Mohon pencerahannya, saat ini saya sedang melakukan modified nozzle, additional new nozzle ke existing vessel. Content vessel yaitu gas propane C3. New nozzle added adalah 2′ (2offs). Yang menjadi point of mark saya, apakah ini tetap direquirementkan untuk dilakukan Hydrotest di keseluruhan body vessel..?, atau ada kemungkinan local hydrotest saja(if any??) atau RT only..?. Dan bagaimana code menstatekan terkait hal ini..?? dengan mempertimbangkan kondisi piping connection disekitar plant tsb masih kondisi existing (karena kompleksitasnya.

Tanya – ady_designeering

Dear All,

Mohon pencerahannya, saat ini saya sedang melakukan modified nozzle, additional new nozzle ke existing vessel. Content vessel yaitu gas propane C3. New nozzle added adalah 2′ (2offs).
Yang menjadi point of mark saya, apakah ini tetap direquirementkan untuk dilakukan Hydrotest di keseluruhan body vessel..?, atau ada kemungkinan local hydrotest saja(if any??) atau RT only..?. Dan bagaimana code menstatekan terkait hal ini..?? dengan mempertimbangkan kondisi piping connection disekitar plant tsb masih kondisi existing (karena kompleksitasnya.
Please advice.

Tanggapan 1 – Sugeng Hariyadi

Adi,

Kalau boleh tau, PV anda berapa stage, single atau double atau triple stage. Kalau PV anda yang mengalami perubahan hanya pada stage 1 saja, ya cukup satu stage itu aja yang di re-hydro test. Untuk selengkapnya, saya sarankan anda untuk merefer ke ASME VIII div-1 tahun 2007, sub section B yang membahas mengenai ‘REQUIREMENTS PERTAINING TO METHODS OF FABRICATION OF PRESSURE VESSELS’. Kalau saya mengacu ke ASME, semua bagian yang menempel pada vessel shell atau sudah menjadi bagian pressure part, itu perlakuan NDT-nya 100&, akan tetapi khusus untuk welding yang melingkar di shell, anda harus melakukan NDT dengan UT 100%, karena RT tidak bisa dilakukan pada posisi welding melingkar pada shell seperti halnya pertemuan nozzle dengan shell.

Dalam hal ini perlu anda pahami bahwa penambahan nozzle 2′ tersebut ada kaitannya dengan proses piping atau hanya untuk menambah assessories saja, seperti halnya untuk PI atau TI…? kalau hanya assessories, pada saat sebelum melakukan penambahan nozzle anda hanya cukup mempersiapkan additional calculation note biasa berdasarkan dan atau mengacu pada calculation note existing. Akan tetapi kalau penambahan nozzle tersebut ada kaitannya dengan penambahan media proses piping, maka vessel anda tersebut sudah tergolong perubahan alteration (merubah design dari fungsi semula), dan memerlukan uji design ulang mengacu pada proses yang ada sekarang dengan supporting kondisi vessel yang dirubah, seperti halnya sisa wall thickness, corrosion allowance, inlet pressure, outlet pressure, design PSV yang nempel berapa, kondisi liquid atau fluida yang ada divessel tersebut seperti apa dll…, untuk mensupport design calculation yang baru sebelum vessel anda disertifikasi ulang dan stamp by ASME sebagai status vessel repair. Kalau gak salah untuk alteration seperti ini sudah di atur dalam ASME VIII Div.3 2007 PART KD untuk ‘DESIGN REQUIREMENTS’.

Tanggapan 2 – muhammad rifai

Kalau saya, mungkin coba di check di peraturan lokal… kalo kita yang peraturan migas…. asme sendiri setau saya untuk vessel yang baru (nggak tau kalo yang div3… sekolahnya nggak sampai div 3)….

malah mau tambah pertanyaan ke pak sugeng… stage yang di PV itu maksudnya apa sih pak… apa beda PV single stage dan double stage atau triple stage?… malah bingung saya.

Tanggapan 3 – Sugeng Hariyadi

Kalau di peraturan lokal dari MIGAS tidak membahas mengenai hal ini, yang ada diperaturan migas sesuai UU dibidang MIGAS no 80K, tahun 1998 juga tidak mengatur akan hal perubahan design, dan dalam peraturan perundangan tersebut juga mengisyaratkan untuk perubahan sebuah bejana tekan tetaap mengacu ke ASME dan apabila vessel mengalami perubahan atau repair, seyogyanya contractor atau pengguna bejana tekan yang dipakai untuk dilingkungan migas melaporkan kegiatan perubahan atau repair tersebut. Dalam hal ini certifikasi dalam bentuk SKPP. Semua perubahan pada pressure vessel masih tetap mengacu ke ASME. jika PV tersebut ber-stamp ASME.

