Menghitung harga produk subsidi (BBM; premium, kerosene, dan solar) dan LPG 3 kilo. Subsidi adalah selisih harga yang dibayarkan Pemerintah kepada badan usaha yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan produk2 bersubsidi. Selisih harga ini adalah harga patokan/harga referensi yang formulanya ditentukan pemerintah dikurangi dengan harga yang dijual ke masyarakat. Mengapa badan usaha, karena saat ini penyalur bbm bersubsidi di indonesia sudah tidak lagi monopoli pertamina, tetapi pemerintah (melalui BPH Migas) menunjuk badan usaha tsb. Saat ini selain pertamina, petronas, dan satu nya saya lupa (mungkin AKR) yang juga menyalurkan produk BBM bersubsidi. Harga yang dijual ke masyarakat, misal untuk premium Rp4500/Liter, harga tsb ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden. Harga patokan saat ini dihitung dengan menggunakan metode MOPS + alpha, dimana MOPS adalah Mean Oil Platts Singapore, harga publikasi untuk produk BBM di singapur, sedangkan alpha adalah biaya2 distribusi, biaya handling dan storage, biaya untuk memberikan fee/margin kepada pemilik SPBU, dan untuk margin kepada badan usaha penyalur produk BBM (Pertamina atau Petronas).

Tanya – defriansyah mardinsyah

Dear Millis,

Sekarang lagi hangat tentang opsi pembatasan BBM dan kenaikan harga premium. tetapi sebenarnya bagaimana sih penetuan harga BBM & LPG dan perhitungan subsidi yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.

Seringkali angka-angka yang dikeluar sudah merupakan hasil perhitungan, sedangkan perhitungannya kita tidak mengetahuinya. jangan-jangan salah hitung.

kalau ada diantara anggota milis yang tahu cara hitungnya.. mohon di share.

Tanggapan 1 – andriawan

HArga elpiji berdasar kan hrga propan dan butan ex ARAMCO. selisih ex aramco dengan harga jual dilapangan merupakan subsidi yg harus di bayar pemerintah ke Pertamina selaku agen BBM PSO . . .

Maret 2011, perton rata2 LPG Mix ex aramco 825 USD. ex subsidi LPG Melon 470 USD selisih 355 USD.

ada lagi faktor alfa yg juga di masukkan, ini merupakan biaya pengganti transport(?) biasanya 25 – 50 USD tergantung jarak.

Tanggapan 2 – Siti Rohmi

Sekedar sharing informasi yang saya tau, dan rekan lain bisa menambahkan atau mengkoreksi nantinya.

Menghitung harga produk subsidi (BBM; premium, kerosene, dan solar) dan LPG 3 kilo.

Subsidi adalah selisih harga yang dibayarkan Pemerintah kepada badan usaha yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan produk2 bersubsidi. Selisih harga ini adalah harga patokan/harga referensi yang formulanya ditentukan pemerintah dikurangi dengan harga yang dijual ke masyarakat.
Mengapa badan usaha, karena saat ini penyalur bbm bersubsidi di indonesia sudah tidak lagi monopoli pertamina, tetapi pemerintah (melalui BPH Migas) menunjuk badan usaha tsb. Saat ini selain pertamina, petronas, dan satu nya saya lupa (mungkin AKR) yang juga menyalurkan produk BBM bersubsidi.

Harga yang dijual ke masyarakat, misal untuk premium Rp4500/Liter, harga tsb ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden.
Harga patokan saat ini dihitung dengan menggunakan metode MOPS + alpha, dimana MOPS adalah Mean Oil Platts Singapore, harga publikasi untuk produk BBM di singapur, sedangkan alpha adalah biaya2 distribusi, biaya handling dan storage, biaya untuk memberikan fee/margin kepada pemilik SPBU, dan untuk margin kepada badan usaha penyalur produk BBM (Pertamina atau Petronas).

Sama halnya untuk LPG 3 kilo. Benar seperti yang disampaikan Bpk Andriawan, bahwa harga patokan/ referensi LPG menggunakan CP Aramco (Contract Price Aramco). Sedangkan harga jual nya ditentukan juga oleh pemerintah.

Demikian semoga bisa memberi sedikit gambaran :).

Tanggapan 3 – Irwan.K

Mungkin maksud Mas Defriansyah, bukan cuma rumusnya saja.. tetapi langsung dengan angka nyata.. parameter ini berapa, itu berapa dst.. :-).

Tanggapan 4 – Siti Rohmi

Sebagai gambaran sederhana :

Harga Solar (Gasoline) di Singapur adalah : 90 USD/bbl, misal kurs adalah 9000, maka harga gasoline di singapur : Rp 5.094/Liter

Harga Jual Solar yang kita beli di SPBU : Rp 4500/Liter

Pajak PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor = 5%) dan PPN (10%) : Rp 587/Liter

Alpha untuk solar (saya lupa tepatnya ) +- : Rp 597/Liter

Subsidi : (5.094 + 597) – (4500-587) = Rp 1.778/Liter

Semoga bisa menjadi gambaran sederhana :).

Tanggapan 5 – defriansyah mardinsyah

terima Kasih Pak Andriawan, Mbak Siti Rohmi, Mas Irwan K atas masukan nya.

memang maksud saya adalah detail dari perhitungan yang dijadikan dasar oleh pemerintah dalam menentukan subsidi. karena fakta dilapangan, kita hanya diberikan angka-angka yang sudah jadi, dimana diinformasikan bahwa subsidi BBM dan Gas LPG sekian Triliun pada tahun ini, dan diperlukan kebijakan kenaikan harga BBM atau pembatasan BBM untuk mengurangi Subsidi.

Kita sebagai masyarakat tidak di Infokan tentang perhitungan tersebut. misalnya untuk komponen Alpha, yang berdasarkan info dari mbak Siti Rohmi terdiri dari biaya2 distribusi, biaya handling dan storage, biaya untuk memberikan fee/margin kepada pemilik SPBU, untuk margin kepada badan usaha penyalur produk BBM. persoalannya apakah jumlah alpha yang ditentukan oleh pemerintah itu sudah sesuai dengan pelaksanaan dilapangan.

Untuk Harga Aramco dalam penetapan harga gas LPG yang digambarkan oleh Pak Andriawan, harga per tanggal berapa yang dijadikan sebagai patokan perhitungan harga pokok Gas LPG, mungkin saja harga Aramco tersebut berubah-ubah begitu juga dengan harga MOPs.

kira-kira ada yang punya informasi detailnya gak yah tentang simulasi perhitungan subsidi BBM dan Gas LPG 3 kg tsb.