Ada kasus, panel berukuran 2000 H x 4000 W x 1500 D, mm; Dinding 316L SS, tebal 3 mm; Base nya SS chanel beam 100 x 100 mm, tebal 6 mm. Tiang penyangga utama dipojok pojok nya ada 4 ea terbuat dari carbon steel di welding ke base nya yang terbuat dari Stainless Steel chanel beam. Pertanyaannya, apakah boleh carbon steel bersentuhan langsung dengan stainless steel, bukannya akan menyebabkan corrosion pada stainless steelnya. ( carbon steel di weld ke SS). Setelah di welding, Kalau Cuma di painting carbon steel nya saja, apakah SS akan corrosion juga? Atau harus di painting keduanya ( carbon steel dan SS).

Tanya – Manik manik@kotaminyak

Mohon pencerahan ni.,

Ada kasus, panel berukuran 2000 H x 4000 W x 1500 D, mm

Dinding 316L SS, tebal 3 mm

Base nya SS chanel beam 100 x 100 mm, tebal 6 mm

Tiang penyangga utama dipojok pojok nya ada 4 ea terbuat dari carbon steel di welding ke base nya yang terbuat dari Stainless Steel chanel beam.

Pertanyaannya, apakah boleh carbon steel bersentuhan langsung dengan stainless steel, bukannya akan menyebabkan corrosion pada stainless steelnya. ( carbon steel di weld ke SS)

Setelah di welding, Kalau Cuma di painting carbon steel nya saja, apakah SS akan corrosion juga? Atau harus di painting keduanya ( carbon steel dan SS)

Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – donny pramunanda

Pak Manik,

Untuk pengelasan dissimilar ini,Tolong dilengkapi pertanyaannya Bapak mengunakan electrodenya ? jika bapak menggunakan electrode khusus untuk dissimilar sebangai contoh AWS E309 Mol-17,Saya rasa tidak apa-apa, yang ditakutkan dalam pengelasa dissimilar S/S ke C/S adalah bermigrasinya unsur ‘Cr’ pada HAZ S/S dan kalau ini terjadi akan mengakibatkan intergranular corrosi di material S/S nya.

Demikian infonya,jika ada yang menambahkan monggo.

Tanggapan 2 – Ilham B Santoso

Salam M Manik,

Kalau dilihat dari sisi Stainless Steel nya saja tentu sambungan dan pengelasan ini akan menurunkan ketahanan karat Stainless terutama pada daerah lasan. Namun jika dilihat secara keseluruhan, maka penyambungan kedua jenis metal yang berbeda electro potensialnya akan dapat menimbulkan potensi terjadinya korosi galvanis.

Bila panel tersebut tersekspose pada lingkungan yang basah atau lembab, maka potensi terjadinya korosi galavanis akan membesar. Korosi akan terjadi pada baja karbon, yang lebih bersifat anodic, dan stainless steel akan bersifat lebih katodik akan terlidungi oleh carbon steel.

Semoga ada manfaatnya.

Tanggapan 3 – roeddy setiawan

Dear pak manik,

sebetulnya bisa anda atasi dengan non contact fastener, kalau anda senang ngoprek eletronik, biasanya power transitor nya di fastening dengan non contact fastener ke heatsink.

untuk keperluan anda banyak dijual, stud and bolt yang sesuai dengan keperluan plus bakelite spacer dengan bakelite ring nya. jadi tenang saja.

umumnya kalau saya order stainless steel panel, tadinya supaya clean up nya gampang tinggal di lap dengan rag selesai. jadi engak mau di cat, entah ya kalau yang ini harus di cat.

Tanggapan 4 – bayu AJI

Pak Manik,

Sekedar ingin sharing,

Rule of thumb dalam kasus ini adalah, apabila luas area anodik lebih kecil dibandingakan dengan katodik korosi akan terjadi lebih cepat.
Secara teoritis, even.. pada satu logam pun korosi galvanis dapat terjadi karena ada microcell reaction akibat adanya perbedaan potensial secara mikro, salah satu penyebabnya adanya perbedaan batas butir atau strain energy akibat forming dsb. asal kan syarat korosi aqeous terpenuhi yaitu adanya katoda, anoda, elektrolit serta konduktor. itulah mengapa kalau CS di ekpose tanpa paint, di udara bebas dan lembab akan terkorosi dengan sendirinya.
Oleh karena itu apalagi antara SS yang jauh lebih katodik dibandingkan dengan CS, maka kecenderungan terjadi galvanis besar, namun hal ini dapat dimitigasi dengan mengacu pada rule of thumb tadi, yaitu dengan cara memastikan SS tercat dengan baik. Karena apabila hanya mengecat CS saja, begitu sedikit saja CS (lebih anodik) terkelupas serta ada air (sebagai elektolit) yang merendam atara bagian tersebut dan bagian SS (lebih katodik) yang tidakdicat, maka korosi akan lebih cepat dibandingkan apbila kedua bagian tersebut sama-sama tidak dicat.
Sehingga secara konsep akan lebih safe apabila SS yang dicat (plus bagian joining) daripada dicat dua-duanya, namun munkin secara estetika mengharuskan CS dicat, ya…hal itu oke-oke saja dibandikan hanya mengecat bagian CS sdangkan SS dibiarkan dalam keadaan bare.

Tanggapan 5 – Affani Hakim

Pak Manik,

setau saya, dalam kasus ini carbon steel akan rusak karena korosi. walaupun nanti akan dipainting, tetap terjadi korosi.
Kenapa? karena kasus ini sama seperti kalau anda melakukan Cathodic Protection.
CS akan ‘dikorbankan’ demi SS.
Semoga bisa membantu….

Tanggapan 6 – hasan uddin

Sedikit menambahkan,

Dalam bahasa dan sudut pandang ilmu korosi, ini dinamakan compatibility. Kontak antara 2 (atau lebih) jenis metal yang berbeda komposisinya dapat menyebabkan incompatibility yang dapat menyebabkan korosi dimana metal yang aktif/anodic akan ‘memakan’ metal lainnya. Case incompatibility tidak hanya terjadi pada SS terhadap CS saja. Selama komposisi metalurginya berbeda, incompatibility dapat saja terjadi.

Untuk case SS-CS ini, sepertinya possibility bisa terjadi galvanic corrosion atau intergranular corrosion. SS metalnya sendiri juga bisa mengalami penurunan kadar alloy-nya, dezincification (berkurang kadar zinc-nya).

Jangan lupa, metal-pun dapat terkorosi apabila in contact dengan material non-metal seperti plastik, kayu, concrete, dll.

Tanggapan 7 – PCA_Oloan@asc

Urun Rembug

Cara yang paling simple, pasang stainles pad plate pada sambungan antara c/s support dan body s/s yang akan dilas. Cara ini akan menghindarkan body S/S direct contact ke C/S Support.. Pengalaman dilapangan sejauh ini tidak ada masalah dengan cara stb.

Demikian yang bisa saya sampaikan, kiranya bisa membantu.