Landing Craft Tank atau Landing Ship Tank penamaan kata Tank adalah memang dulu kapal ini didesain untuk membawa Tank (dan pasukan/tentaranya). Landing sendiri berarti kapal ini mempunya kemampuan mendarat di tepi pantai (dengan sarat yg minim atau dengan dikandaskan). Di badan klasifikasi seperti BKI, Notasi Kelas LCT tidak ada. Yang ada hanyalah notasi kelas ‘Landing Craft’. Kata Tank dihapus karena memang sudah tidak mengangkut Tank (dan tentara lagi) – kecuali LCT yang dimiliki TNI AD dan TNI AL-. Fungsi sudah berubah menjadi mengangkut kendaraan atau alat berat (ada banyak di daerah Tanjung Priok dekat DKB 1). Jadi sangat beralasan jika kapal tipe LCT tidak dapat digunakan untuk mengangkut fuel oil atau crude oil, apalagi jika melihat tanda notasi kapal yang tertera di sertipikat lambung tertulis ‘Landing Craft’. Kecuali jika si pemilik kapal merubah atau menambah tanda notasi menjadi ‘Landing Craft/Oil Tanker’, maksudnya kapal tersebut mempunyai 2 fungsi: sebagai Landding Craft dan sebagai Oil Tanker. Tetapi dalam prakteknya tetap kedua fungsi tidak boleh dilakukan simultan, maksudnya membawa minyak dan juga diatas geladaknya membawa kendaraan/alat2 berat.

Tanya – manuhoro

Bapak-Ibu,

Apakah dapat memberikan informasi mengenai penggunaan LCT untuk fuel storage, apakah praktik ini masih diperbolehkan ? karena saya dengar isu bahwa LCT saat ini sudah tidak boleh digunakan sebagai pembawa bahan bakar.

Tanggapan 1 – Eko Riyadi

Memang benar LCT sudah tidak diperbolehkan lagi mengangkut bahan bakar oleh Pertamina dan Hubla, karena memang dari fungsinya saja sudah jelas.
Kalo gak salah peraturannya dituangkan dalam KM-66.

Tanggapan 2 – b_gunawan2003

Bagaimana jika LCT Tangker tersebut digunakan untuk mengangkut Crude Oil?

Saya pernah mendengar untuk Industri Hilir dilarang untuk menggunakan LCT, akan tetapi alasan kenapa tidak boleh dipergunakan masih belum jelas, walaupun saya dapat mengira-ngira.

Tanggapan 3 – b_gunawan2003

Bagaimana jika LCT Tangker tersebut digunakan untuk mengangkut Crude Oil?

Saya pernah mendengar untuk Industri Hilir dilarang untuk menggunakan LCT, akan tetapi alasan kenapa tidak boleh dipergunakan masih belum jelas, walaupun saya dapat mengira-ngira.

Terima kasih.

Tanggapan 4 – Rawindra

Betul mas,

Tanpa menjadi naval architect, kita pun sudah bisa mengira.ngira kenapa LCT dilarang mengangkut crude/BBM selain di dalam oil bunker.nya sndiri (yang merupakan bgn terintegrasi dari kapal tsb.).

Kira kira ya menyangkut kompetensi perhitungan kestabilan kapal atau di mana titik berat / center of gravity yg baru dgn ditarohnya tangki2 bermuatan cair tsb di geladak LCT. Bagaimana pula dampak liq surging.nya di dalam tangki pada cuaca buruk …. Singkatnya, legislator dan regulator maritim ingin menghindarkan kita dari ‘abuse’.

Tanggapan 5 – Surahman Adi Purwono

mungkin alasan dilarang karena LCT kebanyakan single Hull, jadi beresiko kalo terjadi tabrakan ataupun kandas di laut, tapi kalo dari fungsinya sebenarnya sebagian tanki LCT juga didesain untuk bisa memuat minyak, saya katakan sebagian tank, karena tank lain sudah didesain untuk fresh water ataupun ballast tank, dan piping systemya juga didesain untuk loading and unloading minyak ( kalo minyak mentah mungkin tidak) kalo stabilitas sebenarnya bukan masalah utama, karena setiap kapal akan memiliki stability log book on board untuk mengurangi sloshing efek karena gelombang laut tangki harus di isi penuh, dan atau sebagian tanki di kosongkan, baik cargo tank ataupun ballast tank, chief officer kapal harus mahir dalam hal perhitungan ini,, setahu saya kalo kapal modern semua sudah komputerisasi, tinggal input data saja berapa tank mau di isi berapa persen ngisinya maka titik berat / center of gravity, draft depan dan draft belakang kapal sudah bisa di ketahui, sangat mudah dilakukan di atas kapal dan tinggal print saja hasilnya biasanya disebut balast condition, dimana informasi tentang tank, baik cargo, ballast, fuel tank, lube oil tank, fresh water tank bisa di dapatkan complete, jadi setabilitas bukan masalah, bisa di buktikan secara ilmiah.

tapi setiap perusahaan besar / pemerintah punya alasan tersendiri jika mau melarang LCT membawa minyak, mungkin karena safety atau lain2 hal.

