Kalau anda sudah menguasai software Design lebih baik anda melanjutkan sebagai Design Engineer, Sedangkan QC Engineer memang menarik ,tapi anda harus punya sertificate WI, WE, NDT atau NACE atau lainnya dibidang mechanical.
Terakhir, ikuti kata hati anda, bidang pekerjaan apa yang membahagiakan anda ?, tuntutan gaji besar nanti akan menjadi nomor dua. Syukur kalau mendapatkan bidang pekerjaan yang sesuai bergaji besar, fasilitas bagus.

Tanya – Joey Satriany

Dengan email ini saya mau sedikit curhat kepada rekan-rekan sekalian, Saya diterima di perusahaan yang bergerak di foundry, manufacture (komponen industri transportasi, semen, migas) dan EPC (power plant dan industri gula), pada awalnya saya melamar posisi design engineer tetapi dengan alasan pengalaman kerja sebelumnya pihak HRD mengarahkan ke QC engineer, inilah yang menjadi sedikit ganjalan di hati. Dengan pertimbangan:

Design engineer sesuai dengan minat saya, akan tetapi setelah saya gali lagi ternyata di perusahaan tersebut desain juga dibagi lagi sesuai dengan keahlian yang mendukung core bisnis perusahaan dan yang saya takutkan apabila ditempatkan di bagian yang tidak ada hubungannya dengan migas seperti design foundry.

QC engineer walaupun tidak sesuai dengan minat tetapi saya yakin tetap bisa berkembang disini, sesuai dengan moto saya ‘tidak ada yang tidak bisa dipelajari asalkan ada kemauan dan usaha’, dan prediksi saya dibidang QC nantinya banyak terlibat metode inspeksi seperti welding, NDT dsb sebagai skill umum yang harus dikuasai dan pasti dibutuhkan di Migas.

Rencananya ketika teken kontrak saya mau nego lagi dengan pihak HRD tetapi ada kemungkinan jika disetujui akan ditempatkan di bagian design yang tidak berhubungan dengan migas dan apabila saya bersikeras di design tertentu mereka pasti curiga dan bisa terbang lagi kesempatan ini, pastinya saya tidak bisa mengungkapkan motif sesungguhnya sebagai batu loncatan bukan???

Jadi saya minta pertimbangan dari para senior apa yang harus saya lakukan, tetap insist di Design Engineer atau di QC engineer yang mendukung karir saya kedepan untuk masuk di dunia migas dan mengenai dua opsi posisi diatas mana yang lebih dibutuhkan di indonesia atau paling mudah sebagai batu loncatan dengan pengalaman 2thn sudah bisa sebagai modal????

Tambahan info saya pernah bekerja di perusahan manufaktur elektronik selama 3,5thn sebagai Process engineer plastic injection walaupun begitu saya tetap mengasah skill design di waktu senggang dengan belajar software mechanical seperti ANSYS, NASTRAN, primavera, PDMS, Pipesim akan tetapi karena tidak ada arahan yang jelas jadi tidak bisa dikatakan ahli. karena faktor usia (30thn) saya tidak ingin salah jalan dalam mewujudkan impian meniti karir di industri Migas.

Terima kasih atas perhatiannya.

Tanggapan 1 – bambang ismoyo

Mas Joey,

Saya kira keduanya bagus. Tinggal bagaimana anda bisa menjadi profesional dibidang yang anda geluti. Jangan anda yang memilih dan mencari tapi biarkan peluang yang memilih dan mencari anda.

Tanggapan 2 – hadi muttaqien

Saudara Fajar,

Kalau anda sudah menguasai software Design lebih baik anda melanjutkan sebagai Design Engineer, Sedangkan QC Engineer memang menarik ,tapi anda harus punya sertificate WI, WE, NDT atau NACE atau lainnya dibidang mechanical.
Terakhir, ikuti kata hati anda, bidang pekerjaan apa yang membahagiakan anda ?, tuntutan gaji besar nanti akan menjadi nomor dua. Syukur kalau mendapatkan bidang pekerjaan yang sesuai bergaji besar, fasilitas bagus.

