Hydrotest bisa saja di lakukan persystem, perline atau per jalur pipa dalam P & ID asalkan pressure dan media yang di gunakan untuk hydrotest tersebut harus tetap sama base on specification of material and WPS/PQR, yg mana besar pressure yg digunakan untuk hydrotest tersebut minimal 1.5 kali lebih besar dari design pressurenya untuk actual servicenya. Dan hydrotest tidak ada hubungannya dengan flushing karna tujuan dari kedua treatment tersebut sudah berbeda. Tujuan utama dari Hydrotest untuk mengetest sifat static terhadap base material itu sendiri setelah di lakukan welding/fabrication and installation, selain itu hydrotest juga bisa meng-cover leak-test pada fitting-2 yg sudah di joint (yang di weld maupun yg menggunakan bolting system seperti pertemuan antara Valve to Flange or flange to flange yang mana di antara joint-an material tersebut harus menggunakan gasket ato ring joint)terhadap pipe. Sedangkan Flashing itu sendiri di lakukan setelah hydrotest dengan tujuan membersihkan debris/kotoran yang tertinggal di dalam pipe system beserta fitting-2 setelah di lakukan hydrotest. Lebih detailnya bisa di baca-2 di ASME VIII B3.31.

Tanya – Nur Kumeidi

Dear milister,

Bagaimanakah cara menentukan paket2 untuk pekerjaan hidrotest pada plan sistem LPG storage. Apasajakah yang menjadi pertimbangan untuk membuat paket/ block hydrotest tersebut.

Tanggapan 1 – Yacob Messakh

’

Pak Nur,

Yang menjadi peretimbangan untuk membuat Hydro Testing Package :

– Sytem / Service sama.

– Sudah barang tentu Test Pressure juga sama.

– Service sama, Test Pressure sama, belum tentu jadi 1 Test Package, kalau letaknya berjauhan (misal : Ada yang ke Vesel, ke Pompa, dl..

Selama Service sama, Test Pressure sama dan masih bersambung dari 1 line ke line lainnya, itu masih bisa dijadikan 1 Test Package.

Kalau mau bikin Test Package, pertama refer ke P&ID.

– Kemudian lihat Isometric Drawing.

– kumpulkan semua Isometric Drawing yang tergabung dalam 1 Test Package.

– Buat satu Drawing yang menintegrasikan semua Iso Dwg. dari Test Package tsb. menjadi 1 Drawing.

– Kasih keterangan Srvice: ……., Design Pressure : …..PSI, Operating Pressure : ……PSI .dan Test Pressure : …….PSI.

– Hloding Time :…..Hour.

Jadi deh 1 Test Package.

Tanggapan 2 – Sketska N.

Dear pak Nur

Btw, mengapa paket pekerjaan hydrotest nya menjadi khusus untuk LPG Storage?
Bukankah melakukan hydrotest pada saat plant belum dijalankan?

Ini yang dimaksud test package toh? Bertanya dikit sebelum share.

Tanggapan 3 – kumeidi.nur

Maksud sya untuk plan masih tahap kontruksi pak. Mgkin karena d plan saya hanya ada satu operational pressure, makanya saya khususin. Kalo biasanya beda operational pressure kan beda package hydro pak. Hehehe… Tapi bukan maksud saya untuk pertanyaan khusus LPG plan.

Pertanyaan saya lebih ke arah pembagian paket2 tersebut. Apakah perline? Persystem? atau perjalur dalam P&ID? Apakah ada hubungannya dengan flashing pipa?

Maaf kalo banyak tanya.. Masih newbe…

Tanggapan 4 – kus_singkep@yahoo

Mau urung rembuk dikit.

Biasanya kami membuat test pack berdasarkan line di isometric dan dikelompokan dg pressure, temp, jenis mat’l, flushing, paint system yg sama.

Mungkin yang lain bisa menambahkan.

Tanggapan 5 -Swing man Player

Mungkin bisa membantu pak ,

Untul Fase hydrotest Buat per system pak , bea system – beda service line , check di spec atau code bapak , service line number nya untuk memastikan design press and matl spec.kalao mau akurat cek isometrric drawing. mark up P&ID nya dan cek dengan aktual lapanagn , kalau line terlalu panjang lebih baik test pack nya di pisah, cari saja flange2x connection sebagai limitnya.(P&ID tidak masalah), yang penting aplikasi di lapangan harus seefisien mgk. fase flushing bertujuan untuk membersihkan internal pipa setelah proses konstruksi selesai sebelum completion.

semoga membantu

Tanggapan 6 – hadi muttaqien

Pendapat saya hydrotest per-system dan per-pipeline, karena bisa saja dalam satu system terdapat beda tekanan kerja. Itu pernah saya alami.

Tanggapan 7 – Rusmanto

Dear Mas Komed,

Kalo cuma 1 operational pressure, dan misal pipingnya tidak terlalu banyak. maka dijadikan 1 test package juga bisa, bisa 1 kali tembak saja HT nya… :D. Tapi kan ndak mungkin, pasti dalam 1 plant ada beberapa system.

Yang jelas per system dulu ada berapa. Lalu dari dalam system itu berapa saja operating pressure nya. Setelah itu baru dibagi test package nya.

Biasanya nomor Test Package kan pasti nyebutin System apa, Fluida apa, Pressure dll misal
TP-70-GF-750-001 (Test Pack System 70, Fuel Gas, pressure 750 psi, sequence no. 001).

