Misalnya kita diberi modal sebuah P&ID. Dalam mengestimasi panjang pipa dan jumlah elbow, selama ini saya menggunakan metoda ‘simulasi’ di dalam otak dengan state of mind selayaknya piping designer.
Tapi,terkadang,di kala inquiry sedang banyak2nya,saya diharuskan mengestimasi dengan cepat.
Ada terfikir untuk membuat semacam data statistik, sehingga trend konsumsi pipa dan elbow bisa di-extract.
Tapi, saya harus dig-up ke project2 terdahulu dan membuat statistiknya. Takes time.

Tanya – firdaus

Dear Professional Estimator,

Misalnya kita diberi modal sebuah P&ID. Dalam mengestimasi panjang pipa dan jumlah elbow, selama ini saya menggunakan metoda ‘simulasi’ di dalam otak dengan state of mind selayaknya piping designer.

Tapi,terkadang,di kala inquiry sedang banyak2nya,saya diharuskan mengestimasi dengan cepat.
Ada terfikir untuk membuat semacam data statistik, sehingga trend konsumsi pipa dan elbow bisa di-extract.
Tapi, saya harus dig-up ke project2 terdahulu dan membuat statistiknya. Takes time.

Saya pernah dulu membaca buku ‘Piping Design’-nya John J. McKetta sewaktu kuliah. Dia memberikan semacam grafik untuk menentukan konsumsi elbow dalam satu proyek. Ia juga menggunakan semacam koefesien, di mana koefesien ini bervariasi tergantung kepada tingkat kompleksitas sebuah proyek. Sayangnya, saya kehilangan buku ini.

Dalam kesempatan ini, mungkin professional estimator ada yang bisa memberikan ide atau tabel,atau grafik untuk ‘shortcut’ dengan toleransi yg terukur untuk mengestimasi panjang pipa dan elbow.

Tanggapan 1 – mmunarist

Boleh tanya cak? Yang didesain ini jenis pipa transmisi, distribusi, atau piping ? Karena masing-masing memiliki kriteria prakiraan penggunaan elbow yang berbeda.

Untuk contoh secara empiris lapangan berdasarkan data preliminary:

Pipa distribusi panjang total L= 1000 meter pada diameter seragam, ambil nilai kasaran jumlah elbow:

A. Elbow 90 : elbow teridentifikasi survey + 20%

B. Elbow 45 = elbow teridentifikasi survey + 30%

C. Elbow 22.5= elbow teridentifikasi survey + 20% + 30%

Hal ini termasuk apabila ada river crossing, road crossing, open cut jalan/sungai. Kecuali ada perubahan jalur atau perubahan orientasi atau muncul obstacle di luar prakiiraan survey awal, maka perlu survey jalur lebih detail lagi.

Tanggapan 2 – firdaus

Cak Mun, ini untuk piping Cak…

Misalnya untuk project compressor package, separator package, SRU, etc.

Mohon pencerahaannya Cak…

Tanggapan 3 – Budi Arman

Rule of Thumbs yang bagus pak bisa estimate quickly. dibagi dong pak klo sudah ketemu formulanya.

Pengalaman saya ditempat yang dulu untuk MTO dengan cepat suatu proyek yang besar, Meng-Hire anak magang pak.
Dibayar murah (uang makan + transport), kasih seritifikat, dan mau disuruh lembur, dan ikatannya temporary.
Biasanya banyak kok peminat, terutama mahasiswa tingkat akhir atau mau lulus.

Mudah2an membantu.. 🙂

Tanggapan 4 – RadityaJokoAryantoâ„¢ 2008

Dan sampai sekarang masih dipraktekkan juga mas budi.

Tanggapan 5 – firdaus

Wah… itu namanya memanfaatkan yang ada…

hahahaha…

tapi sayang di sing blom ada yg magang (atau emg g ada ya?)
Tapi,apakah nggak riskan minta orang magang ngerjain estimasi?

Tanggapan 6 – eep.saeful

Dear sirs,

Untuk estimasi biasanya pake mto sketch untuk mendapatkan pendekatan ke perhitungan. Kalau ada pfd atau p&id tambah bagus. Kemudian ditambahkan allowance dari summary piping bulk material and no allowance untuk piping specialty.

Kemudian dikirim ke vendor, dapet deh harga estimasi plus estimate schedule delivery nya.

