Jarak minimum bangunan terhadap equipment, tergantung jenis equipment terdekat. Misalnya jika terdapat pompa yang berisi material flammable sebagai equipment terdekat maka jarak aman berkisar radius 15,2 m. Jika disekitarnya ada Oil Water Separator (API-CPI) maka jarak minimal 61 m untuk bangunan berpenghuni lebih dari 15 orang dan 31.5 m untuk berpenghuni kurang dari 15 orang. Dan masih banyak lagi. Jadi dilihat dulu data equipment yang ada disekililing calon bangunan. Untuk jarak terdekat dengan pipeways adalah 4.6 m dengan catatan bahwa jumlah flanges dan valves diarea tersebut diminimalisir. Untuk code/standard yang dapat dijadikan referensi misalnya API RP 500, 503, 753 dan API 2510. Juga PIP PNC 00003, NFPA 70, 101 dan 497. Serta CCPS Guidelines for Facility Sitting and Layout.
Diatas semua itu, sunggu baik jika dilakukan terlebih dahulu Risk Assesment.

Tanya – Wawan Hendrawan

Dear All,

Saya mau minta saran dari bapak-bapak dan ibu-ibu.

Karena akan membangun control room dengan keterbatasan lahan.

Lokasi yang aman control room dalam suatu plan di onshore berapa meterkah jarak minimum dengan equipment atau piping.

Adakah code and standard yang mengatur akan hal ini.

Terima Kasih.

Tanggapan 1 – Triez

Dear Mas wawan,

Sedikit pandangan dari saya dari sisi electrical safety. Saya kurang tahu, apa rule untuk pertanyaan mas wawan di state secara jelas di oil and gas standard. Cuman coba buat source list hazardous area classificationnya dulu. Minta aja datanya dari process. kemudian mapping di plot plan untuk hazardous area clasificationnya.

Saya kurang tahu properties, pressure, ataupun temperature ambient yang ada di equipment masnya. Bisa jadi piping bertekanan tinggi, siapa tahu 275 psi.. Tingkat flash poinnya berapa. Semua vessel atmospheric atau tidak, dll. Rule of thumbnya dari sisi engineering, equipment budgeting dan lain2 tentu akan berbeda bilamana hasil pemetaan anda adalah hazard area termasuk control room anda. termasuk semua rating equipment yg terkena mapping. Jadi alangkah baiknya ditarik pada lokasi safe area berdasarkan hasil mapping tersebut. coba refers ke API 500 atau 505. Shelter ataupun building mempunya rule sendiri bilamana control room yang di didalamnya ada instrument / equipment ada di hazard area.
Casenya kita batasin di building. Untuk rule di dalam Control Room, silahkan mas wawan refers ke NEC atau NFPA 70 termasuk clearance space dan lain2. saya kurang tahu klo dari segi piping atau euipment maintenance, mungkin ada rule tersendiri.

Tanggapan 2 – yudi putera

Bisa mengacu ke API RP 752 mas..’Management of hazards associated with Location of Process Plant Permanent Building’.

Tanggapan 3 – Thomas Yanuar P

Mas Wawan,

Sependek pengetahuan saya:

a. Jarak minimum bangunan terhadap equipment, tergantung jenis equipment terdekat. Misalnya jika terdapat pompa yang berisi material flammable sebagai equipment terdekat maka jarak aman berkisar radius 15,2 m. Jika disekitarnya ada Oil Water Separator (API-CPI) maka jarak minimal 61 m untuk bangunan berpenghuni lebih dari 15 orang dan 31.5 m untuk berpenghuni kurang dari 15 orang. Dan masih banyak lagi. Jadi dilihat dulu data equipment yang ada disekililing calon bangunan.

b. Untuk jarak terdekat dengan pipeways adalah 4.6 m dengan catatan bahwa jumlah flanges dan valves diarea tersebut diminimalisir.

Untuk code/standard yang dapat dijadikan referensi misalnya API RP 500, 503, 753 dan API 2510. Juga PIP PNC 00003, NFPA 70, 101 dan 497. Serta CCPS Guidelines for Facility Sitting and Layout.
Diatas semua itu, sunggu baik jika dilakukan terlebih dahulu Risk Assesment.

Namun ada pertanyaan lanjutan yang bisa menjadi bahan pertimbangan. Apakah control room tersebut berada pada kilang dan area yang berpotensi menghasilkan ledakan? Misalnya berada LNG Plant, Petrochemical/Refinery Plant dan lain sebagainya. Dimana kajian awal misalnya menunjukkan bahwa area dimana bakal control room itu dibangun masuk dalam kategori hazardous area terutama jika terjadi potensi ledakan equipment di process area.
Jika memang benar, maka diperlukan referensi dan perhitungan untuk blast resistant building.

Tanggapan 4 – Alvin Alfiyansyah

Mas Wawan,

Selain acuan yang sudah diajukan Mas Thomas, bisa juga merujuk secara general ke API 752 dan OSHA 1910.119. Acuan angka dari Mas Thomas tersebut harus dimengerti dasar rujukannya pada kondisi seperti apa dan process unit/plant apa saja yang ada di tempat tersebut dimana akan saling mempengaruhi …yang mungkin saja akan berbeda untuk kasus anda sebelum anda memutuskan memakai blast resistant wall, fire resistant glass, etc untuk control room yang anda maksud tersebut.
Dari NFPA saya tambahkan saja reference yang mungkin perlu diintip juga karena terus terang kaitan rujukan bisa saja cukup banyak namun tidak valid utk kasus anda seperti yang sudah disinggung Mas Thomas : NFPA 30, NFPA 50A, NFPA 58, NFPA 59.

Namun sepertinya anda menginginkan solusi yang kuantitatif yang artinya harus ada engineering judgement akan hal ini, setidaknya concern bahaya dan resiko yang harus anda pertimbangkan adalah sbb. selain bahaya dampak bencana alam tentunya utk penempatan control room yg dimaksud :

• Personnel safety and operator access

• Explosion damage prevention

• Spill spread control

• Vapor releases and vapor cloud travel

• Fire and fire spread

• Flood control

• Maintenance access

• Firefighter access

• Radiant heat from fire

• Economical construction

Setidaknya sampai saat ini ada sekitar 4 control room existing yang memang saya pernah diminta terlibat mereviewnya, 3 lagi study yg lain saya hanya diminta mengerti isi laporannya… utk hal ini dilakukan study ulang untuk melihat kecukupan aspek safety design dan prevention bagi operator atau pekerja di ruangan tersebut (operator bisa bekerja dalam kurun waktu tertentu di control room tersebut atau sampai 24/7 occupied). CMIIW, sorry saya tidak bisa memberi jawaban yg direct bagi hal ini – IMHO.

Tanggapan 5 – A Munawir

P’ Wawan,

Yang sakti dan instant pake ‘IRI Code – IM 2.5.2 – Oil and Chemical Plant Layout and Spacing’, table nya terlampir.

Mungkin jika anda googling bisa dapat versi komplitnya, sebenarnya saya ingin share komplit-nya tapi khawatir berbuntut masalah copyright.
Lebih jauh, bisa menggunaan QRA jika tidak/kurang yakin dengan table ini.