Pompa LPG itu cukup mahal jika digunakan untuk aplikasi seperti ini. Cara yang praktis adalah dengan memainkan perbedaan temperatur. Tabung besar dan tabung kecil disambung pakai selang pigtail (dengan coupling yang sesuai tentunya). Lalu tabung besar di letakkan upside down (terbalik gitu) sehingga outlet ada dibawah, sedangkan tabung kecil biasa saja outlet/inlet di atas. Selanjutnya anda mainkan temperatur. Tabung besar dipanaskan cara yang paling aman adalah dijemur di panas siang hari bolong. Sedangkan tabung kecil di taruh didalam ruangan sambil didinginkan dengan direndam air (pakai es lebih baik kayaknya). Selang pigtail pakai yang agak panjang (secukupnya).

Tanya – Arthur arthur@lmbsp.ms.itb.ac.id

Dear All,

Saya sedang berusaha untuk memindahkan lpg dari tabung besar (50 kg) ke tabung kecil (14 kg). Apa ada di antara rekan yg tahu pompa yg dapat saya pakai terutama karena ini harus ex-prof. Kalau ada dimana saya dapat membelinya dan berapa harganya ? sekedar tambahan apa mungkin ada pompa jenis ini yg tidak perlu digerakkan dgn motor (dapat digerakkan dengan tangan saja) ?

Terima kasih atas semua informasinya.

Tanggapan 1 – Maison Des Arnoldi

Pak arthur tujuannya utnuk apa? karena ini sebenarnya kegiatan ilegal dan safetynya tidak terjamin. Tetapi kalau utk keperluan riset atau pribadi yang resikonya ditanggung sendiri dan kalau terjadi kecelakaan (ledakan, missalnya) akan berbahaya.

Tanggapan 2 – Arthur arthur@lmbsp.ms.itb.ac.id

Tujuannya sebenarnya sih untuk memindahkan lpg ke tabung konverter kit untuk mobil.soalnya kita sedang menguji pemakaian lpg khusus untuk kendaraan bermotor. Nah karena dispensing station nya belum ada kita harus memindahkan sendiri dari tabung besar.
Tapi saya hargai bgt peringatannya. Saya baru tahu kalau pemindahan lpg dari tabung ke tabung itu ilegal. Masuk akal sih soalnya dulu pernah ada kasus pengurangan isi tabung gas lpg rumah tangga ya.

Tanggapan 3 – roeddy setiawan

pak Arthur,

wah bagus pak, mana oktan lpg itu 115 – 121, jadi mesin nya bisa setel advance banget pengapiannya, barangkali 22-24 BTDC masih bisa tuh. apalagi kalau anda punya supercharge nya ngak akan ada loss power sama sekali. lagian harga nya hampir 1/3 nya, lumayan pak. kalau 10 kg bisa kali 150km sebelum isi lagi yah

atau compression ratio anda di naikin lagi 1:12 mungkin mau tuh pak dengan oktan 121.

Tanggapan 4 – Arthur arthur@lmbsp.ms.itb.ac.id

Pak Roeddy,

Wah terima kasih atas dukungannya nih. Emang benar dari segi performance engine Cuma turun sedikit. Tapi apalah artinya penurunan 2-4 hp disbanding penghematan dan bersihnya emisi gas buang yg didapat. Toh kita dari sisi pemakai mobil sebenarnya banyak menggunakan power yg redundant (naik mobil ke kantor sendirian, beli nasi goreng di pengkolan depan naik mobil hehehe)

Lagi pula secara design, tekanan operasi berada pada taraf yg aman. Dan safety dari sistem lebih kurang setara dengan sistem bensin.Cuma memang untuk kit kita tertinggal jauh dari negara lain yg bahkan sudah memakai sistem emulator untuk meningkatkan efisiensi pemakaian lpg.doakan saja agar dari sini bisa berlanjut ke pengembangan kit buatan dalam negeri. Biar devisa gak terlalu banyak kesedot keluar hehehe.

Dari pengujian awal kami bisa raih 25 km/kg loh pak. Itu untuk mode driveway campuran (higway and traffic). Dan tester driver kami sampe kehilangan kendali emosi karena merasakan kendaraan dgn lpg itu begitu mulus meluncur 😛

Btw eniwei lagi lpg ini bukan sembarangan lpg loh pak, tapi sudah racikan khusus untuk kendaraan. Jadi mungkin kita tunggu saja kapan bahan bakar ini bisa unjuk gigi di pasar nasional.

Tanggapan 5 – Sadikin, Indera

Salut Pak Arthur.

Maju terus dengan risetnya. Tapi kalau nanti udah komersial bagaimana ya?
Apakah pasokan gas Indonesia cukup? Gasnya sih banyak tapi kok banyak perusahaan yang kesulitan dapat gas ya? Kita punya mega project Tangguh LNG tapi katanya udah dijual ke Jepang (bahkan sebelum konstruksi plant).

Ada yang tahu berapa persen gas Tangguh yang dijatah buat Indonesia? Ada yang tahu berapa persen kenaikan persentase pemakaian gas yang ditargetkan pemerintah? Setahu saya yang digeber malah pemakaian batu bara dengan target 70 PLTU baru di seluruh Indonesia.

Kalau distribusi gas lancar sih masalah Pak Arthur tinggal satu nih:
Counting the profit hehehe.

Tanggapan 6 – roeddy setiawan

pak Sadikin,

kalau praktek ijon sih dari mulai arun, bontang dan sekarang kata bapak future tangguh mau begitu juga.
kasihan yah bangsa ini, mana proses ijon nya itu kita tidak pernah tahu, di jaga betul seperti harta pusaka baca tidak transparan he he he.

