Sekarang ini, beberapa perusahaan Indonesia menerapkan klausa dalam perjanjian kontrak kerja bahwa karyawan wajib membayar beberapa bulan gaji (bervariasi 2 atau 3 bulan) bila mengakhiri masa kerja sebelum kontrak berakhir.
Jadi anda harus membaca surat kontrak kerja dahulu sebelum menanda tangani. Karena kalau anda sudah menanda tangani berarti anda menyetujui klausa tersebut.

Tanya – Firman Susilo H

Dear Milister/Pakar HRD,

Saya ingin bertanya kepada pakar HRD tentang suatu kasus mengenai berhenti kerja, karyawan tersebut adalah karyawan tetap dan berhenti bekerja di suatu perusahaan, tetapi perusahaan tersebut meminta penggantian biaya kursus dan training + 22 juta, padahal didalam kontrak perjanjian tidak ada pasal perjanjian mengenai penggantian biaya kursus/training. Karyawan tersebut tidak bersedia mengganti uang kursus tersebut. Akhirnya perusahaan tersebut menahan gaji terakhir karyawan tersebut + 7 juta yang sebetulnya merupakan hak karyawan tersebut karena masih masuk kerja sampai dengan waktu gaji dibayarkan. Perusahaan tersebut tetap akan menahan gaji tersebut dan tidak akan mengeluarkan surat keterangan kerja kecuali karyawan tersebut bersedia mengganti biaya kursus/training tersebut.

Dari sudut pandang HRD bagaimana kira kejadian kasus tersebut, dan apa kira-kira yang bisa dilakukan karyawan tersebut untuk menagih hak2nya?

Terima Kasih

Tanggapan 1 – agus.aryadi

Menurut saya karyawan tersebut memakai surat kontrak sbg acuan sebagai kekuatan hokum untuk menuntut haknya.

saya pernah resigned dari suatu perusahaan , padahal saya baru saja selesai trainning 2 bulan sebelumnya.
sebelum 1 month notice to resign, dan biaya nya lumayan besar , tapi perusahaan tersebut.tidak menuntut saya macam2x
mungkin HRD nya orang bertanggung jawab atas apa yang pernah dia tulis di surat kontrak.

Tapi Sempet HRD nya bicara ke saya wah tega nya sampian abis trainning terus keluar (resigned).
ya saya bilang, maaf karena saya sudah lama menunggu kesempatan kerja di tempat yg sekarang ( mid east).
mungkin lain waktu insya allah saya bisa kembali kerja di sini.

Tanggapan 2 – Liliekprasetyo

Pak Firman,

Coba di-ingat, apakah dahulu si karyawan pernah menandatangani perjanjian atau semacamnya, sehingga perusahaan tersebut memperlakukan begitu. Mungkin semacam ikatan dinas atau hal yang mengikat.

Apabila tidak ada sesuatu yang saling mengikat, maka bukan hal yang normal kejadian ini.

Tanggapan 3 – hotma parasian

Saya bukan orang HRD, tetapi ditempat saya kerja sebelum2nya, memang diterapkan system tsb dimana staff akan terikat kontrak sampai waktu tertentu jika mengikuti satu training yg dibiayai oleh perusahaan walaupun karyawan yg bersangkutan sudah permanent, biasanya sekitar 2 years, btw apakah orang tsb bapak sendiri, kok tidak terus terangt ajahh…hehehe.

Tanggapan 4 – Iswandi Nasution

Dear milister,

Ijin ikut nimbrung nih, saya jg bukan orang HRD. Ditempat saya yg dulu perusahaan pulp paper jg ada system tersebut. Tp biasanya ada surat yg ditanda tangani seperti ikatan dinas berapa tahun setelah training. Tp surat tersebut biasanya di tanda tangani sebelum diberangkatkan training. Jd kita di noted di awal bersedia menjalani ikatan dinas atau tidak.
Saya rasa jika orang yg ingin resign tersebut tidak pernah menanda tangani surat seperti itu, orang tersebut berhak untuk menolak tuntutan perusahaannya tersebut.
Mohon tambahan dari yg lainnya.

Tanggapan selengkapnya dari pembahasan ini dapat dilihat dalam file berikut :