Tanggapan 8 – iwan roesdianto

Dear mas Kumeidi,

Urun rembug n saran ya…

Kalau bisa dilakukan per paket dgn klasifikasi rating class pressure.
Nah line pressure bs kita peroleh dr Engg melalui dokument Line list yg di keluarkan.
Lebih gampang menelusurinya dan praktis tentunya menghemat waktu pre-Comm jg.

Tanggapan 9 – firdaus

Dear Pak Kumeidi,

As per ASME B31.3, pressure test untuk hydrotest adalah 1.5xdesign pressure.
Bapak tentu punya data design pressure,bukan hanya operational pressure.
Nah, pembagiannya berdasarkan pressure hydrotest ini dan biasanya per jenis material.

Tanggapan 10 – kumeidi.nur

Untuk pelaksanaan hydrotest memang sudah ada prosedurnya per ASME b3.13. Tapi belum ada pembagian test package. Dalam sistem kami memang tidak sberapa rumit sperti process palnt, hanya ada line liquid dan line vapor. Bisa saya jumper jika pressure hydro sama. Tapi kalo hanya cuma 2 test package kira2 susah ga proses pembersihan pipa?karena line tersebut punya banyak branch2 lagi…

Tanggapan 11 – doni_rachmayadi

Gini aja mas Nur …

Bawa aja P&ID & Line List kerja anda, sukur2 lengkap dengan isometricnya ke senior piping di tempat kerja anda. (atau anda paling senior ?)
Silakan berdiskusi dan berembug mengenai paket hydrotest.
Mudah2an dari diskusi tersebut, anda mendapatkan pencerahan.

Tanggapan 12 – Sketska N.

Pak Nur, kamu ini sembari buat prosedur seperti nya ya plus masukan dari rekan-rekan disini 🙂

Ya saya sependapat dengan pak Doni dibawah, urun rembug penting sebelum mengerjakan segala sesuatu nya, minimal pembicaraan2 informal di sela minum kopi / makan siang.

Pengalaman saya berkoordinasi dengan tim Comm, selain spec juga mengingatkan time-line karena kita mengejar MC dan FA nya. Sehingga di saat konstruksi dibeberapa line yang sudah rampung serta ‘aman – terkendali’ dari sisi HSE maka langsung dapat di initiate mengerjakan hydrotest di line tsb. Beberapa hari konstruksi rampung, maka pekerjaan Pre-Comm pun akan kelar, yang mana semua nya sequence berjalan. Lebih ke strategi teknis pengerjaan, walau kita akan selalu merefer ke standard dari sisi design.

Tanggapan 13 – eep.saeful

Pak Nur,

Saya jadi balik bertanya,

Sampeyan dah punya system definition belum?
Dari system definition ini di generate menjadi test package tergantung dari test pressure dan test media nya. Kedua data ini di ambil dari line index.

Sampeyan mark up di P&ID master dengan warna yang berbeda dan test limit, dan register no nya, Ketahuan deh berapa test package nya,

Tanggapan 14 – ardianta somad

Pak Nur & rekans,

Sedikit menambahkan, menurut pendapat saya masalah pak nur baru bisa solved jika kita liat detail dwg dari pekerjaannya
Jika pak nur ingin membagi 2, 4 atau beberapa test paket sebenarnya tidak menjadi masalah karena point yg paling pentingnya adalah semua pipanya di test dengan mempertimbangkan mana yang paling tepat dalam eksekusinya.

Selain diskusi dengan senior piping, pak nur perlu juga berdiskusi dengan supervisor bapak membahas detaiil teknis h/t seperti injection pont, posisi PG, kebutuhan pompa, temporary mtrl yg dibutuhkan dsb.
Untuk membersihkan pipa atau flushing, di tempat saya bekerja dulu metoda nya 8′ keatas kita pakai rupture disk sedangkan dibawahnya dilakukan dengan quick opening valve.

Banyak branch sebenanya bukan masalah besar hanya tinggal ide dan kreatifitas dalam mengidentifikasi test paket tsb sehingga pelaksanaannya memenuhi requirement, safe dan on-schedule.

Semoga membantu dan selamat bekerja.

Tanggapan 15 – Leo Hutabarat

Rekan NK,

sependek pengetahuan saya, hydrotest bisa saja di lakukan persystem, perline atau per jalur pipa dalam P & ID seperti yg anda sebutkan di bawah, asalkan pressure dan media yg di gunakan untuk hydrotest tersebut harus tetap sama base on specification of material and WPS/PQR, yg mana besar pressure yg digunakan untuk hydrotest tersebut minimal 1.5 kali lebih besar dari design pressurenya untuk actual servicenya. Dan hydrotest tidak ada hubungannya dengan flushing karna tujuan dari kedua treatment tersebut sudah berbeda. Tujuan utama dari Hydrotest untuk mengetest sifat static terhadap base material itu sendiri setelah di lakukan welding/fabrication and installation, selain itu hydrotest juga bisa meng-cover leak-test pada fitting-2 yg sudah di joint (yang di weld maupun yg menggunakan bolting system seperti pertemuan antara Valve to Flange or flange to flange yang mana di antara joint-an material tersebut harus menggunakan gasket ato ring joint)terhadap pipe. Sedangkan Flashing itu sendiri di lakukan setelah hydrotest dengan tujuan membersihkan debris/kotoran yang tertinggal di dalam pipe system beserta fitting-2 setelah di lakukan hydrotest. Lebih detailnya bisa di baca-2 di ASME VIII B3.31(untuk part berapanya saya juga udah lupa…he.h.e…). smoga bisa menjawab.