Tanggapan 7 – roeddy setiawan

dear Pak Arthur,

congrat !! pak Arthur, sudah 25 km/kg lpg . dari data ini, kelihatan lean banget spesifik energy consumption nya. ada teman saya yang senang ngoprek, lpg nya di tambahin oxigen.

sayang dia ngak mau kasih tahu precaution waktu memasukan oxigen ke lpg tank. tapi saya kira rational nya cuman main main di LEL dan Temp, kalau kurang dr 8 % ngak bisa ignite krn too lean, lebih dr 20 % ngak ignite juga karena too rich, kalau dibawah temp nya (saya lupa mesti lihat daftar) ngak bisa ignite juga karena di luar range auto reaction.

dengan ditambahin oxigen ini, density energy yang masuk jadi lebih besar, tapi kalau pak arthur sudah dapat 25km/kg lpg , outstanding. ngomong ngomong racikan nya nitro ???,

Tanggapan 8 – Muchlis Nugroho

Mas (Arthur),

Berdasarkan pengalaman kerja jaman dahulu kala.
Mending anda gak usah pakai pompa, karena pompa LPG itu cukup mahal jika digunakan untuk aplikasi seperti ini.

Cara yang praktis adalah dengan memainkan perbedaan temperatur.

Tabung besar dan tabung kecil disambung pakai selang pigtail (dengan coupling yang sesuai tentunya). Lalu tabung besar di letakkan upside down (terbalik gitu) sehingga outlet ada dibawah, sedangkan tabung kecil biasa saja outlet/inlet di atas.

Selanjutnya anda mainkan temperatur. Tabung besar dipanaskan cara yang paling aman adalah dijemur di panas siang hari bolong. Sedangkan tabung kecil di taruh didalam ruangan sambil didinginkan dengan direndam air (pakai es lebih baik kayaknya).

Selang pigtail pakai yang agak panjang (secukupnya).
Beli aja di pasar jembatan tiga (atau jembatan lima lupa namanya yang deket gunung sahari itu lho).

Gitu deh,

Tanggapan 9 – roeddy setiawan

pak Arthur,

anda bisa coba dengan cara begini:

tabung besar di balik, jadi outlet nya dibawah.
disambung dengan adaptor, anda bikin sendiri valve biasa, baiknya needle valve say ukuran 1/2 inches.

dari adaptor anda sambung ke handpump atau motor driven ngak masalah.
sambungan nya anda cari hose yang layak sampai 200 psig minta yang viton kalau bukan jangan mau. atau kalau mau puas pakai tubing dengan quick connector, bisa surfing di web, quick connector.dari handpump baru masuk ke tabung kecil via hose atau tubing design hand pump bisa di contek dari pump grease ( pompa stempet) tingal di atur saja diameter stroke nya, makin besar makin berat. tapi kan di Indonesia banyak yang tangan nya gede, asal cocok saja mesti antri to get the job (kidding)

kalau mau beli jadi , tingal cari diaphargm pump, pastikan semuanya metal type termasuk check valve nya minta yang viton.

anda akan kehilangan lpg kira kira = volume tabung besar (cuft)*114.7/14.7 kalau mau tahu beratnya yang hilang tinggal kalikan specific grav nya saja.

kalau mau gaya pakai kompressor kecil, cuman harus dihitung laju keluar dengan displacement compressor kecil tersebut. hati hati LPG oktan number nya 120 -115 tergantung campuran. jadi kalu start harus air free, nanti ada kemungkinan autoginite (sangat kecil karena tekanan yang diperlukan cmn 120 psig), silahkan riset sendiri detailnya

safety precaution,

jangan pernah ngisi di ruangan tertutup. isi di ruangan terbuka, say halaman belakang, pasang blower, siapa tahu ada kebocoran saat pengisian tiap lima meter tubing run anda harus grounding kan. karena aliran lpg bisa generate current (saya lupa manitude nya) selamat ngoprek, membuat modal ventura

Tanggapan 10 – Arthur arthur@lmbsp.ms.itb.ac.id

Pak Roeddy bagian disclaimernya original tuh hehehe. Tapi trims ya buat semua saran2nya. saya mau coba perpaduan antara memakai pump dengan permaianan beda temperatur deh. Seperti saran pak Muchlis juga.
Btw eniwei salam kenal deh Pak Roeddy…biar bisa melanggar disclaimer nya nih hehehehe.

Tanggapan 11 – roeddy setiawan

Dear pak arthur,

saya lupa, untuk keperluan bapak, sebetulnya ada pomp pneumatik yang discharge pressure nya bisa lebih dari 200 psig, cari saja Belden pump alike , banyak sekali yang memproduksi, ada yang kecil untuk say 10 kg/minute.

sebetulnya kalau anda, seneng ngoprek, paint sprayer (yang bisa buat cat tembok) tekanan nya bisa sampai 500 psig lebih,rate yang rendah juga. coba jalan jalan ke ace hardware pasti ketemu.

Tanggapan 12 – Muchlis Nugroho

Oh ya pak ini penting jangan sampai kelupaan.

Di tiap ujung hose harus ada valve (contohnya seperti coupling pada stasiun pengisian BBG). Supaya kalau pengisian telah selesai liquid yang tersisa di selang tidak ngejoss kalau coupling dicopot.

Kalau mau kreatif valve pasang sendiri aja. Modalnya pakai pipa (seukuran dengan pigtail) yang dipasangi niple (cowoknya pigtail). Niple juga bisa dibeli di pasar atau bikin sendiri sama craftman lab. Valvenya pakai ball valve merek kitz.

Kalau pengisian gak bisa penuh, coba gas di botol kecil dibuang sedikit. Mungkin masih ada udara (noncondensable) didalamnya.