Pada BFP yg menggunakan VS controller Pompa akan bekerja pada range operasinya ( Head dan Flow) sesuai dengan speed yang optimal sesuai karekteristik pompanya. Memang COntrollernya akan lebih complicated karena parameternya lebih banyak yang dicontrol namun hal itu tidak menjadi masalah di kendalikan sama DCS dan ini biasanya memang hanya dimiliki oleh PP yg cukup besar. (600 MW).

Tanya – bayuerlangga34

Dear all millist,

Saya masih baru di dunia power plan dan sekarang ini dalam tahap commissioning dan akan steam blow. Mohon Bantuan dan masukannya. kita mempunyai Boiler Feed Pump dengan Suction 80 mm, Discharge 70mm, Head 560m, flow 45m3/hr, rotasi yang dihasilkan 3000 rpm. dimana pada suctionnya mengandalkan gravitasi karena berasal dari dearator. permasalahannya pada saat di running ternyata pressure yang dihasilkan hanya 2 bar (boiler dengan tekanan operasi 52 bar) sehingga BFP tidak berhasil menyuplai ke boiler. Apakah yang menyebabkan BFP ini tidak bisa bekerja dengan pressure sesuai dengan spesifikasinya yaitu 55 bar?
sekali lagi saya mohon bantuan dan masukkannya.

Tanggapan 1 – Simeon S. Ginting

Pak Bayu,

Dari informasi yg Bapak berikan, saya berasumsi bahwa ini adalah pompa baru dan mungkin instalasi pipanya baru.

Karena sumber air dari deaerator saya berasumsi ini adalah positive suction sehingga kecil kemungkinan terjadi kavitasi.

Mungkin tahap awal periksa kembali installasinya apakah motor terbalik, dsb. Pernah terjadi juga ada sampah ketinggalan di dalam pipa. Logikanya, air tidak keluar karena ada yg menghambat. Apalagi kalau sebelumnya sudah dilakukan solo run test tanpa beban.

Tanggapan 2 – ady hawis

Mas Bayu,

Kami pernah mengalami kejadian yang mirip walaupun tidak persis sama, dimana pressure supply ke boiler mengalami penurunan sehingga secara control otomatis DCS membuat BFP yang standy menjadi running juga sehingga menjadikan BFP both duty, akibat pressure yang tidak mencukupi ke boiler. Setelah diinvestigasi ditemukan check valve or non return valve BFP yang standby mengalami masalah mechanism sehingga pressure water feed BFP yang running passing ke BFP yang standby. Untuk memastikannya coba liat kembali P&ID plantnya, apakah terdapat non return valve atau tidak.

Tanggapan 3 – patra putra

Kalo Specification Pompanya sudah sesuai belum Pak? Diameter impeler, BHP Pump dll.

biasanya sebelum dipasang di site, pompa dilakukan FAT terlebih dahulu… mungkin bisa disamakan data data waktu FAT (fabrication Acceptance test) dengan kondisi Commissioning.

bisa jadi spec motor tidak sesuai.
kalo Boleh tahu Untuk PLTU dimana ya pak.

Tanggapan 4 – Teguh.Waskito@ytljt

Pak Bayu

Kalau baca tulisan anda kayaknya pompa diruning pada saat awal pengisian boiler dan boiler belum firing atau dengan kata lain belum bertekanan,
Sy anggap tidak ada masalah dgn motor listrik dan benarkah pompanya bekerja dgn variable speed ? Jika ya tentu saja pompa tidak akan bekerja dgn tekanan maksimal 55 bar, sementara boilernya belum bertekanan… kalau dengan tekanan 2 bar saja flowrate nya sudah mencukupi.

Coba dilihat diagram karakteristik pompanya… pada tekanan 55 Bar dan rpm berapa didapatkan itu flownya brapa ? sesuai dgn flow yg diharapkan tidak? jika sesaui berarti tidak ada dengan masalah dgn pompanya,

Semoga membantu.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Mei 2011 ini dapat dilihat dalam file berikut: