B31.1: Hanya untuk piping yang ditujukan untuk power generation, seperti boiler, etc, sedangkan B31.3: Untuk piping yang ditujukan untuk proses.

Tanya – Shidqi Farros

Dear milister,

Dalam suatu project pipeline untuk gas transportation yg terdiri dari gas receiving unit dan pipeline itu sendiri, dimana sebaiknya kita menentukan code break untuk B31.8 and B31.3.
Untuk diketahui di project yg sedang saya tangani, pihak client minta code break pada flanged insulating joint (FIJ), sementara dari FIJ ke pig receiver masih ada SDV, barred tee dan beberapa peralatan instrument.

Tanggapan 1 – Doni R doni_rachmayadi

Salam pak Shidqi,

Ini cuma pendapat saya saja.
Alangkah lebih baiknya anda berdiskusi dengan Client mengenai dasar pilihan mereka.
Pastinya ada alasan mendasar hingga mereka menentukan Breaking spec pada pilihan tersebut. Sementara sebagian besar breaking spec antara B31.3/B31.8 pada area Pig Launcher/Receiver dimana memperhitungkan laluan Pig.

Tanggapan 2 -Endri Prasetyo

Milister,

Mumpung sedang diskusi ASME B31.x, saya juga mohon sharingnya. Bagaimana cara yang simple menentukan suatu piping harus mengacu ke 31.1 (power) atau ke 31.3 (process)?

Tanggapan 3 – Adit satria.wira

Untuk batasan dari masing² code bisa dibaca langsung di chapter 1 tiap code (paragraph yg berjudul Scope). Disitu juga disebutkan (malah di-ilustrasikan dg diagram) termination point yg menjadi scope masing² code.

Untuk aktualnya, dari yg pernah saya temui, bisa dilihat di P&ID+isometric drawing. Misalnya piping system dari power generation package memiliki kode tertentu yg umumnya berbeda dengan piping system utk process. Dari drawing tsb bisa ditentukan titik pertemuan antara kedua system tersebut. Jika masih bingung, tinggal kembali melihat ke code J.

Tanggapan 4 – firdaus

Setuju sekali dengan Adit.

Gampangnya:

B31.1: Hanya untuk piping yang ditujukan untuk power generation, seperti boiler, etc.

B31.3: Untuk piping yg ditujukan untuk proses.

Tanggapan 5 – Triez

Klo mau simple sebenarnya, sebenarnya B 31.3 buat Liquid Transmission lines dan B 3.18 buat Gas transmission lines.
Jadi klo fluida yang kita transfer semisal Liquid, acuannya tentunya B31.3.

Untuk kasus FIJ mungkin bisa dtambah acuan reference codesnya ke API RP 1102 dan API 6A.

Tanggapan 6 – ‘moh.kadafi’ moh.kadafi@gmail.com

pak endri,

kalo menurut saya gampangnya adalah service fluidnya (lebih detil ubek2 dan bandingin antara ke dua codes ini)

b31.1 –> steam fluids, steam dg pressure lebih dari 15 psig, atau steam yg digenerate dari air yg dipanaskan lebih dari 250F dan pressure 160 psig

b31.3 –> process fuids, bisa liquids, gas atau kombinasi antaranya, yg ada di process plant, jadi fluids tadi mengalami processing (T, P, blending, separation, dan process2 lain yg ada di processing plant)

b31.4 & b31.8 –> transported fluids, fluids hanya di transportasikan tanpa ada processing, biasanya adalah downstream/product dari b31.3

mohon dikoreksi kalo ada yg kurang tepat.

Tanggapan 7 – Tommy Damiri

Pak Endri,

Ini sedikit keterangan mengenai code code tsb:

The B31.1 code prescribes minimum requirements for the design, materials, fabrication, erection, test, inspection, operation, and maintenance of piping systems typically found in electric power generating stations, industrial institutional plants, geothermal heating systems, and central and district heating and cooling systems. The code also covers boiler external piping for power boilers and high temperature, high pressure water boilers in which steam or vapor is generated at a pressure of more than 15 psig; and high temperature water is generated at pressures exceeding 160 psig and/or temperatures exceeding 250 degrees F.

The B31.3 Code contains requirements for piping typically found in petroleum refineries; chemical, pharmaceutical, textile, paper, semiconductor, and cryogenic plants, and related processing plants and terminals. The requirements cover materials and components, design, fabrication, assembly, erection, examination, inspection, and testing of piping. This Code applies to piping for all fluids including raw, intermediate, and finished chemicals; petroleum products; gas, steam, air and water; fluidized solids; refrigerants; and cryogenic fluids. Also included is piping which interconnects pieces or stages within a packaged equipment assembly.

The B31.4 Code prescribes requirements for the design, materials, construction, assembly, inspection, and testing of piping transporting liquids such as crude oil, condensate, natural gasoline, natural gas liquids, liquefied petroleum gas, carbon dioxide, liquid alcohol, liquid anhydrous ammonia and liquid petroleum products between producers’ lease facilities, tank farms, natural gas processing plants, refineries, stations, ammonia plants, terminals (marine, rail and truck) and other delivery and receiving points. Piping consists of pipe, flanges, bolting, gaskets, valves, relief devices, fittings and the pressure containing parts of other piping components.

