Mohon sarannya: Kami ada pekerjaan proeses Overlay antara : a. Base : Plate ASTM A 516 Gr. 70; b. Clad : Hastelloy 22. Jadi mohon diberikan saran, apakah jenis MIG WIRE, AWS No. yang mesti dipakai untuk OVER lay ini? Terima kasih sebelumnya.

Tanya – Sariep Bachruddin

Rekan-Rekan,

Mohon sarannya:

Kami ada pekerjaan proeses Overlay antara

a. Base : Plate ASTM A 516 Gr. 70

b. Clad : Hastelloy 22

Jadi mohon diberikan saran, apakah jenis MIG WIRE, AWS No. yang mesti dipakai untuk OVER lay ini?

terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – maringan.hutagalung@bwg-sea

Hello pak Sariep,

Untuk MIG wire bisa menggunakan AWS class ERNiCrMo-10.

Jika material yang akan di cladding berdimensi besar dan tebal saya lebih menyarankan menggunakan proses Strip Cladding, bisa dengan Submerged Arc Welding ( SAW) ataupun Electro Slag Welding (ESW) Strip dengan AWS class EQ NiCrMo-10, beberapa keuntungan SAW/ESW sbb:

– Deposition rate yang sangat tinggi ( 24-36kg/jam )

– Penetrasi yang sangat merata

– Dilusinya yang sangat rendah ( 10-18% )

– Weld metal yang homogen

– Sensitifitas retak sangat rendah

– Permukaan deposit las merata

– Digunakan dengan system otomatis

– Konsumsi flux rendah

– Terak las mengelupas sendiri

Proses SAW/ESW Strip ini menggunakan mesin SAW pada umumnya hanya bedanya karena menggunakan consumable welding yang berbentuk strip jadi diperlukan Welding head (nozzle) khusus, ampere yang dibutuhkan lebih tinggi dari SAW wire ( 500-1500Amp ). Beberapa ukuran strip tersedia dari ukuran lebar 20, 30, 60, 90 dan 120 mm- pemakaiannya tergantung dari dimensi dan tebal material yang akan di cladding.

Demikian sedikit informasi mengenai cladding dengan Strip Welding.

Teman-teman yang lain yang lebih senior juga bisa berbagi pengalamannya.

Tanggapan 2 – Jimmy Octavianus

Pak Sariep,

Bapak dapat gunakan welding rod hastelloy C22 ini (Techalloy 622).
Kebetulan kami bs stockist u/ welding rod jenis ini pak.

Aws no A5.14.

Silahkan bapak bs menghubungi saya via japri atau ke : jimmy@alfametalindo.com

Tanggapan 3 – Faisal Reza

Ok pak Sariep

salam kenal juga, saya pernah banyak dulu tahun (2001-2005) melakukan project weld overlays utk oilsands-slurry hydrotransport di alberta.

kalau boleh tahu dulu apakah aplikasi overlay yg akan bapak lakukan dan seberapa besarkah area nya?

saya tidak bisa membantu banyak skrg karena memang masih dalam percutian/liburan, tapi saya dulu pernah pakai wire juga powder metallurgy tapi memang kebanyakan utk oil sand kita pakai powder metallurgy dgn process TIG dan PTA juga laser welding. cuman secara detil saya sudah agak lupa apa semua standardnya atau butir2nya, tapi Insha Allah saya bisa gali lagi sisa2 informasi yg dulu.

Tapi kalau MIG wire utk Hast. C-22 (UNS N06022) seingat saya (tlg yg lain koreksi kalau ini salah) biasanya utk nickel alloy pakai wire ER NiCrMo-10 (AWS A 5.11 atau A5.14), dan bisa dilihat juga proses ASME sec IX bab cladding atau surfacing , saya sudah agak lupa dgn ini soalnya nggak di per-weldingan lagi.

Cuman seingat saya pakai wire cooling rate sangat2 inferior dibanding powder metallrrgy sehingga banyak carbon yg berdifuse campur ke materialnya cladnya dan area dilution nya itu lebih besar dibandingkan dgn proses TIG juga PTA. Shg banyak carbide species yg terbentuk dan mengurangi corrosion resistance dari matrix austenitic nickel itu sendiri (juga pengurangan kadar Cr di matrixnya).

ok segitu aja dulu dan sekali lagi mgkin kita bisa diskusi secara intense minggu depan.

Tanggapan 4 – maringan.hutagalung@bwg-sea

Sedikit mau menambahkan posting pak Faisal.
Mengingat difusi carbon thdp material clad, pada pengelasan cladding CRA ( corrosion resistant alloy ) pd carbon steel memang dibutuhkan sedikitnya 2 lapis deposit las utk mendapatkan komposisi CRA tsb, itu sebabnya kita jg perlu alloy 309L sebagai buffer layer utk mendapatkan komposisi 18Cr dan 8Ni pada lapisan cladding pertama di carbon steel baru setelah itu dilanjutkan dengan alloy C22.

Sebegitu dulu salam, mgkin kita bisa lanjut diskusi scr intensif minggu depan.

Tanggapan 5 – Faisal Reza

ehmm iya mas terima kasih atas koreksinya betul kalau utk menggunakan wire, tapi kalau utk powder metallurgy karena cooling rae dan deposisi yg begitu cepat, apalagi kalau yg digunakan dalam oilsands adalah modeified TIG juga PTA (plasma transferred arc) dan laser welding, kita dulu lagsung tanpa buffering layer.

Kalau utk MIG dan SAW memang perlu pakai buffer layers, tapi itu semua tergantung aplikasi (kualitas dan luasan area), kalau hanya utk valves dan hal2 g delicate saya sarankan setidaknya pakai TIG atau PTa dgn men g employ powder metallurgy, kalau utk luasan besar, ada trade off antara kualitas dan cost, mgkin kalau design life nya ingin lama (choke valves atau bagian2 pada well head) dan misalnya juga kalau ada sand entrained fluids maka itu seleksinya agak kompleks, saya kira PTA bisa menjadi sanigan utk SAW, saya kurang tahu kalau di tanah air PTA sudah umum atau tidak. Sdgkn utk yg lebih delicate parts lagi laser welding should be at least the promising option.
tapi iya pada umumnya kalau masih pakai conventional welding process buffer layer (309L) mgkin masih perlu dipikirkan tapi itulah indahnya dunia unconventional (modified TIG atau PTA dan laser welding), ada trade off antara produksi rate dari suatu parts yg mengutamakan effektivitas dari manufacturing, quality dan cost.