Mengenai staging, maaf kealpaan untuk menambah keterangan, Dalam PV proses, staging adalah tampungan untuk tahapan proses sirkulasi sebelum dialirkan ke tampungan yang lain. Sedang Phase merupakan tahapan untuk pemecahan/pemisahan media yang melalui bejana tersebut. Pressure vessel yang mempunyai model staging ini lebih sering dipakai pada Gas Compressor, terutama gas compressor yang model reciprocating system seperti product punya Exterran yang sudah banyak dipasang di Medco, Vico (badak, pamaguhan), ConocoPhillips, ExxonMobil – cepu, Salamder, Chevron Indonesia Company – Senipah (balikpapan), Kalila field.

Sedangkan untuk PV yang mempunyai model phase lebih sering dipakai pada production test separator atau test separator itu sendiri, bisa juga pada close / open drain vessel, crude stabilizer dan atau gas scrubber.

Sedangkan mengenai hydro-test, kalau PV anda model-nya staging, kalau modifikasi atau repair tersebut terletak pada 1 stage saja, ya hydro-testnya hanya pada 1 stage itu saja dan tak perlu 1 vessel yang punya banyak stage di test, kenapa…? karena walaupun dalam 1 vessel terdapat 2 staging atau 3 staging, design untuk masing – masing stage berbeda. Kondisi ini beda dengan PV yang mempunyai 2 phase, 3 phase. Kalau vessel yang di repair tersebut berjenis 2 phase ataupun 3 phase, anda harus melakukan hydro-test satu kesatuan utuh (satu vessel full), karena designya 1 vessel. Perlakuan pada Pressure vessel tidak sama dengan piping yang kalau ada repair atau modifikasi cukup dengan NDT 100%, Pada ASME Section VIII Div-1, atau ASME section VIII div-3 tetap mengisyaratkan di rehydro-test dan re-certification by ASME, jadi name plate vessel anda juga nanti berubah ASME-R mengikuti hasil calculation note yang baru.

Sekadar info aja, bahwa untuk setiap perubahan perlu adanya calculation note yang baru untuk bahan kajian dan sertifikasi baik ASME / ASME-R stamp maupun sertifikasi MIGAS.

Tanggapan 4 – jagoanneon11

Sedikit menambahkan…

Penambahan nozzle 2 inc pada bejana tekan utk propane, jika ditinjau dari :

1. International code standard

Untuk inspeksinya bisa dicek di API 510, disana dikelaskan inspeksi apa saja yg dilakukan utk in-service press vessel. Sedang utk kalkulasi ulang dan modifikasi gambar mengacu ke standard awal, saya yakin memakai ASME VIII Div 1 bkn 3 (alternative rules for construction of high press vessels). Penentuan perlu tidaknya hydrotest bisa dilihat di NBIC NB-23, dimana jika memerlukan ‘R’ stamp, maka perlu dilakukan re-hydrotest.

2. Regulasi Migas

Sesuai KepDitjen Migas No. 84.K (bkn 80.K) bahwa pemeriksaan dilakukan utk peralatan/instalasi yg akan, sedang dan telah dipasang. Lebih jelasnya di dalam sertifikat SKPP bejana tekan diberi penjelasan ‘apabila terjadi hal-hal yg dpt menyebabkan peralatan bejana tekan tsb tdk layak dan tdk aman utk dioperasikan maka SKPP ini dpt ditinjau kembali’. Artinya jika ada perubahan, pemilik hrs lapor kembali ke Migas.

Semoga menambah wawasan..maaf jika ada kekurangan.

Tanggapan 5 – ady_designeering

Dear All,

Kalo merefer ke penjelasan bapak2, vessel yg sedang kami kerjakan adalah typical 2 phases (no stages). Dan nozzle tsb diperuntukkan untuk penggantian existing instrument LSHH (level). Secara process data, tidak ada perubahan yang direquirementkan.Vessel ini adalah stamp ASME req.

Karena kondisi vessel ada didalam plant,spooling2 pipes existing jg berada disekitarnya, shg access ini juga mempersulit execution.

Asumsi sederhana saya saat ini, karena dia termasuk pressure parts, maka dimandatorykan kena pressure test (hydro/pneu).

Karena kondisi plant tsb dan hanya penambahan nozzle tsb, apakah dimaklumkan untuk hanya dilakukan UT or NDT.??

Kalo memang code mengharuskan ada pressure test secara keseluruhan, adakah experiences rekan2, seperti apakah metode executtion test tsb dg kondisi plant spt hal tsb, dan media yg digunakan apa (gas or water)..??

Please advice.

Tanggapan 6 – jagoanneon11

Mas Adi,

Kalo dari penjelasan anda, bahwa bejana ini akan diganti nozzle 2 inc utk instrument, silakan cek di NBIC NB-23 para RC bahwa penggantian nozzle 2 inc termasuk routine repair. Jika digolongkan routine repair sptnya tdk memerlukan hydrotest ulang. Sedang metode NDT disesuaikan dg spesifikasi pemilik dan standard awal sewkt medesain. ASME VIII Div 1 tdk mensyaratkan UT utk corner joint antara nozzle neck ke shell. Silakan dipelajari lanjut ttg joint category.