Buckling propagation adalah untuk me-minimise terjadinya buckling effect (lateral atau upheaval) dengan beberapa remedial measures yang dapat dilakukan.

Tanya – Arief Yudhanto

Yth. Rekan-rekan Migas.

Tahun lalu, dalam Jurnal Migas pertama, Mas Satio Braskoro pernah membahas sedikit mengenai buckling propagation. Kemudian, karena ada kata ‘buckling’ di situ, jadi saya berminat untuk mencari tahu mengenai fenomena ini sekaligus solusi pemecahannya. Dari hasil bacaan saya, di lapangan, engineer biasanya menggunakan buckling arrestor dg berbagai konfigurasi untuk mengatasi perambatan buckling yang punya kecepatan tinggi ini. Mengenai analisis buckling propagation, selain melakukan uji laboratorium dengan membenamkan pipa di dalam fluida, akademisi/engineer juga memakai analytical method (ring collapse) dan finite element method dalam analisisnya.

Adakah di antara rekan-rekan ada yang pernah menganalisis buckling propagation pada pipa? (finite element, analytic, atau experiment). Mohon di-share pengalamannya. Terima kasih.

Tanggapan 1 – Harmanto Soebawi

Mas Arief,

Bukannya ‘buckling’ itu fenomena instability dari suatu struktur dengan beban tekan?
Karena namanya juga ‘instability’, maka tidak menunjukkan gejala-gejala kerusakan pendahuluan dan tidak bisa dicegah kerusakannya. Buckling arrestor hanyalah untuk mencegah efectnya. Dan untuk apa dicari propagationnya, kalao memang itu masalah instability?.

Untuk analisysnya, tidak bisa memakai rumus ‘statika’ orang civil. fenomena ini bisa diketahui dengan rumusan ‘generalized mas’, ‘generalized stiffness’, dan ‘generalized applied force’. Dengan rumusan matematika zero eigen value.

Demikian yang pernah saya uji coba di mesin pres.

Tanggapan 2 – hasan uddin

Sedikit share aja dari sisi ilmu pipeline:

Saya kira filosofi/maksud dari buckling propagation adalah untuk me-minimise terjadinya buckling effect (lateral atau upheaval) dengan beberapa remedial measures yang dapat dilakukan.

Dalam offshore pipelines, yang dapat dilakukan untuk meminimise adalah:

1. menambah tebal concrete coating

2. menambah lay tension

3. mengurangi wall thickness pipa dengan memilih grade yang lebih tinggi (higher yield)

4. memberikan rock dumping

6. menggunakan pipe bundle

7. dll

Untuk dicermati juga, bahwasanya propagasi tsb diatas akan mempunyai implikasi praktis yang harus dipertimbangkan, seperti dengan menambah thickness concrete, maka kemungkinan installation methods-nya akan berubah, higher cost untuk material handling/transportation, bonding antara concrete dengan pipa harus dievaluasi, mengurangi requirement cover depth, dll.

Dan buntut2nya… kadang diperlukan technical adjustment tersendiri untuk mendapatkan dispensasi dari regulatory body karena ‘menabrak’ peraturan.

Untuk simple analysis-nya mungkin bisa pake UPBUCK analysis yang dikembangkan oleh professor-nya pak Satio Braskoro (Prof Andrew Palmer – CMIIW).