Tiap disiplin engineer di china bisa mengstimasi harga equipment+construction costnya, langsung dari hasil designnya. Mengapa? Karena di china, mereka memiliki katalog dengan spesifikasi termasuk ‘harga’ yang tidak terlalu variabel. Pemerintah china mengatur harga dan memberi range toleransi agar tdk ada permainan harga. Engineer diuntungkan,krn estimasi mereka tdk akan jauh melenceng dr harga aktual dr katalog tsb. Scr tdk langsung, manufacture china jg diuntungkan krn para engineer lbh memilih mengestimasi scr cepat dg katalog china yg ada ‘harganya’, drpd minta2 ke vendor asing yg rata2 tidak open terhadap harga di katalog2nya. Kami mengestimasi sbh bid power plant butuh waktu 2 minggu. China bisa 3-4 hari!!. Ini karena teori ‘prosentase’ base on main equipment price (CIF) diterapkan saat bid. Kelemahan china, spec tdk akan ter capture jelas di bid document. Tp harga, kemungkinan besar pasti on budget dengan aktualnya.

Tanya – Ucen Alkaff

Rekan Kristiawan,

Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan tentang estimasi barang dan jasa.. gimana ya pak perhitungannya?

Misal : tank or pekerjaan fabrikasi or pekrjaan proyek epc lainnya

1. untuk harga perkilo material nya apa aja yang dimasukkan dalam perhitungan

2 untuk jasa misal harga untuk fabrication,erection, sanblasting&painting, harga apa aj yang dimasukkan untuk setiap activity tersebut kalo ada faktor index,gimana hitungnya.

Terima kasih banyak sebelumnya.

Tanggapan 1 – Kristiawan

Rekan Ucen,

Reply terhadap pertanyaan dibawah saya posting di milis, untuk ditanggapi lebih jauh oleh para estimator di milis ini. Maklum, sudah cukup lama saya tidak terlibat di kegiatan detailed estimate di Kontraktor.

Kegiatan team estimator Kontraktor :

– Memahami document contract : scope, spesifikasi, contract terms & conditions, dll

– Site visit ; diskusi dengan construction team tentang metode kerja & construction equipment yang dibutuhkan

– Diskusi dg bagian planning ttg perkiraan schedule proyek, untuk estimasi indirect cost & escalation cost

– Menghitung quantity pekerjaan

– Menghitung direct cost : material, labor, construction equipment, subcontracts cost

– Menghitung indirect cost : supervision, project management, construction equipments, consumables, site temporary facilities, site services, home office cost, insurance, etc.

– Diskusi dg manajemen tentang % contingency (beberapa kontraktor terlebih dahulu melakukan project risks assessment, mitigation plan & evaluasi risks transfer sebelum menghitung contingency)

– Diskusi dg Finance Dept. tentang % escalation cost

– Diskusi dengan manajemen tentang % profit yang diharapkan

– Total bid offer / selling price disetujui management

– Mengisi format commercial offer sebagaimana diminta Client & submit bid

Untuk unit rate contract, kadang Client minta breakdown material supply & installation cost.

Material Supply

Terutama untuk major items, biasanya estimasi material supply dihitung berdasar penawaran Vendor.

Untuk nilai tertentu, beberapa manajemen kontraktor minta penawaran Vendor dilampirkan di internal dokumen basis of estimate.

Estimator juga mempertimbangkan waste/overbuy factor, tax, custom & delivery cost dalam estimasi material supply.

Installation Cost

– Labor rate : biasanya Finance Dept. memberikan besaran labor rate per hari atau per jam untuk berbagai posisi pekerjaan. Angka ini sudah termasuk gaji, paid leave, allowances, insurance, pajak, dll.

– Composite labor rate : estimator menghitung rata-rata labor rate dengan mempertimbangkan komposisi labor dalam tim

– Expected Labor productivity : umumnya kontraktor punya historic data tentang labor productivity untuk tiap pekerjaan, misalnya dalam kondisi normal butuh 1.68 manhours/each untuk butt weld CS pipe dia 16”. Kalau data productivity tidak tersedia, bisa diskusi dengan construction engineer atau pakai published data.

– Installation labor cost/unit = labor composite rate x manhours/unit

Dalam penawaran bid, direct cost (supply + installation) secara proporsional sudah ditambah dengan indirect cost, contingency, escalation, profit sehingga menjadi selling price.

Saya kurang jelas dengan pertanyaan ‘faktor index’, apakah faktor berikut yang dimaksud ?

– Location factor

Labor productivity untuk setiap negara tidak sama, bahkan antar kota dalam satu negara pun angka productivity-nya bisa berbeda. Kalau kita pakai labor productivity data dari Richardson Process Plant Construction Estimating Manual, referensi lokasinya adalah USA. Ada faktor pengali untuk melakukan pekerjaan yang sama di negara lain.

– Time factor

Dalam conceptual estimate (~ guesstimate, order of magnitude estimate), kadang kita pakai referensi harga dari proyek lama kemudian membuat estimate menggunakan metode capacity factor atau equipment factor estimate. Dalam hal ini cost data dari proyek lama tsb perlu di adjust ke tahun sekarang, untuk memperhitungkan eskalasi cost. Chemical Engineering

Plant Cost Index atau Marshall and Swift adalah referensi cost index yang umum digunakan untuk keperluan ini. Semoga membantu.

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: