Saat ini, existing pipe leak detection adalah membandingkan flow in dan flow out. Sistem pipe line merupakan gabungan antara pompa dan gravity. Operasi speed pompa tidak steady. Panjang pipa sekitar 118 km, pada ketinggian bervariasi dari 2800 – 3000 sekian – hampir 0 meter DPL. Sistem instrumentasi hanya ada flow meter di ujung2 pipe line, dan pressure transmitter di ujung2 dan tengah pipe line. sistem deteksi ini kurang handal untuk mendeteksi bocor kecil, dan masih terjadi false alarm pada saat pompa beroperasi start-stop.

Tanya – sugi waluyo

Rekan – rekan mohon masukannnya,

Saat ini saya sedang mengerjakan sistem line break protection pada transmision pipeline.

Sejauh ini ada dua metode yang sy pertimbangkan

– berdasarkan rate penurunan pressure terhadap waktu ( delta P)

– berdasarkan suatu nilai pressure yang ditetapkan (fix P)

dari dua metode tersebut, sy mencoba membuat komparasi kurang/lebihnya, antara lain:

Delta P

kelebihan

– Segera menutup apabila sensing delta P melebihi setting.

Kekurangan

– Tidak cukup sensitif untuk kondisi kebocoran pipa kecil/ lokasi kebocoran jauh dari sistem line break protection.

Fix P

kelebihan

– akan menutup ketika setting pressure tercapai meskipun itu disebabkan oleh kebocoran kecil.

kekurangan

– tidak segera menutup apabila pressure operasi masih diatas setting pressure

– kurang flexible secara operasional, pressure operasi harus diatas pressure setting atau valve akan menutup.

Mungkin ada masukan lain dari rekan2 disini yang punya pengalaman terkait line break protection, mohon share dan masukannya.

Tanggapan 1 – Farid Prihatman

Dear Pak Sugi,

saya sarankan utk refer ke web valve vendor agar anda tidak terlalu teoritis, seperti Shafer, Rotork (aplikasi Gas over oil), flowserve, dsb.

Tanggapan 2 – DiAN Pe-A

Mas Sugi,

Saya juga sedang research untuk pipe leak detection.

saat ini, existing pipe leak detection adalah membandingkan flow in dan flow out. sistem pipe line merupakan gabungan antara pompa dan gravity. operasi speed pompa tidak steady. panjang pipa sekitar 118 km, pada ketinggian bervariasi dari 2800 – 3000 sekian – hampir 0 meter DPL. sistem instrumentasi hanya ada flow meter di ujung2 pipe line, dan pressure transmitter di ujung2 dan tengah pipe line. sistem deteksi ini kurang handal untuk mendeteksi bocor kecil, dan masih terjadi false alarm pada saat pompa beroperasi start-stop.

kami juga pernah memakai produk BR**S untuk deteksi pipe leak ini, dengan menambah 4 pressure transmitter di pipe line tersebut. akan tetapi produk ini belum berhasil untuk melakukan deteksi pipa bocor, walaupun sudah didevelop dan trial selama 1 tahun.

saya sedang melakukan penelitian (berdasarkan data2 saja, tanpa percobaan) mengenai hubungan rate of change pressure dengan kejadian pipa bocor. saya hanya meregresilinearkan nilai pressure. sampai saat ini belum ketemu formula yang pas.