Fiberglass pipe bisa jenis FRP (Fiberglass-Reinforced Plastic) atau RTP (Reinforced Thermoplastic Pipe). FRP merupakan sebuah bahan komposit (biasanya dari epoxy/polyester resin) yang dibentuk pipa. Spek standarnya sendiri ada di API Spec 15LR (Untuk Low Pressure) dan 15HR (Untuk High Pressure). Sedangkan RTP merupakan pipa plastik (Biasanya polietilen) yang dibalut dengan menggunakan Fiber.

Tanya – Agus Priya

Mohon pencerahan tentang fiberglass pipe, keunggulan dan kekurangan jika disbanding yang umum…

Aplikasi yang tepat dengan menggunakan fiberglass pipe?? Ketahanan korosi??? (semua informasi tentang fiberglass pipe????)
thks sebelumnya.

Tanggapan 1- rudi daulay

Saya akan menaggapi pertanyaan bapak dan saya bisa mengasi masukan untuk fiblerglass pipe sebaiknya menggunakan dari jenis composite material karena lebih bagus kuat dan tahan terhadap korosi memang composite material ini adalah konstruksi masa depan yang tepat guna bisa untuk pesawat, kapal, konstruksi bangunan gedung dan alat transportasi lannya dan sudah terbukti perusahan2 eropa sudah mulai banyak dalam penggunaan composite material dan juga berdasarkan pengalaman yang saya alami memang sangat tepat penggunaan material ini terima kasih semoga bermamfaat informasi yang saya berikan ini kalo mau menanyakan yang banyak hubungi saja saya.

Tanggapan 2 – Widyastho, Ovulandra Wisnu

Fiberglass pipe bisa jenis FRP (Fiberglass-Reinforced Plastic) ? atau RTP (Reinforced Thermoplastic Pipe) ?

FRP merupakan sebuah bahan komposit (biasanya dari epoxy/polyester resin) yang dibentuk pipa. Spek standarnya sendiri ada di API Spec 15LR (Untuk Low Pressure) dan 15HR (Untuk High Pressure). Sedangkan RTP merupakan pipa plastik (Biasanya polietilen) yang dibalut dengan menggunakan Fiber. Speknya kalo nggak salah ada di API RP 15S.

Dari pengalaman kami :

Kelebihan FRP dibanding CS Pipe :

> Lebih tahan terhadap korosi, akibatnya lifetime pipa lebih lama dan tidak perlu corrosion inhibitor, cathodic protection, dll

> Surface Roughnessnya lebih bagus, friksi lebih kecil, akibatnya Pressure drop bisa lebih kecil, kapasitas bisa bertambah, minimali

> Pemasangannya lebih cepat daripada CS, terutama untuk pipa jarak panjang

> Customizeable antara High Pressure (Sampai dengan 4000 psi) dan Low pressure, jadi kita bisa pilih yang sesuai kebutuhan

> Customizeable dalam pemasangan,bisa mechanical joint (pakai thread, flange) atau adhesive (pakai lock, taper)

> Operasional costnya lebih rendah, terutama untuk fluida korosif

Kekurangan FRP dibanding CS Pipe :

> Beberapa jenis FRP tidak tahan terhadap UV, well….yah nggak semua sih….

> Coating FRP lama-lama jadi putih kalo sering kena panas

> Pemasangan kudu pakai alat khusus/lem (untuk yang adhesive) dan orang yang masang kudu terlatih

> Kalau tertimpa benda berat cenderung fatique, malah bisa bocor

> Kalau bocor lebih susah nambalnya

> Lebih mahal untuk biaya investasinya

> Ada expiry date-nya

> Kurang tahan vibrasi

> Tebel

> Temperature Ratingnya terbatas

Pemakaian yang layak untuk FRP :

> Berdasarkan Fluidnya : Brine Line, Disposal line, Fluida korosif,

> Berdasarkan Lingkungan pipanya : Pemasangan pipa di kondisi lingkungan yang korosif (misalkan diatas brine pit, di laut, road crossing, dll)

Awas hati-hati, pemasangan yang melewati perkampungan penduduk sedianya jangan FRP, atau setidaknya pakai FRP yang high pressure lah…

Kalau RTP :

Kelebihannya :

> Lebih mudah (dan cepat) lagi dipasang daripada FRP, karena berupa gulungan, tinggal digelar…beres

> Bisa sampai 600-1000 an psi

> Tidak korosif

> Cenderung safe terhadap UV

Kekurangannya :

> Size terbatas

> Hanya bisa pada suhu rendah

Semoga bisa sedikit membantu.

Tanggapan selengkapnya atas pembahasan ini dapat dilihat dalam file berikut: