Kalau shale yang berada di over pressured zone, itu dikenal sebagai undercompacted shale, disini overpressure terjadi karena rapid deposition dan sebelum semua air yang ada bersama-sama dg shale tersebut sempat ‘terperas’ keluar, sudah diikuti oleh sedimentasi berikutnya, sehingga masa air dan shale tersebut sebetulnya ‘saling mengambang’. Proses penambahan tekanan karena pemerangkapan ini terjadinya dalam waktu yang relatif lebih singkat, sehingga minerl-mineral penyusun clay belum mengalami ubahan (barangkali alterasi juga belum). Ini terminologi geologi saja.
Kalau shale yang mengalami deformasi karena tectonic stress (ini perlu kita batasi dulu, faulting juga merupakan tectonic stress, tetapi metamorphism juga merupakan bagian dari tectonic stress yang berlangsung dalam jangka waktu yang jauh lebih lama), ini justru yang akan menimbulkan perubahan mineralogi dalam fase padat tanpa mengalami fase cair terlebih dahulu. Batuannya akan mengalami ubahan secara fisik yang dikenal sebagai batuan malihan (metamorphosed rocks).

Tanya – harryrw

Rekans,

Mungkin ada yang bisa memberikan pencerahan pada saya, tentang bagaimana cara membedakan suatu clay/shale zone yang overpressured dengan yang mengalami tectonic stresses. Apakah ada jenis2 clay mineral tertentu yang bisa dipakai sebagai penciri high pressure zone, atau sebaliknya bisa dipakai sebagai penciri dari tectonic stress. Secara teoritis saya rasa akan ada perbedaan pada claystone mineralogy dari overpressured zone dan tectonic stress zone, karena overpressure berlangsung lebih lama dari tectonic stress, sehingga overpressure akan memberi kesepatan pada mineral untuk berubah ke bentuk yang lebih stabil pada keadaan over pressured, sedangkan tectonic stress akan memberikan mechanical impact pada mineral.

Masalahnya saya bukan seorang pakar mineralogy sehingga pengetahuan saya mengenai hal ini sangat awam,…………… apakah ada kawan2 yang bisa memberi saya pencerahan?

Tanggapan – Bambang Satya Murti

Mas Harry,

Saya coba untuk meng-guide dari konsep dasarnya dulu ya.
Kalau shale yang berada di over pressured zone, itu dikenal sebagai undercompacted shale, disini overpressure terjadi karena rapid deposition dan sebelum semua air yang ada bersama-sama dg shale tersebut sempat ‘terperas’ keluar, sudah diikuti oleh sedimentasi berikutnya, sehingga masa air dan shale tersebut sebetulnya ‘saling mengambang’. Proses penambahan tekanan karena pemerangkapan ini terjadinya dalam waktu yang relatif lebih singkat, sehingga minerl-mineral penyusun clay belum mengalami ubahan (barangkali alterasi juga belum). Ini terminologi geologi saja.
Kalau shale yang mengalami deformasi karena tectonic stress (ini perlu kita batasi dulu, faulting juga merupakan tectonic stress, tetapi metamorphism juga merupakan bagian dari tectonic stress yang berlangsung dalam jangka waktu yang jauh lebih lama), ini justru yang akan menimbulkan perubahan mineralogi dalam fase padat tanpa mengalami fase cair terlebih dahulu. Batuannya akan mengalami ubahan secara fisik yang dikenal sebagai batuan malihan (metamorphosed rocks).

Lha shale yang sebelumnya merupakan mineral phyllo silicate akan menjadi mineral-mineral ubahan juga, tergantung kepada tingkat / kekuatan tectonic stressnya.
Mudah-mudahan bisa membantu.