Pada dasarnya ada dua jenis riser yang banyak dipakai di industri offshore laut dalam: flexible dan steel catenary riser (SCR). Jenis ke tiga sudah mulai lumayan dipakai juga tapi belum banyak, yakni hybrid riser tower. Beberapa variable yang perlu diperhatikan dalam menentukan jenis riser: 1. Kedalaman laut; 2. Environment; 3. Fluid characteristics.

Tanya – Makintha

Rekans,

Mohon pencerahan dan sharing-nya.

Apakah ada diantara rekan2 yang memiliki pengalaman untuk desain riser di laut dalam (>1000m) dengan harsh environment?Setahu saya untuk Chevron Gendalo dan Gehem akan memakai 2 floater dengan SCR untuk risernya. Mohon dishare kenapa pada akhirnya memilih konsep ini.

Apa saja keuntungan dan kelemahan dari jenis konfigurasi riser lainnya jika ditinjau dari integritas risernya, jumlah line-nya, jenis floater-nya, dll.

Terima kasih

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Makintha,

tentu saja setelah semua persaratan teknis accepted selanjutnya pertimbangan ekonomis. steel catenary riser in prinsip adalah opipa biasa sehingga costy buat catenary riser almost nothing ( say cost 1500 meter pipe 12 inch versus 1500 meter 12 inch coflex)

Flexible pipe barangkalai cost nya lebih dari USD 3 MM perlu waktu 1.5 tahun membuat nya sedangkan SCR cost almost nothing dan bisa dibiklin kapan saja providing kita punya pipe dg wt yang diharapkan.

yang agak lama tentunya engineering and number crunching dr SCR tesb.

Tanggapan 2 – hasanuddin_inspector

Apa kabar mas? Msh di Belanda kah?

Sori tidak bermaksud menjawab pertanyaan, hanya sedikit bertanya balik… Ini related to Gendalo Gehem kah? Kalo iya, saya kira environment di lokasi tsb terkategori benign instead of harsh. Dan kalo benign, feasible lah jika pake SCR.

Mungkin bisa ditanyakan ke temen2 di Intec (now WorleyParsons grup) yang mendisain spec material dan melakukan ECA untuk semua SCR-nya West Seno yang tetanggaan sama Gendalo Gehem. West Seno kalo gak salah inget ada 28 SCR dengan konfigurasi 4×7. Mas Satio Braskoro sepertinya ikut terlibat di design West Seno saat itu.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas atas pembahasan yang berlangsung pada bulan Juni 2011 ini dapat dilihat dalam file berikut: