Coordinat Measuring Machine atau CMM ada yang dioperasikan secara manual, semi auto dan auto. Dasar dari CMM sama dengan CNC mesin. Perbedaannya CNC mesin adalah untuk membuat sebuah part, sementara CMM untuk pengecekan. Keduanya mempunyai koodinat mesin, dan unuk memulainya harus ditentukan koordinat system dari benda kerja.

Tanya – Fernanda Andriksyah

Yth rekan2 milis + Bpk2 moderator KBK mekanikal,

Saya mahasiswa teknik mesin tingkat akhir yg sekarang sedang ikhtiar menyelesaikan tugas akhir saya, tapi saya terhambat pada bagian yang membahas mengenai CMM (coordinat measuring machine). Saya ingin bertanya mengenai :

1. Kapasitas pengukuran CMM ? apakah bisa mengukur sampai skala di bawah mikron (nano atau malah lebih kurang dari itu)?

2. Saya pernah baca di salah satu sumber di internet bahwa CMM perlu diprogram terlebih dahulu sebelum dijalankan, pertanyaan saya : mengapa perlu diprogram terlebih dahulu ? software apa yang dipakai sebagai interface antara mesin dengan komputer? Apakah bisa dipakai untuk PC? Atau ada komputer khusus seperti mainframe atau sejenisnya ?

3. Bagaimana cara menerjemahkan hasil pengukuran dengan CMM menjadi sebuah dimensi benda yang utuh? Ada software khusus atau metoda khusus yang dipakai untuk mempermudah interpretasinya atau malah lebih sering diterjemahkan secara manual?

Mohon Pencerahannya dari rekan2 sekalian. Atas Perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – Wildefri Neidi

Mas Fernanda,

Saya coba untuk menjawab pertanyaannya.

1. Yang saya baca dari buku kapasitas dari CMM untuk ukuran micron, untuk accuracy nya tergantung kepada panjang pengecekan.

1. CMM itu merupakan equipment nya, tapi untuk menjalakannya kita memang perlu PC. Untuk software nya, sampai sekarang saya hanya pernah mencoba 2 macam, (1) under Mitutoyo (Perusahan Jepang), Geopak Win, kalau dulu ada yang version DOS, kebetulan saya belum pernah mencobanya, (2) under ATT (kalau nggak salah German), mengunakan Tutor. Untuk Mitotuyo, PC yang dipakai bisa PC biasa, cuman ada tambahan cardnya.

Program yang dimaksud adalah program untuk menjalankan CMM.

1. Untuk version DOS,saya tidak terlalu paham, kemungkinan untuk version DOS dilakukan secara manual setelah posisi XZY didapat. Tapi pada dasarnya setiap alar ukur posisi, setiap melakukan pengukuran akan didapatkan coordinate XYZ nya, dari sana kita pasti bisa mengetahui jarak antara dua koordinat, atau posisinya. Untuk melakukan pengecekan kita mengunakan probe. Pada saat kita start awal, mesin (CMM) mempunyai koordinat sendiri (mechine coordinate). Sementara pengukuran dilakukan berdasarkan benda kerja. Untuk itu diperlukan untuk membuat coordinate system dari benda kerja itu sendiri. Setelah koordinat sytem dari benda kerja sudah ditentukan baru pengukuran bisa dilakukan.

Untuk menentukan koordinat system dari benda kerja, perlu ditentukan Plane Alignment, Origin Point, dan Axis alignment. Semua informasi ini bisa didapatkan dari Mechanical Drawing dari suatu part.

Untuk tambahan mengenai CMM. CMM itu ada yang dioperasikan secara manual, semi auto and auto. Dasar dari CMM sama dengan CNC mesin. Perbedaan nya CNC mesin adalah untuk membuat sebuah part, sementara CMM untuk pengecekan. Keduanya mempunyai koodinat mesin, dan unuk memulainya harus ditentukan koordinat system dari benda kerja.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – musharyadi

Untuk Mas Fernanda,

Saya hanya menambakan dari pak Wildefri,

1. Untuk accuracy selain tergantung kepada panjang pengecekan juga tergantung pada banyaknya point yang kita ambil pada suatu bidang dari part ( semakin banyak point kita ambil accuracynya semakin baik ),dan temperature ruangan pada saat pengecekan juga bisa berpengaruh.

Saya pernah menggunakan CMM dari manufacture Zeiss dengan model Vista DCC C99,dengan menggunakan software Calypso,temperature sangat berpengaruh terhadap accuracy yang didapat,biasanya kita menggunakan suhu 19-22 degree Celcius untuk pengecekan.

2. Langkah2 pengecekan pada CMM ( dimana pada pengecekan pada CMM menggunakan probe ).

Pertama: Kita harus menentukan probe dan size probe yang kita pakai.Probe terdiri dari beberapa jenis.

jenis probe: Sphere probe ,Center probe , Disc probe ,Cylinder probe dan Star probe ( biasanya probe yang kita gunakan lebih dari 1 probe dan maksimal 5 probe).

Setelah probe ditentukan, langkah selanjutnya Calibration Probe ( cara calibration probe bisa dengan cara manual & Automatic ).deviation yang dihasilkan dari calibration probe juga akan mempengaruhi accuracy.

Kedua: Untuk memulai pengukuran pada benda kerja.

Kita akan membuat Base Aligment ( spatial rotation , planar rotation, X-origin,Y-origin, Z-origin ) dan ini juga dinamakan koordinat system dari benda kerja.yang informasinya berdasarkan Mechanical Drawing part.& Datum pada drawing part.

CMM juga bisa dijalankan dengan cara automatic.

Dengan Cara :

1. Menentukan Clearance Planes

ini untuk menentukan ruang batas dari benda kerja yang akan di ukur.

2. Membuat program.

Kita juga membuat koordinat system.

Untuk membuat program ini hanya cukup mengukur satu benda kerja dengan cara pengecekan manual .dengan kata lain kita meng copy dari pengecekan manual untuk suatu program.

3. program Siap di pakai.

cara menggunakan program, operator hanya memasang benda kerja dan menjalankan koordinat system saja ,selebihnya pengecekan dapat dilakukan secara automatic.

Semoga ini bisa membantu mas Fernanda, selebihnya mungkin ada temen2 atau pak Wildefri bisa menambahkan.

Tanggapan 3 – dianardian.kumala@id.panasonic

Dear Rekan MIgas……….

Bagi rekan yang mempunyai file tentang CMM yang lengkap .

Bisa kirimin yaa…….

Soalnya saya juga tertarik untuk belajar CMM lebih jauh…..

Terimakasih banyak

Tanggapan 4 – Wildefri Neidi

Pak Dian..

Untuk attach file saya sudah kirim kan sama pak moderator untuk disharing di mailist, tapi size file 1MB, mungkin terlalu besar untuk disharing di mailist.
Attach filenya merupakan spesifikasi dari Mitutoyo CMM.

Kalau mau lewat japri..

Tanggapan 5 – Fernanda Andriksyah

Pak Wildefri,

Wah, luar biasa tanggapan dari Pak Wil. Thanks banget atas pencerahannya terutama file attachment yang dikirim.

Setelah saya baca penjelasan bapak, bisa disimpulkan bahwa CMM bisa dipakai untuk keperluan quality control dan untuk membaca hasil keluaran CMM, kita harus mengetahui terlebih dahulu Plane Alignment, Origin Point, dan Axis alignment menentukan coordinat system dari benda kerja (please, CMIIW.).