Saat ini saya sedang membuat tata letak / layout untuk penempatan fasilitas metering tambahan di lokasi metering gas station eksisting.
Mohon pencerahannya kira-kira potensial hazard dari fasilitas eksisting apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan layout ini? termasuk tingkat/level hazard dari setiap alat/fasilitas eksisting yang bisa menimbulkan hazard.

Tanya – ferry silaban

Dear Rekan-rekan migas

Saat ini saya sedang membuat tata letak / layout untuk penempatan fasilitas metering tambahan di lokasi metering gas station eksisting.
Mohon pencerahannya kira-kira potensial hazard dari fasilitas eksisting apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan layout ini? termasuk tingkat/level hazard dari setiap alat/fasilitas eksisting yang bisa menimbulkan hazard.
trus karena lahan yang tersedia hanya dekat pagar, berapa meter minimal buffer zone terhadap pagar yang harus disediakan? karena lokasi metering ini berada dekat pemukiman warga, sedangkan untuk opsi perluasan lokasi untuk fasilitas baru ini sulit terwujud karena tidak memperoleh ijin warga sekitar.
barangkali ada rekan-rekan berkenan menshare ketentuan data-data jarak buffer zone antara satu fasilitas dengan fasilitas lainna dilokasi metering gas station ini.
Terimakasih.,

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Pak Ferry,

Jawabannya sangat subjektif bergantung pada kondisi fasilitas bapak dan akses ke public road atau pemukiman saat ini berapa …? Kalo menurut IRI (beberapa waktu lalu tabelnya sudah diforward oleh Mas Munawir ke milist ini, adalah 25 -150 m (in and out facility) tergantung fasilitas apa lagi yang ada di dekat metering station anda. Hazard yang ada bisa diakses secara general dari aspek perspective security, operational dan accessibility, dan maintenance termasuk pipeline sebelum dan setelah metering tersebut.

Guideline yg lebih spesifik utk identifikasi bahayanya dengan mempertimbangkan aktifitas apa saja yang ada di lokasi termasuk aktifitas penduduk saat ini dan pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah ataupun penduduk tsb dan resiko yang pernah diadukan oleh para penduduk seperti spills, fires, explosions, heat, smoke, odors, hazardous releases, or noise. Saran saya untuk menunjang buffer zone-nya lakukan What-IF analysis akan potensi hazards-nya secara semi kuantitatif. Itu dulu saja Pak Ferry… nanti disambung jika ada kesempatan lagi. CMIIW.

Terimakasih.

Tanggapan 2 – A Munawir

Sedikit berbagi,

Sering kali metering ada dipinggir jalan raya, bahaya sopir mabuk/ngantuk ngebut… Lalu slip dan nabrak facilty anda perlu dipikirkan serius.
Posisi yg menjorok ke dalam, struktur penahan tumbukan mobil, traffic n safety sign, pulisi bobok, penerangan jalan yg memadai adalah proteksi yg perlu dipertimbangkan.

Pertimbangkan juga bahaya pohon tinggi disekitar jika tumbang berpeluang menimpa equipment.

Tanggapan 3 – Darmawan A Mukharror – Crootth Crootth

Dear Ferry,

Untuk menjawab pertanyaan Mas Ferry, ada dua cara, satu dengan cara menghitung berdasarkan risiko yang dimiliki oleh metering gas station, dan yang kedua berdasarkan aturan baku (preskriptif) yang sudah ada.

Untuk risk based assessment, sesungguhnya tidak akan ada yang bisa menjawab pertanyaan Sdr. Ferry jika tidak detail informasinya seperti ini. Untuk menjawab pertanyaan saudara ferry, perlu menginformasikan:

– Komposisi Gas nya seperti apa? Mengandung toxic (H2S, Mercaptan, dll) apa ngga/

– Tekanan Operasi berapa?

– Temperature berapa?

– Inventory berapa m3 (yang tersimpan diantara dua ESDV)?

– Diameter pipa berapa besar?

Namun untuk prescriptive regulation, Mas Ferry bisa mengacu pada Kepmentamben Nomor 300.K/38/M.PE/1997 (bahkan disini pun kudu disebutkan berapa besar diameternya, dan berapa tekanan nya)..

Kesimpulannya, tidak seorangpun bisa menjawab berapa meter minimal buffer zone terhadap pagar yang harus disediakan, dan jarak buffer zone antara satu fasilitas dengan fasilitas lainna dilokasi metering gas station ini.

Untuk hazardsnya, wah banyak sekali mas, di perusahaan saya bekerja saja untuk tiap unit bisa saja terekspos / menghasilkan minimal 43 jenis hazards. Mulai dari human error hingga flooding caused by storage tank failure…

Tanggapan 4 Dirman Artib

So kesimpulan nya adalah gunakan tenaga ahli yang mempunyai kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan pengalaman menghitung risiko). Hasil hitungan harus direview dan diverifikasi oleh independent Third Party.

Tanggapan 5 – Darmawan A Mukharror/Crootth Crootth

Uda Dirman yang baik,

Trevor Kletz, Sam Mannan, Ian Sutton, atau jogan process safety di Qatar sekalipun tak kan bisa jawab pertanyaan Mas Ferry karena process parameter dan data data lainnya tidak lengkap sama sekali.

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Hmmm….

Makanya saya katakan perlu tenaga ahli berkompeten untuk mengidentifikasi data-data yang diperlukan untuk telaahan, kajian dan analisa. Kalau tidak ahli dan tak berkompeten. tentu saja tidak tahu mana data yang perlu ada atau diadakan, misalnya data tentang klasifikasi jenis kelamin manusia yang tinggal di sekitar tersebut adalah tidak relevant untuk kajian.