Dalam cost estimation, apalagi utk project dgn capital yg besar disarankan untuk mempersiapkan Basis of Estimate. Basis of estimate ini adalah dokumen yg berisikan justifikasi2 utk menghasilkan project cost dan mengidentifikasi parameter2 akan yg digunakan dlm mengartikan ruang lingkup pekerjaan ke dalam cost estimation. Isi dari Basis of estimate antara lain: SOW description, metode estimasi, class of estimate, justifikasi, data dan harga yg digunakan, contingency, dan allowances. Tujuan basis of estimate lebih kurang adalah menghasilkan project cost estimation yang reliable, traceable dan repeatable. Nah, akan mudah bagi kita sbg owner utk melihat darimana datangnya angka2 tsb. Kalau kemudian ingin melakukan perubahan krn harga baja yg tinggi, barge yg susah dicari tinggal rubah unit price dgn merujuk ke basis of estimate.

Tanya – pudjosunarno

Rekan Migas yang terhormat.

Merupakan hal yang menarik untuk didiskusikan dalam wadah KMI kita ini mengenai PROJECT COST ESTIMATE.

Standar dan basis estimate yang berbeda akan menghasilkan Project Estimate yang berbeda pula.

Negara yang ‘besar’ ini sangat memerlukan STANDARD.

Tanggapan 1 – El Fisar

Rekan2 Milis,

Menarik memang membahas mengenai project cost.

Dalam cost estimation, apalagi utk project dgn capital yg besar disarankan untuk mempersiapkan Basis of Estimate. Basis of estimate ini adalah dokumen yg berisikan justifikasi2 utk menghasilkan project cost dan mengidentifikasi parameter2 akan yg digunakan dlm mengartikan ruang lingkup pekerjaan ke dalam cost estimation.

Isi dari Basis of estimate antara lain: SOW description, metode estimasi, class of estimate, justifikasi, data dan harga yg digunakan, contingency, dan allowances.

Tujuan basis of estimate lebih kurang adalah menghasilkan project cost estimation yang reliable, traceable dan repeatable.

Nah, akan mudah bagi kita sbg owner utk melihat darimana datangnya angka2 tsb. Kalau kemudian ingin melakukan perubahan krn harga baja yg tinggi, barge yg susah dicari tinggal rubah unit price dgn merujuk ke basis of estimate.

Tanggapan 2 – dedy.efrizal@medcoenergi

Dear Rekan2 Milis

Saya cuma ingin menambahkan pembahasan Pak El Fisar.

Dalam project cost estimate juga perlu diperhatikan faktor external yg sangat mempengaruhi Cost estimate. Untuk project2 yg multi year kita mesti memperhatikan inflasi, supply & demand jangan sampai kita salah mengestimasi cost, terlalu kecil atau terlalu besar. Karena estimati terlalu besar, kita harus menganggarkan cost yg besar pula sehingga kita mesti membayar interest yg besar pula, sehingga ada opportunity cost yg perlu diperhatikan disini.

Untuk budget tahunan (Kalo di Oil&Gas disebut WP&B) Kita harus memperhatikan barang2 yg delivery timenya lama. Contoh compressor yg demandnya lagi tinggi sekarang ini dan delivery timenya cukup lama sekitar 50 weeks. Seandainya compessor kita pesan sekarang kita tidak perlu membudgetkan semua cost compressor pada tahun ini, karena delivery time nya lama jadi kemungkinan costnya akan dobayar tahun depan.

Tanggapan 3 – hananto_nugroho@fmi

Bapak2, saya masih belum cukup clear dengan masalah project cost estimasi ini. Bisa tidak di perjelas lagi agar lebih gamblang. Missal soal standard dan basis of estimasi seperti yang Bpk Pudjo dan Bpk Elfisar, seperti apakah standard dan basis of estimasi itu?

Mohon pencerahannya.

Tanggapan 4 – dedy.efrizal@medcoenergi

Basis of Estimate itu merupakan dokumen yg memuat dasar2 asumsi, justifikasi dan metode dll (internal /external factor) dalam kita melakukan estimasi.

Krn sifatnya estimasi maka hasilnya pun mempunyai range accuracy tergantung dari actual data yg sudah kita punyai atau tahapan project. Misal pada saat screening yg datanya masih berupa general location and site conditions, block flow diagram, preliminary equipments list hasilnya berbeda dgn estimasi yg kita lakukan pada saat project beranjak ke detailed engineering design maupun pada saat construction dimana data2 semakin lengkap dan actual.

Menurut saya tahap FEED yg biasanya dijadikan tahap utk estimasi pendanaan setelah paling tidak data berikut dimiliki: prelim P&ID, final equipment/facilities layout, firm major equipment / facilities sizing, detailed plot plan, refined contracting plan, defined escalation, contingency dst. Owner biasanya memperhitungkan project time frame, berapa lama bid plans dan target production date.

Yg coba distandardkan mungkin adalah minimum requirement dari basis of estimate content. Misalnya (but not necessary be limited to):

1. Introduction

1.1. Project Description

1.2. Report Objectives

2. Basis of Estimate

2.1. Basis of Design

2.2. Cost Breakdown Structure

2.3 Scope of Work

3. Procurement Cost

4. Construction Cost

5. Miscellaneous Cost

5.1. Project Management Cost

5.2. Construction Engineering

5.3. Client Cost

5.4. Insurance Cost

5.5. Escalation

5.6. Contingency

6. Clarifications

Silahkan jika ada teman2 lain yang lebih berpengalaman yang ingin menambahkan utk mempertajam bahasan.

Tanggapan selengkapnya dalam pembahasan ini dapat dilihat dalam file berikut: