Non-objection letter biasanya tidak secara eksplisit menuliskan ‘NON-OBJECTION’ tapi berisi informasi mengenai perusahaan anda yang tidak berkeberatan melepas status anda dari perusahaan mereka. Dan biasa juga menuliskan ‘TO WHOM IT MAY CONCERN’ untuk menggantikan kepada siapa ditujukan surat tersebut karena artinya kurang lebih ‘kepada yang berkepentingan’. Jadi anda bisa menggunakan surat itu untuk diberikan kepada pihak mana saja yang akan meng-hire anda. Formatnya biasanya sudah ada dari perusahaan itu sendiri dan mengikuti kaidah surat menyurat baku di negara tersebut.

Tanya – iwan saputra

Dear Millis Migas,

Saya mohon bantuan dari teman2 yang pernah kerja di Malaysia untuk menginformasikanbentuk dari ‘Non Objection Letter atau Release Letter’ dari perusahaan yang tidak memakai jasa pegawainya lagi tapi kontrak kerjanya masih berlaku.

Kebetulan saya sudah habis project di salah satu peroject di Malaysia dan kebetulan ada yang menawari untuk bergabung di salah satu Company lagi di Malaysia, dan sebenarnya saya sudah meminta kepada HRD perusahaan lama untuk mengeluarkan ‘Non Objection Letter’ tapi mereka memberikan To Whom It My Concern’
Makanya saya bingung macam mana bentuk dari ‘Non Objection Letter atau Release Letter’ tersebut..

Mohon pencerahaan dari kawan-kawan semua bila dirasa sifatnya pribadi mohon kiranya bisa di share via japri.

Terima kasih sebelumnya,

Tanggapan 1 – joko_sosiawan_trikukuh

Setau saya, To Whom It May Concern itu yg paling bagus pak, daripada HRD mengalamatkan ke orang/badan tertentu. No objection letter itu diperlukan oleh perusahaan baru untuk mengurus visa di imigrasi.

Tanggapan 2 – iwan saputra

Pak Joko, Terima kasih atas masukannya.

Jadi dengan kata lain To Whom It My Concern itu adalah No Objection Letter? Dan bisa digunakan untuk pengurusan working permit di perusahaan baru karena company saya yang baru mau memperbaharui working permit saya.

Terima kasih

Tanggapan 3 – joko_sosiawan_trikukuh

Maksudnya, to whom it may concern itu kan seperti dear sir/ madam atau dll, hanya untuk penujuan surat saja. Nah yg penting isinya pak, apakah sesuai dengan harapan bapak yaitu isinya menyatakan bahwa perusahaan lama ok dengan kepindahan bapak dan tidak ada hal2 yang pending.

Tanggapan 4 – iwan saputra

Oke Pak Joko ..terima kasih informasinya..

Tanggapan 5 – Dirman Artib

Pak Iwan,

Jika anda keluar dari perusahaan yg lama sebelum kontrak berakhir, atau masih ada sisa kontrak bbrp bulan, tetapi anda sudah di terminate karena project sudah selesai, seharusnya anda dulu meng’cancell’ visa kerja di Putera Jaya (jika di KL).

Proses meng’cancell’ pernah saya lakukan karena saya mendapat tawaran kerja di negeri lain di planet ini, padahal sisa kontrak saya masih ada 2 bulan lagi. Jika anda tidak meng’cancell’ visa kerja, maka perusahaan baru akan meminta ‘Release Letter’ tsb, karena izin kerja/visa kerja masih disponsori oleh perusahaan lama di negeri tsb. Prosedur ini hampir sama untuk bekerja di LN, kalau tidak maka implikasinya ya kena black list lah, atau ada impilkasi lain yg bikin susah kita sendiri.

Persyaratan meng’cancell’ yaitu anda minta ‘Attorney Letter’ untuk mewakili perusahaan meng’cancell’ visa anda sendiri di PJ. Kemudian anda diminta isi borang (form) untuk ditanda-tangani.

Saya waktu itu juga meng’cancell’ visa dependant untuk keluarga saya yg tergantung dari visa kerja saya, dan kemudian mengajukan visa student buat anak2 dan visa penjaga buat istri (guardian visa) yg disponsori oleh sekolah anak-anak.

Saya kira contoh ‘Release Letter’ banyak member milis yg punya.

Tanggapan 6 – iwan saputra

Makasih Pak Dirman atas informasinya.

Memang saya bingung bagaimana caranya itu dan tak mau bernasib buruk bilamana saya tidak mengurus itu. Tapi perusahaan saya yang baru meminta release letter saja. Dan setelah saya tunjukkin suratnya ternyata bukan yang dimaksud oleh perusahaan yang baru. Makanya saya perlu contoh model Release Letter nya.
makanya saya bingung dan ini baru pertama saya kerja di luar Indonesia.

Mohon pencerahaan lagi ..

Tanggapan 7 – Isya Muhajirin

Pak Iwan,

Non-objection letter yg saya tahu biasanya tidak secara eksplisit menuliskan ‘NON-OBJECTION’ tapi berisi informasi mengenai perusahaan bapak yg tidak berkeberatan melepas status bapak dari perusahaan mereka. Dan biasa juga menuliskan ‘TO WHOM IT MAY CONCERN’ untuk menggantikan kepada siapa ditujukan surat tersebut karena artinya kurang lebih ‘kepada yg berkepentingan’. Jadi bapak bisa menggunakan surat itu untuk diberikan kepada pihak mana saja yg akan meng-hire bapak.

Formatnya biasanya sudah ada dari perusahaan itu sendiri dan mengikuti kaidah surat menyurat baku di negara tersebut. Saya sendiri kurang paham bagaimana di Malaysia formatnya.

Tanggapan 8 – iwan saputra

Pak Isya,

Terima kasih masukannya.

Kalau memang seperti yang Bapak bicarakan saya sudah mendapatkan surat itu trus apakah perusahaan yang baru bisa menggunakan surat itu untuk pengurusan permit yang
baru bilamana sudah habis masa berlakunya?.
Apakah ada surat lain yang digunakan untuk pengurusan penggantian working permit yang habis masa berlakunya di perusahaan yang sebelumnya.

Mohon pencerahan lagi deh Pak..