Tanggapan 3 – abdi raja

BENAR YANG PENTING KERJA/BERKARYA DULULAH,SESUAI DENGAN MINAT DAN KEAHLIAN YANG ADA.GAJI BESAR AKAN MENGIKUTI SESUAI DENGAN KEMAMPUAN DAN PENGALAMAN.
GAJI MAH TIDAK PERNAH CUKUP BERAPAPUN DIKASI AMA COMPANY,YANG PENTING HAPPY DALAM BERKARYA DAN BERGUNA BAGI SESAMA DAN LINGKUNGAN.

Tanggapan 4 – M.Dzuhri M

Dear rekan Fajar,

Hanya sedikit menambahkan.

Cintailah apa yang Anda kerjakan, jangan mengerjakan hanya apa yang Anda cintai.
Karena hidup adalah pilihan; maka kembalikanlah pilihan itu kepada diri Anda.

Mana yang Anda rasakan tenang dalam perasaan Anda, mungkin itu suatu pertanda dari Yang Maha Kuasa sebagai pilihan yang Terbaik.

Selamat berkarya dan berikan yang terbaik minimal untuk diri sendiri.
Kedepannya, insya Allah dapat memberikan yg terbaik untuk masyarakat + Negara serta agama.

Tanggapan 5 – Ahmad RizalSoulisa

Pak Fajar,

Saya yakin keadaan ideal bapak sebenarnya adalah menjadi orang terbaik di bidang yang bapak geluti. Masalah bapak mencapainya lewat jalur design engineer atau QC engineer, saya yakin selama tetap mencapai sasaran, pak Fajar tidak akan mempermasalahkan.

Menurut saya, menggeluti QC pun bapak tetap bisa belajar design, walaupun dari cara pandang yang lain. Karena toh ilmunya sama.

Dan kalau bapak ingin terjun ke dunia migas, bukanlah masalah bapak pernah ditempatkan dimana. Tapi, apakah bapak berkemampuan mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang bapak miliki baik di migas, maupun di fabrikasi.

Tanggapan 6 – Ijef effendi

Rekan joey,

Jika seperti yg anda ceritakan, mudah saja tinggal anda menanyakan ke HRD proses assesment kenapa bisa di arahkan ke QC, karena mungkin ada alasan nya atau ada evaluasi jabatan dari Human Resources.
kalau anda memang capable di design kenapa harus ke Qc ? meskipun pada dasar nya Qc engineer pun sangat berperan dalam menjustifikasi design yang di buat oleh Design engineer, karena seorang QC harus melihat dari berbagai aspek pelaksanaan di lapangan dan exection plann project dan masih banyak lagi, beda dengan Design Engineer yang hanya duduk di meja kerja asyik mendesain tapi tidak punya pengalaman lapangan dan justifikasi pelaksanaan.

Tanggapan 7 – Joey Satriany

Dear All,

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas tanggapan rekan-rekan sekalian, saya sadar sepenuhnya apabila kita profesional di bidang yang digeluti pasti memberikan benefit tersendiri.

Sejujurnya keinginan sebagai design engineer murni karena minat dan panggilan hati untuk mengaplikasikannya secara nyata, pengalaman kerja saya sebelumnya juga terlibat dg evaluasi draft desain suatu produk dan ketika desain itu bermasalah seringkali tidak hanya memberikan feedback bahkan saya buatkan 3D model dan 2D drafting beserta analisanya untuk revisi desain walaupun sebenarnya bukan jobdesc saya, inilah yang membuat mengapa ketika pihak HRD mengarahkan sebagai QC engineer muncul kebimbangan meskipun dengan alasan saya lebih cocok di bidang ini berdasarkan assessment dr mereka, kalau melihat posisi kerja sebelumnya memang lebih condong ke QC walaupun beda industri.

Di industri fabrikasi jika dilihat dari segi kapabilitas baik design ataupun QC eng keduanya saya akui secara teknis memang harus banyak belajar, jadi saya berpikir kalau memang start dari awal mengapa tidak langsung terjun di bidang yang saya minati?? mengingat dari sisi usia sudah bukan lagi range ideal untuk mencoba-coba bidang apa yang akan menjadi pilihan karir sebagai expert nantinya.

Mungkin ada pengalaman atau pandangan dari rekan sekalian, Apakah mengawali karir didunia migas sbg QC eng terus pindah design eng akan memberikan nilai plus daripada dari awal sbg designer???