Tanggapan 6 – saiful erwan

Selamat pagi,

Jika sebagai liquid carrier, design LCT merujuk kemana yak?

Karena LCT aslinya adalah bulk (non-liquid) landing carrier; seperti propelled (flat-top) barge atau working barge.
Mohon pencerahan.

Tanggapan 7 – Surahman Adi Purwono

saya ada pengalaman ikut terlibat project membangun 2 buah kapal LCT dua tahun yang lalu, kapal itu selain di desain untuk mengangkut di atas geladak / deck
tapi juga separoh tank di bawah geladak dedesain untuk memuat minyak dan separohnya lagi fresh water complete dengan piping systen dan pump dengan class ABS jadi dari fungsinya sebenarnya sebagian tanki LCT juga didesain untuk bisa memuat minyak

Tanggapan 8 – prio sriyono

Kembali ke definisi awal, Landing Craft Tank atau Landing Ship Tank penamaan kata Tank adalah memang dulu kapal ini didesain untuk membawa Tank (dan pasukan/tentaranya). Landing sendiri berarti kapal ini mempunya kemampuan mendarat di tepi pantai (dengan sarat yg minim atau dengan dikandaskan).

Di badan klasifikasi seperti BKI, Notasi Kelas LCT tidak ada. Yang ada hanyalah notasi kelas ‘Landing Craft’. Kata Tank dihapus karena memang sudah tidak mengangkut Tank (dan tentara lagi) – kecuali LCT yang dimiliki TNI AD dan TNI AL-. Fungsi sudah berubah menjadi mengangkut kendaraan atau alat berat (ada banyak di daerah Tanjung Priok dekat DKB 1).

Jadi sangat beralasan jika kapal tipe LCT tidak dapat digunakan untuk mengangkut fuel oil atau crude oil, apalagi jika melihat tanda notasi kapal yang tertera di sertipikat lambung tertulis ‘Landing Craft’. Kecuali jika si pemilik kapal merubah atau menambah tanda notasi menjadi ‘Landing Craft/Oil Tanker’, maksudnya kapal tersebut mempunyai 2 fungsi: sebagai Landding Craft dan sebagai Oil Tanker. Tetapi dalam prakteknya tetap kedua fungsi tidak boleh dilakukan simultan, maksudnya membawa minyak dan juga diatas geladaknya membawa kendaraan/alat2 berat.

Meskipun kapal tipe landing craft ini mempunya tangki2 dibawah2 geladak yang diisi sebagai fresh water dan water ballast, tidak bisa serta merta diasumsikan juga bisa digunakan untuk membawa minyak. Dalam sisi kelas kapal dan regulator, arrangement (rancangan) dan batasan safety untuk minyak berbeda dengan air tawar dan water ballast, Jadi disini bukan berbicara dulu aspek kekuatan konstruksi dan stabilitas kapal, meskipun bisa saja keduanya telah memenuhi aturan. Untuk dapat berfungsi sebagai tanker, jelas Landing craft ini harus memenuhi dulu aturan kelas untuk tanker dan utamanya MARPOL. Jika tidak dapat memenuhi notasi kapal hanya sebatas ‘landing Craft’, jika bisa memenuhi maka akan ada penambahan notasi sebagai ‘Oil tanker’.

Masalahnya di register BKI, kapal dengan notasi ‘landing craft/oil tanker’ sudah tidak ada, karena memang hampir tidak memenuhi persyaratan atau susah memenuhi persyaratan sebagai oil tankernya.

Tanggapan 9 – b_gunawan2003

Terima kasih Pak untuk penjelasannya.

Bagaimana hal nya dengan menggunakan Barge/ Tongkang untuk mengangkut/ membawa Crude Oil? Untuk jenis yang ini, secara praktek sepengetahuan saya banyak digunakan? Apakah diperbolehkan?

Terima kasih kembali.

Tanggapan 10 – prio sriyono

Untuk penggunaan Barge boleh utk mengangkut crude atau fuel oil. Tapi sekali lagi barge tsb harus apply ke badan kelas untuk notasi class seperti ‘oil barge’ atau ‘CPO barge’ atau ‘chemical oil barge’. Desain dan juga safety nya harus memenuhi persyaratan badan kelas untuk pengangkutan minyak termasuk MARPOL. Khusus untuk ‘oil barge’ ada 2 tambahan notasi yaitu with flash point above 60 degree celcius atau with flash point below 60 degree celcius. Nah biasanya kalau notasi di sertipikat lambung kapal hanya ‘oil barge’ itu artinya rancangan dessain dan safetynya untuk below 60 tsb. Dan utk flash point below 60 degree celcius, rancangan desain dan safety nya lebih ketat dr yang above.

