Golden joint di perlukan apabila lokasi line pipa tersebut tidak memungkinkan untuk di hydrotest, sehingga client memilih beberapa golden joint di beberapa tempat yang diperkirakan kritikal, sedangkan perlakuan golden joint tersebut harus di Witness oleh QC dari root,filler, dengan dilakukan penetrant testing dan jika pengelasan telah mencapai capping (selesai) biasanya diberlakukan radiography. Apabila setelah radiography di golden joint tersebut teryata ada cacat, maka di berlakukan radiography 100% untuk line pipa tersebut.

Tanya – jagoanneon11

Rekan2,

Ada yg punya pengalaman mengenai persyaratan golden joint atau closure weld pada sistem perpipaan yg existing ? Persyaratan tdk dilakukan hydrotest pd golden joint spt apa dan persyaratn lain utk NDT-nya baik secara engineering practice maupun code dan standard.

Tanggapan 1 – doni_rachmayadi

Mas Gathot …

Golden Joint diperlukan disebabkan strategi pelaksanaan di lapangan dimana hydrotest menjadi SANGAT TIDAK ekonomis baik teknikal dan waktu.
Kadang Client membatasi maksimal 2 Golden Joint dalam 1 line.
Biasanya pada golden joint akan dilakukan NDT Radiography 100%.
Jadi diperlukan seorang welder yang mempunyai track record bagus untuk pelaksanaan Golden Joint.

Tanggapan 2 – rahmat_dlyr2g

Di dalam suatu project yang tie-innya berhubungan dengan lifeline sangat dimungkinkan utk dilaksanakan golden joint.sebab tidak mungkin new line ketemu existing line utk dilakukan hydrotest.tie-in yang bersifat welding itu akan diberlakukan RT,PT 100%.dan biasanya setiap contractor akan mengajukan line2 mana yang akan dibuat golden joint.

Tanggapan 3 – Faisal Reza

Kita pernah dulu di malaysia rame kayak gini….kata standar boleh tapi yakinkah kita??

Sampai skrg susah tuk memberi keputusan kayak gini….saya pikir2 lagi..memang susah….

tapi apa susahnya kalau kita ‘tidak melewati’ hydrotest….??

tapi saya akuui sangat susah memberi keputusan ….sebab dari statistik…adalah jarang kita gagal di hydrotest….

lebih jauh…sejatinya hydrotest itu bukan hanya utk ngetes las lasan tapi juga integrity dari pressure vessel itu sendiri…termasuk plate nya (ada kemungkin delaminasi yg mgkin gagal dideteksi waktu NDT)….

Tanggapan 4 – Johanes BS

Mas Gathot,

Sekedar nambahin dari info sebelumnya berdasarkan pengalaman untuk root di NDE (DP) sampai capping lalu terakhir di NDE (RT). Tapi bagusnya tanya lagi ke klien Bapak karena kita kerja tetap harus me-refer ke spec procedure klien.

Tanggapan 5 – mirza kurniawan

Mas Gathot

Mas sekedar memberi masukan untuk Golden joint, benar apa yang dikatakan oleh teman2 kita, bahwa golden joint di perlukan apabila lokasi line pipa tersebut tidak memungkinkan untuk di hydrotest, sehingga client memilih beberapa golden joint di beberapa tempat yang diperkirakan kritikal, sedangkan perlakuan golden joint tersebut harus di Witness oleh QC dari root,filler, dengan dilakukan penetrant testing dan jika pengelasan telah mencapai capping (selesai) biasanya di berlakukan radiography. Apabila setelah radiography di golden joint tersebut teryata ada cacat, maka di berlakukan radiography 100% untuk line pipa tersebut.

Tanggapan 6 – Hendra Gunawan

Salam KMI,

Sebelumnya saya mau mengucapkan salam buat semua, khususnya Pak Mirza Kurniawan yang jauh disana.

Saya juga setuju akan penggunaan golden joint berdasarkan dari masukan teman-teman tersebut.
Cuma ingin menambahkan, setahu saya dalam Code, golden joint hanya dilakukan pada proses Tie-in seperti (erection connection), kalau tidak salah codenya di B31.3. ( mohon koreksi ).
Namun aplikasi dilapangan Golden joint banyak dilakukan selain Tie-in point, yakni berdasarkan kesepakatan antara contractor dan user.

Tanggapan 7 – N.Sirait

Dear Pak Gathot,

Yang pernah kami lakukan untuk pelaksanaan Golden Joint, pengelasannya sama seperti halnya pengelasan biasa, yang berbeda hanya metode NDE nya, pada Golden Joint biasanya dilakukan NDE 3 (tiga) method, yakni RT, UT dan PT . .

Tanggapan 8 – jagoanneon11

Dear All,

Terima ksh atas tanggapanya.

Mgkn sedikit ilustrasi mengenai permslhan golden joint atau closure weld dlm ANSI B31.3 yg sdg kita hadapi. Saat ini plant kami shutdown utk tie-in spool tambahan di banyak line. Sementara kontraktor tdk melaksanakan ketentuan closure weld yg ada di ANSI B31.3 spt yg mas johanes sebut, DP utk root/hot pass dan RT utk complete butt weld. Hydrotest memang tdk bs dilakukan utk bbrp tie-in krn alasan operation. Adakah metode lain jika NDT yg disyaratkan tdk dilakukan ?

Atau adakah rekan2 yg punya pengalaman tie-in dg jumlah puluhan dan joint yg terjadi 100-an ? prosedur atau metode apa yg diajukan kontraktor/owner utk memenuhi suatu closure weld jika keadaan diatas terjadi ?