The B31.8 Code covers the design, fabrication, installation, inspection, testing, and other safety aspects of operation and maintenance of gas transmission and distribution piping systems, including gas pipelines, gas compressor stations, gas metering and regulation stations, gas mains, and service lines up to the outlet of the customer’s meter set assembly. The scope of this Code includes gas transmission and gathering pipelines, including appurtenances, that are installed offshore for the purpose of transporting gas from production facilities to onshore locations; gas storage equipment of the closed pipe type that is fabricated or forged from pipe or fabricated from pipe and fittings; and gas storage lines.

Mudah2an bermanfaat . . .

Tanggapan 8 – Firdaus

Dear Pak Triz,

Mungkin yang dimaksud pak Triz adalah fluida. Karena, sependek pengalaman dan pengetahuan saya, dia mengcover untuk piping yg mengalirkan all type of fluids. Yang artinya, kalo kita bicara fasa berarti bisa gas, liquid atau mixed. Please refer to Para. 300.1, spesifik ke 300.1.1. point b.

Kalau B31.8 itu adalah code utk Pipeline gas transmission. Refer ke Para. 802.11.

Jadi perbedaannya lebih ke piping (B31.3) ataukah pipeline (B31.8).
Bukan ke fasanya.

Tanggapan 9 – patra putra

bukannya liquid transmission line menggunakan code B31.4 ya pak…

Tanggapan 10 – moh.kadafi

dear pak shidqi,

kalo melihat penjelasan bapak, maka saya bayangkan spec break ada di perbatasan antara under ground dan above ground pipe sebelum masuk pig receiver, dan ini common di aplikasikan, beberapa pertimbangan biasanya a.l

1. berkaitan dg strategi sertifikasi migas, amtara SKPP pipeline, SKPP vessel (pig launcher/receiver) atau SKPI plant

2. berkaitan dg CP system

3. berkaitan dg ekonomis option, sbgm kita ketahui ada beda hasil perhitungan thickness antara b31.3 dan b31.8

4. berkaitan dg maintenance management, biasanya kalo ada O&M utk pipeline dan plant

5. berkaitan dg rating dan persyaratan safety device, spt SDV, PSV, LBCV, dll

kalo ada yg kurang tepat, mohon dikoreksi.

Tanggapan 11 – Tommy Damiri

Pak Shidqi,

Klo spec break ada FIJ, bagaimana dgn pebedaan inside diameter pipanya pak, apakah sepanjang dr FIJ sampai Receiver tebal pipa tsb hrs di trimmer krn hrs di sesuaikan dgn inside diameter pipelinenya? krn perbedaan ketebalan pipa di system tsb akan berpengaruh terhadap kelancaran intelegent pig pd saat maintenance.
Setau saya dr FIJ sampai nozzlenya Receiver itu menggunakan B31.8 sedangkan B31.3nya di gunakan setelah blok valve yg ada di branch line dr barred tee.

Mohon di koreksi . . .

Tanggapan 12 – moh.kadafi

mungkin pak shidqi bisa menjelaskan tipe mana yg beliau pake,
tapi bayangan saya seharusnya kalo pake tipe Insulation flange kit, tidak berpengaruh thd inner diameter, dan pasti utk pipeline designya pig-able, misal persyaratan inner diameter tolerance, full bore utk valve dan isntrument device, long radius utk elbow dan bend, dan pake barred tee, ini adalah sebagian persyaratan pipa itu pig-able, terlebih lagi bikin pig launcher/receiver (ngapain bikin pig trap kalo un-pigable).

kalo pake FIJ tipe monolithic, seharusnya jg masih within tolerance utk inner diameternya shg pig ga nyangkut.

mohon koreksi kalo ada yg kurang tepat.

Tanggapan 13 – Shidqi Farros

Dear Bapak-Bapak,

Dari sisi inner diameter sepanjang FIJ sampai Pig Receiver (PR) tidk ada masalah, semuanya pig-able. Sebenarnya saya sudah argue dengan client untuk menetapkan code breaknya pada branch line dr barred tee dgn alasan dari FIJ sampai PR masih dilewati oleh Pig jadi masih code B31.8.

Mungkin dari Bapak2 pernah ada pengalaman seperti ini, mohon sharing.

Tanggapan 14 – Doni R

Pak Shidqi,

Masukan dari saya adalah Pro dan Con mengenai Break Spec pada FIJ akan berpengaruh besar pada konstruksi. Lebih baik anda membuat list Pro dan Con dari pihak anda terutama company anda.

Pro :

– material pipe FIJ ke atas tidak perlu API atau tidak perlu sama dengan pipeline material

Con :

– pada thickness tertentu perlu PWHT s

esuai B31.3 code dan akan menambah rumit jika spool FIJ ke atas adalah shiploose spool.

mungkin ada yang bisa menambahkan.

Tanggapan 15 – moh.kadafi

pak shidqi,

kalo boleh tahu apa alasan client bapak ingin spec-break di FIJ ?

dan kalo boleh tahu juga kenapa pak shidqi berkeras spec-break di barred tee selain alasan masih di lewati pig ?

terus terang saya punya pengalaman seperti ini, dan saya lebih comfort seperti client bapak, bahwa spec break di FIJ (atau batas antara under ground dan above ground). piping dari FIJ ke pig launcher dan barred tee ke process piping masuk ke B31.3 (plant piping), dengan alasan seperti yg saya jelaskan seperti email sebelumnya.

makanya saya pengen tau alasan pak shidqi berkeras spec-break di barred tee, selain alasan masih dilewati pig. mungkin ada pertimbangan yg bisa di sharing, monggo.