Jika barge tersebut bernotasi kelas ‘deck cargo barge’ atau dikenal dengan pontoon, maka tidak boleh sama sekali digunakan untuk mengangkut minyak. Jangankan minyak, digunakan mengangkut fresh water pun tidak diperbolehkan (khusus mengangkut fresh water notasi barge nya ‘fresh water barge’ misalnya).

Dalam kelas pemberian notasi kelas kapal itu identik dengan rancangan design (termasuk konstruksi, stabilitas, safety equipment, machinery & electrical installation). Contoh simple saja! Di deck cargo barge, penggunaan pillar sebagai penyangga konstruksi deck bisa berbentuk H atau L atau Tubular. Sementara untuk oil barge, CPO barge pemakaian tubular pillar tidak boleh sama sekali.

Semoga bisa membantu………. Thx

Tanggapan 11 – El Mundo

Design LCT mengacu pada kapal Ro-Ro.

Seperti kita ketahui, design ro-ro mempunyai beberapa kekurangan yang latent, al.:

1. jika full load maka garis geladaknya ada di bawah permukaan air

2. mempunyai volume ruang terbuka yang cukup besar tanpa watertight bulkhead

3. mekanisme pengunci dan kekedapan ramp door yang belum maximal (reliable) – kasus Ferry ‘Free Enterprice’ dan Senopati di Karimun Jawa.

Sampai saat in IMO working group utk Ro-Ro safety masih membahas latent issue tersebut karena menyangkut ke-ekomisan kapal ro-ro itu sendiri

(lebih jelasnya visit www.crynoeda.blogspot.com)

Utk LCT, ada safety deck yg teletak pada kedua sisi lambung diatas geladak (berfungsi juga sebagai bulwark), akan tetapi ruangan diatas safety deck ini biasanya disalah gunakan atau jarang mendapat perbaikan jika rusak.

Jika LCT di gunakan sebagai fuel storage maka ada dua cara menggunakannya dan kedua2nya dipakai!

a. menyimpan fuel tadi di bawah geladak yang nota bene sudah terbenam di bawah permukaan laut, dan

b. menyimpan di tangki2 tambahan (portable) yang diletakan diatas geladak.

karena pada prakteknya semua manhole yg terdapat diatas geladak tidak kedap maka akan mudah terjadi tumpahan/overflow

Nah dapat dibayangkan jika terjadi kebocroan pada ramp door, maka kapal pun tenggelem dan terjadilah pollusi

oleh karenanya dilarang selain alasan diatas, LCT tidak memenuhi persyaratan kapal utk tanki minyak!

Tanggapan 12 – manuhoro

Pak Eko dan yang lain…

boleh diterabkan lebih dalam pak ? saya nemu PM atau KM 66 tapi tidak ada secara khusus bahwa LCT dilarang.

disitu disebutkan bahwa

‘Kapal tangki minyak adalah kapal yang dibangun dan diperuntukkan untuk mengangkut minyak secara curah dalam ruang-ruang muatan termasuk kapal tangki dengan muatan kombinasi’.

apakah dengan kalimat diatas dapat kita simpulkan bahwa LCT itu sebetulnya tidak dibangun dan diperuntukkan untuk mengangkut minyak secar curah ?

mohon penjelasannya.

Tanggapan 13 – Eko Riyadi

Cak Manuhoro,

LCT itu didesain utk mengangkut barang di atas tangki-2 apungnya.
Jadi maksud dari KM 66 itu untuk menegaskan bahwa tangki pada LCT itu sebagai tangki apung, bukan tangki muat.

Saya setuju dengan penjelasan rekan yang lain, bahwa salah satu penyebabnya adalah titik beratnya.

Jika LCT dimuati barang atau cargo atau kendaraan/alat berat yang berada di atas deck maka titik beratnya masih di atas titik labil.

Namun bila tangkinya yang dimuati barang cair maka titik beratnya mendekati labil, dan perlu dipertimbangkan pula bahwa titik berat barang cair ini bisa berubah-ubah.
Mungkin penjelasan ini bisa membantu…

Terima kasih.

Tanggapan 14 – Manuhoro

Penjelasan bapak bapak sangat membantu saya untuk mengerti mengenai LCT untuk membawa fuel..

Terima kasih…

Tanggapan 15 – prio sriyono

Maaf Mas-mas,

LCT utk Fuel (Floating) Storage atau LCT utk membawa fuel oil (maksudnya cargo tanknya difungsikan buat storage mengangkut fuel oil)???? Dua sisi yang berbeda soalnya.

Utk yg pertama, nggak pernah ada.

Kalo yang kedua, setahu saya dari register BKI, ada notasi kelas Landing Craft / Oil Tanker. Jadi LCT yang cargo tank nya mengangkut minyak. Notasi tambahan bisa ‘flash point above 60 degree C’ atau ‘flash point below 60 degree C’. Kalo fuel oil itu merujuk yg flash point below 60. LCT bisa saja dengan notasi oil tanker tsb, tetapi harus memenuhi arrangement dan aturan utk oil tanker. Salah satunya double hull dan safety nya.

Mungkin bisa membantu.