Menteri Perminyakan Kuwait, Mohammad al-Busairy mengatakan Supreme Petroleum Council (SPC), highest decision-making body untuk oil policy, telah menyetujui pembangunan dari 615,000 b/d kilang Al-Zour.

Penulis : Eric Watkins

Menteri Perminyakan Kuwait, Mohammad al-Busairy mengatakan Supreme Petroleum Council (SPC), highest decision-making body untuk oil policy, telah menyetujui pembangunan dari 615,000 b/d kilang Al-Zour.

Al-Busairy mengatakan SPC juga menyetujui usulan untuk meningkatkan tiga kilang yang ada di Kuwait—466,000 b/d Mina Al-Ahmadi dan 270,000 b/d Mina Abdulla.

Pengembangan dari kilang Al-Zour diharapkan akan terdiri dari dua tahap. Selama Phase 1, fasilitas akan memproses 300,000 b/d crude untuk pasar dalam negeri. Berdasarkan Tahap 2, kilang akan memproses 315,000 b/d minyak lebih lanjut.

Akibatnya, tahap kedua dari kilang akan menganti distilasi yang dimasukkan dari 200,000 b/d fasilitas Shuaiba, kilang tertua dan terkecil di Kuwait dan direncanakan untuk tutup.

Kuwait kemungkinan mencari investor swasta untuk membantu membangun kilang baru setelah government council menghidupkan kembali project senilai 14.5 milyar dolar, yang tidak dapat berfungsi 2 tahun yang lalu ditengah political opposition.

“Kemungkinan ada beberapa syarat untuk memberi porsi dari pemerintah kepada sector swasta,” kata Kuwait Oil Co. Chairman Sami al-Rushaid sewaktu di London.

Sumber: www.ogj.com