak :).

Tanggapan 2 – Darmansyah

coba pakai rumus affinity law untuk mengetahui hubungan rpm dengan power :

(Q2/Q1) = n2/n1

(H2/H1) = (n2/n1)^2

(P2/P1) = (n2/n1)^3

dimana :

n = speed (rpm)

Q = flow

H = Head

P = Power

Tanggapan 3 – hadiwinoto_soedar

Mas ferdy, saran saya anda pakai performance curve engine , kemudian panggil vendornya apa ada masalah dan bgmn warranty jika rpm diturunkan. Krn engine punya spesifik requirment, misal min load/rpm @ ? hour dsbnya.

Tanggapan 4 – Teguh Santoso

Pak fedrianto,

Karakter masing masing tipe engine (reciprocating) berbeda beda. Ada pengaruh efisiensi thermal dan efisiensi mekanik, dll. Untuk mengetahui hubungan RPM dengan power maka fabrikan biasanya telah melakukan dynotest untuk engine tersebut sehingga diperoleh Kurva karakteristik antara Power dan RPM.
Jadi minta saja data data tersebut ke fabrikatornya lalu plot kurva tsb pada putaran yang dikehendaki untuk mendapatkan prediksi Power yang akan dihasilkan. Untuk bahan bakar tertentu misalnya memakai gas, maka kurva yang dihasilkan juga bermacam macam tergantung komposisi gasnya. Maka bisanya fabrikator akan meminta data komposisi gas untuk mendapatkan kurva tersebut..CMIIW

Tanggapan 5 – Amal Ashardian

Hubungan RPM dan BHP..sederhana

BHP = Torsi X RPM

Kalau engine ada banyak hal yang berpengaruh, pengaruh utama nya dinamika dari
intake manifold dan efisiensi volumetric dari silinder.
Max Power dicapai pada posisi RPM tertentu yang berbeda dengan RPM saat mencapai
Max Torsi.

Tanggapan 6 – fedrianto

Pak Teguh, terima kasih atas jawabannya. Sy setuju dgn bpk agar menggunakan kurva dr pabrikan supaya tepat nilainya. Cuma kondisi saat ini adalah engine dsini sudah uzur banget dan udah ilang entah kemana data kurvanya. Mungkin sy akan ikuti saran bapak, untuk meminta data2 dari pabrikan.

Tapi klo misalkan engine tersebut sudah lama tak ter-overhaul, kondisi engine tsb sdh pasti jauh dari keadaan asalnya. Logikanya, kurva tsb juga sudah mengalami perubahan krn penurunan performance tadi. Apakah data2 dari pabrikan td masi bs dipakai? Atau ada perhitungan lainnya?

Tanggapan 7 – Wahono Eko Putranto

Yth. Pak Fedrianto,

sependek pengetahuan saya yang masih kuliah ini, hubungan daya-torsi-putaran sbb:

*daya-putaran

jika putaran motor diperbesar maka daya efektif juga akan semakin besar pada beban yang sama, sesuai persamaan Ne = Mp x ω x 10-3 (kW), dimana ω adalah kec. sudut (ω = 2 x π x n) yang berbanding lurus dengan putaran.

Ne = daya efektif (KW)

Mp = momen puntir (Nm) / torsi

ω = kec. sudut (1/s)

*putaran-torsi

hubungan Torsi (momen puntir) dengan putaran tidak saling mempengaruhi, atau dengan kata lain Torsi konstan terhadap Putaran. Hal ini sesuai dengan persamaan torsi yang tidak terdapat variabel putaran (Mp = PR x l).

Pr = gaya rem yang dihasilkan (misalnya menggunakan water brake,dll)

l = konstanta

mohon maaf bila terdapat kesalahan Pak Fedrianto.

Tanggapan 8 – Henry Bustani

Dear friends,

Saya bermaksud utk memberikan sedikit wawasan mengenai hub daya dgn rpm dan pengertian torsi.

Daya adalah kerja persatuan waktu. Sedangkan kerja itu sendiri adalah gaya x jarak. Dari rumus dikatakan apabila memberikan gaya pada suatu benda dan benda dgn berat tertentu dan bergerak dgn jarak tertentu maka telah dilakukan kerja. Besarnya kerja adalah: berat benda 10 N dan jarak yg ditempuh 10 m maka kerja yg dilakukan adalah 10 N x 10 m = 100 joule (kalo tdk salah tolong lihat buku fisika sma) kemudian apabila kerja tersebut dilakuka dalam satu detik maka 100 joule/1 detik atau sama dengan 100 watt. Maka dapat dilihat disini hubungan denga rpm atau rotasi permenit maka semakin besar rpm akan menjadi semakin besar daya yang keluar.

Sedangkan torsi adalah juga gaya dikalikan dengan jarak tapi satuannya bukan joule namun tetap 100 Nm apabila mengacu pada soal diatas, karena pengertian dari torsi adalah kekuatan tarik (drage power) hubungan dengan rpm adalah semakin besar rpm akan semakin kecil torsinya.

Untuk BHP yaitu break horse power adalah daya efektif yang dikeluarkan mesin. Namun disini agak berbeda dengan daya yg tadi karena BHP adalah output efektif dimana apabila semakin besar rpm akan semakin besar BHP tapi pada rpm tertentu BHP akan turun karena pada saat putaran tinggi gaya gesek dan berat akan menyebabkan penurunan daya keluaran atau daya efektif pada mesin tersebut. Sehingga tabel mesin BHP – torsi – rpm menjadi penting karena disana hubungan dapat terlihat.