Tanggapan 7 – Jauhari yahya

tegas muantap n profesional, ngomong-ngomong ilmunya darimana, bisa dishare lagi ilmu kematerialannya.

Tanggapan 8 – firdaus

Dear Pak Saeful,

Maaf, saya agak kurang ‘ngeh’ dengan penjelasan Bapak. Maklum, masih hijau. Hehe…

…’mto sketch untuk mendapatkan pendekatan ke perhitungan’

MTO sketch itu apa ya Pak? seperti apa contohnya? Awalnya saya kira semacam plot plan, tapi kok selanjutnya ada kata2 ‘Kalau ada pfd atau p&id tambah bagus.’?

Apakah sejenis ‘default spreadsheet’ yg di-generate untuk type project tertentu? Dengan item2 tertentu?

Terus, ‘allowance dari summary piping bulk material’ maksudnya apa? Apakah menambahkan beberapa persen/ mark-up dari bulk material? Kalau emang iya, berapa biasa standard yang dipakai?

‘no allowance untuk piping specialty’ maksudnya, gak ada mark-up buat piping specialty kan? iyalah, kan di P&ID udah jelas. I think we don’t want to mess with those. hehe…

Kalau deadlinenya lama. bisa dikirim ke vendor, kalau nggak, biasanya menggunakan price table berdasarkan harga procurement/ quotation vendor.

Terima kasih Pak, mohon penjelasannya.

Tanggapan 9 – eep.saeful

Pak firdaus,

Mto sketch itu spread sheet yang di buat untuk create mto secara cepat, dimana didalemnya ada :

1. Sketch iso

2. Line class

3. Material pipe

4. Qty

5. Dia inch

Bentuknya bisa apa aja kok terserah.

Biasanya conseptual plotplan sudah ada, tinggal kepintaran dari designer utuk create seefisien mungkin pipe route.
P&id atau pfd sangat membantu untuk menentukan pipe route dan komponennya. Baik itu bulk maupun specialty, terutama qty yang harganya cukup mahal.

Allowance biasanya tiap company punya standard tertentu.
Size kecil pake prosentase dan size besar pake qty.

Kalau sampeyan dah ada base cost bagus, tapi jangan lupa di check ke harga pasar, harga sekarang lagi pada naik.

Terima kasih,

Tanggapan 10 – firdaus

Dear Pak Eep,

Sipp… Terima kasih pak eko atas infonya.

Sepertinya, emang mau tak mau harus buat semacam ‘virtual 3D pipe routing’ in mind. Terus, buat semacam allowance.
Kalaupun mau nembak, atau memakai semacam koefesien (seperti yg di buku McKetta),sepertinya agak ‘risky’ ya pak?

Btw, bapak punya referensi nggak? Semacam kelas atau kursus,atau distance learning buat estimation engineer.
Yang meng-cover engineering sisi engineering dan commercialnya? (saya di
singapore sekarang).

Sangat jarang saya menemuinya. Di milis migas juga jarang yang membahasnya.
Fyi, saya nggak cuma ke piping aja, tapi sekarang mulai merambah ke structure & vessel. It’s getting complicated.
Mohon pencerahannya pak.
Terima kasih.

Tanggapan 11 – ibnu.migas

Urun rembug sj, Kalau estimasi pakai timmerhaus atau richardson jg oke. Ada indexnya pertahun.

Tanggapan 12 – firdaus

Dear Pak Ibnu,

Tadi saya cari, Timmerhaus itu yg bukunya ‘plant design and economics for chemical engineers’ ya pak?

Kalau Richardson itu apa ya pak?

Boleh dikasih ‘sneak peak’ apa yg bisa diambil di sana?

Tanggapan 13 – patra putra

Pak Budi,

kalo meng-hire anak Magang bukannya bakalan tambah rumit pak,

karena Contoh kasus yang diberikan sama seperti yang saya alamin, ketika Gambar masih dalam Bentuk P&ID.

Mungkin kalo gambar sudah dalam bentuk Isometrik, anak magang bias men-take off langsung.

menurut saya yaa memang tetap dimainkan Insting design-nya itu pun masih akan ada selisih dilapangan atau dengan Isometrik drawing.

cara paling aman, yaa dibuat isometriknya, dan di final-kan, baru dihitung elbownya. meskipun namany bukan estimasi lagi.

tapi kalo ada cara menghitung elbow pada tahap P&ID drawing, boleh di share, kalkulasinya. dan keakuratan-nya.