Untuk procedure standard, untuk bekerja di confined space harus melalui confined space entry permit yang salah satunya adalah melalui AGT sehingga permit dapat di-issue. Gas test tidak hanya untuk mengukur flammable gas atau toxic tetapi juga mengukur kandungan oxygen juga. walaupun tank berisi fresh water tetapi hazard terjadinya deffisiency O2 mungkin juga ada. jadi hemat saya AGT seharusnya dilakukan sekaligus untuk menentukan hazard lain yang terdapat pada tank tsb.

Tanya – AGIS FIRDAUS, ST.

Selamat sore para senior migas. Ada hal yang ingin saya tanyakan terkait gas test. Tepatnya di crane barge tempat saya bernaung akan dilakukan pengurasan fresh water tank. Terkait dengan peraturan kerja di ruang tertutup,apakah harus dilakukan gas tes terlebih dahulu dengan tank tersebut? Sebagi informasi tank tersebut masih berisi fresh water sebanyak kurang lebih 80% volume.

Tanggapan 1 – edyson@patrateknik

Tetap aja dilakukan pak setelah airnya dikuras, meski berisi fresh water untuk lebih meyakinkan semua pekerja dan ikut peraturat yg ada

Tanggapan 2 – Rusmanto

Dear Pak Agis,

Mencoba menjawab sebatas yang saya tahu. Sepanjang saya ketahui selama kerja di project untuk confine space, peraturan safety selalu mensyaratkan untuk ada gas test terlebih dahulu, kemudian diharuskan untuk memasang fan untuk memasukkan udara luar ke dalam dan ada saluran untuk membuang udara dari dalam. Hal ini untuk menjamin pekerja didalam mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Kalau untuk pekerjaan didalam pit biasanya cuma dipasang blower yang mengalirkan udara dari atas ke dalam pit. Saya rasa hal ini juga applicable untuk kasus Pak Agis dimana sudah tentu tanki fresh water tersebut sudah lama tidak terekspose lingkungan luar.

Masih ingat saya baca berita minggu lalu ada 4 orang pekerja penggali sumur tewas karena kehabisan oksigen. Padahal sumur tersebut terekspose bagian atasnya.

Tanggapan 3 – Bagus Mulandono

Dear Pak Agis,

Sekedar menambahkan apa yang telah disampaikan oleh Pak Rusmanto, Gas check mutlak dilakukan mengingat kompartemen tersebut tertutup lama. Pada beberapa kasus, ada gas2 yang mudah terbakar seperti metana. Ini sangat berbahaya apalagi ketika kita akan melakukan aktivitas hotwork diatasnya.

Gas-gas yang perlu diwaspadai diantaranya, CO2, N2, metana, etc.

Tanggapan 4 – Sigit kumoro bekti

Pak Agis

Salam kenal,

Sepanjang pengetahuan saya untuk procedure standard, untuk bekerja di confined space harus melalui confined space entry permit yang salah satunya adalah melalui AGT sehingga permit dapat di-issue. Gas test tidak hanya untuk mengukur flammable gas atau toxic tetapi juga mengukur kandungan oxygen juga. walaupun tank berisi fresh water tetapi hazard terjadinya deffisiency O2 mungkin juga ada. jadi hemat saya AGT seharusnya dilakukan sekaligus untuk menentukan hazard lain yang terdapat pada tank tsb.

Tanggapan 5 – Hari Subono

Dear All,

Selama suatu ruangan ditetapkan sebagai confined space maka gas test harus dilakukan. Dan sekedar mengingatkan bukan hanya gas test saja yang harus dilakukan; pastikan keseluruhan prosedur bekerja dalam confined space dilakukan.

Di antaranya:

* Pembacaan gas test untuk oksigen arus di antara 19,5 – 23,5 %.

* LEL pada kadar di bawah 5% (tergantung kepada safety officer untuk menetapkan, namun biasanya pada maksimum 5%).

* H2S harus pada kadar aman; maksimum 25 ppm.

* CO harus pada kadar aman; maksimum 50 ppm.

Biasanya minimal 4 gas tersebut yang harus terukur, tetapi bila dianggap memiliki potensi lainnya seperti ammonia dan mercury maka gas tersebut harus juga diukur.

* Pastikan terdapat blower/suction sebagai sirkulasi udara.

* Gunakan penerangan low voltage; maksimum 50 volts.

* Entryman harus menggunakan full body harness dan life line untuk mempermudah evakuasi in case of accident.

* Harus terdapat manhole whatcher yang selalu berkomunikasi dengan entryman.

* Lakukan gas test secara berkala.

Pastikan pekerja memahami prosedur darurat seperti evakuasi dari dalam vessel. Sangat sering terjadi – dikarenakan ketidak-tahuan prosedur evakuasi in case of accident; si penolong juga ikut menjadi korban.

Jangan menganggap remeh pekerjaan, bagi supervisor saya sarankan apabila menjumpai pekerja yang over convidence – agar tidak menyertakan pekerja tersebut karena juga sering sekali kecelakaan terjadi kepada mereka yang over confidence/ menganggap remeh pekerjaan confined space.

Semoga bermanfaat,

Tanggapan 6 – Ayah Rafif-andi.priyono

Di beberapa company, disyaratkan confined space certificate untuk para pekerja yang akan melakukan pekerjaan di tempat tertutup, walaupun hanya sekedar melakukan inspeksi saja.

Tanggapan 7 – Wahyu setyawan

Pak Agis,

Berikut saya lampirkan artikel dari OHSA. Tentang pengetesan kandungan gas intinya adalah

‘Test the atmosphere in the following order: (1) for
oxygen, (2) for combustible gases, and then
(3) for toxic gases and vapors.’

dan juga artikel di surat kabar mengenai incident di confined space baru April kemarin.

semoga membantu.

Tanggapan 8 – Herlambang Deddy Sunyoto

Mas Agis,

sorry nih, kenapa ga ditanyakan saja ke teman-2 MTH atau safety TEPI? TEPI kan juga punya SOP dan juga yang lagi digalakkan di ’12 GOLDEN RULES’ yang salah satunya adalah confined space.

Coba cek di intranet TEPI mas, kalau lagi main ke Handil base, NPU, CPU, CPA, atau BSP. Complete dan memuaskan jawabannya.

BTW di Crane Barge apa ya sampean bernaung? Salam kenal dari Bekapai Offshore.

Tanggapan 9 – Agis Firdaus

Salam kenal pak herlambang dan terima kasih atas masukanya. sebelumnya tentu saja saya sudah berdiskusi dengan teman2 safety yang saya kenal dan beliau juga sudah memberi advice yang kurang lebih hampir sama dengan jawaban2 yang diberikan rekan milis migas. Dan bukan berarti saya tidak menghormati advice dari teman safety tadi. Namun dengan saya mencoba berdiskusi di milis migas ini saya ingin memperoleh khasanah wawasan yang luas terkait pekerjaan confined space. Sekali lagi terima kasih telah diingatkan.

Sebelum saya ingin melanjutkan diskusi,perkenankan saya meralat beberapa hal: pertama saya ingin berdiskusi di milis ini atas nama pribadi. Kedua ada kesalahan tulis bahwasanya pertanyaan yang saya ajukan adalah studi kasus dan tidak akan dilakukan pekerjaan pengurasan di crane barge (sebelumnya saya menulis akan dilakukan pengurasan bla bla bla di crane barge).

Rekan senior migas,selanjutnya bagaimana kalau dalam suatu kasus di luar dunia kerja yang melibatkan confined space itu dilakukan. Ambil contoh tetangga saya di kampung ingin melakukan pembersihan di sumur rumahnya yang airnya tinggal sedikit, nah padahal sumur tersebut kalau dianalogikan hampir sama dengan fresh water tank,namun perbedaanya sumur permukaanya terekspos dengan udara luar. Dalam studi kasus ini apakah ada potensi hazardous gas di dalam sumur tersebut? yang kedua bagaimana mengetahui apakah sumur tersebut aman dimasuki dengan cara ‘tradisional’?karena jelas mereka tidak mengenal gas tes dan breathing apparatus.

terima kasih.

Tanggapan 10 – Herlambang D Sunyoto

Santai aja Mas Agis, itulah gunanya forum ini. Untuk diskusi, sekali lagi, sebagai seorang CB supervisor (TEPI area) sepertinya sudah seharusnya mempunyai otorisasi membuat permit. Kalau tidak salah trainingnya adalah CSAT di TEPI (ini mandatory bagi seorang supervisor) karena wajib sebagai performing authority. Selain itu juga didalam training tersebut juga dibahas mengenai praktek sehari-hari di lingkungan rumah (common practice).

Seingat saya (mohon koreksi rekan MIGAS) caranya adalah menggunakan media ayam (binatang hidup) dimasukkan kedalam sumur, tapi cara ini tidak berperikehewanan. Kalau ayam/binatang tsb mati, maka sumur/kubangan/septic tank jangan dimasuki.

Cara kedua adalah dengan api/lilin, kalau diturunkan ke dalam sumur/kubangan/tangki timbun/septic tank atau confine space yang lain, kemudian mati maka kembali, prohibited to enter. Tapi hati-2 karena sepertinya kadar oksigen untuk mematikan api itu lebih sedikit prosentasenya dibanding manusia pingsan. Jadi apabila ternyata api itu tidak mati, lalu manusia memasuki confine space bisa jadi manusia akan lemas & bisa colapse. Tolong rekan-2 MIGAS saya dibantu kadar prosentasenya oksigen agar api bisa mati, maklum saya sendiri lupa angkanya.

Oh ya untuk Mas Agis kalau belum training bisa mengajukan ke ENG/MTH Balikpapan, contact personya bisa ditanyakan ke hirarki sampean.

Thanks & mohon maaf bila salah.

Tanggapan 11 – Muhuila Habib

Pak Agis,

Ada cara traditional untuk mengetahui sumur itu aman atau tidak dimasukin orang, coba hidupkan lilin dalam ember dan masukkan kedalam sumur tersebut, kalau lilinnya mati berarti tidak aman kalau tetap hidup berarti aman untuk dikuras. Cara ini banyak dipakai orang kampung kalau mau menguras sumur, kalau yang gak ngerti tapi sok tau langsung masuk dan keluar dah jadi mayit.
Buktikan dan amalkan, selamat mencoba. Kalau kurang yaqin pakai safety equipments saja.

Tanggapan 12 – AGIS FIRDAUS, ST.

Pak Herlambang, pak Gede, dan para senior migas sekalian. Terima kiasih atas jawabanya yang memuaskan. Khususon pak Herlambang dan pak Gede, semoga saya bisa berkesempatan bertemu panjanengan untuk menimba ilmu.