Pada prinsipnya jika terlalu banyaknya impurities yang mengganggu kerja pompa, seperti sampah, dll alangkah baiknya raw water yang akan digunakan dilakukan pre-treatment terlebih dahulu untuk mengurangi kotoran2. Sehingga kualitas raw water yang akan dipompa cukup baik dan strainer bekerja sesuai dengan kondisi yang diinginkan sesuai spesifikasi dari strainer itu sendiri. Pre-treatment itu dapat bermacam-macam tergantung kebutuhan, mulai dari penerapan baffle bertingkat yang dapat menjebak kotoran, dsb.

Tanya – darmansyah@palyja

Dear Milister,

Saya minta pencerahannya untuk pemilihan stariner/filter di suction pipe untuk pompa raw water. Karena di Plant kami, stariner yang digunakan selalu jebol karena banyak sampah yang tersangkut di lubang strainer, sedangkan pompa selalu menghisap flow air, sehingga strainer jebol.

Untuk diketahui, cap pompa=1800m3/h, H=18m, dia suction=500mm.

Terima Kasih atas pencerahannya.

Tanggapan 1 – Andi Priyono

Pak Darmansyah,

Boleh dibuat lebih spesifik permasalahannya? Sampah yg tersangkut dlm bentuk apa? Lumpur, pasir, plastik, dll? Sumber air dari tangki, laut, sungai, danau, dll? Andaikata sampah yg tersangkut dlm bentuk & ukuran yg besar, alangkah lebih baik raw water tsb di-treat lbh dahulu. Misal jika sumber air dari sungai, maka dibuat water intake yg dilengkapi dg bar screen, moveable screen, atau dlm btk lain, utk memisahkan sampah2, binatang2 sungai, kayu, dll. Baru nanti air yg relatif bersih dipompa ke user. Dari sisi pompa sendiri, utk pompa dg kapasitas kecil, cukup dg memonitor tekanan di discharge pompa utk mengetahui apakah suction strainer dlm kondisi kotor atau tidak. Indikasinya yaitu jika tekanan mengalami penurunan yg signifikan.
Utk pompa dg kapasitas besar, biasanya dipasang pressure differential transmitter di suction strainer. Signal dr transimitter ini bisa dikirim ke ruang kontrol utk memberikan alarm jika suction strainer dlm kondisi kotor. Indikasinya yaitu jika pressure differential di suction strainer mengalami kenaikan. Atau bisa juga memasang pressure differential switch yg langsung dihubungkan dg motor pompa utk mematikan pompa jika pressure differential di suction strainer mencapai titik kritis utk pompa.

Tanggapan 2 – Irwan

Dear Pak Darmansyah,

Sekedar sharing saja. Pada prinsipnya jika terlalu banyaknya impurities yang mengganggu kerja pompa, seperti sampah, dll alangkah baiknya raw water yang akan digunakan dilakukan pre-treatment terlebih dahulu untuk mengurangi kotoran2. Sehingga kualitas raw water yang akan dipompa cukup baik dan strainer bekerja sesuai dengan kondisi yang diinginkan sesuai spesifikasi dari strainer itu sendiri. Pre-treatment itu dapat bermacam-macam tergantung kebutuhan, mulai dari penerapan baffle bertingkat yang dapat menjebak kotoran, dsb. Mungkin rekan2 yang berkecimpung di water treatment dapat membantu lebih detail.

Tanggapan 3 – Emil M

Pak Darmansyah,

Saya pikir cukup dengan maintenance yang baik saja pada strainer Bapak, secara rutin dibersihkan dalam rentang waktu tertentu karena walaupun Bapak nantinya menggunakan strainer yang bagus tetap saja akan jebol karena pompa akan terus mengisap air di suction head tanpa peduli dengan strainer tersumbat ato tidak(flow pada pompa konstan)… atau Bapak pasang suatu mekanisme bypass disana, tapi sebagai konsequensinya sampahnya masuk ke sistem Bapak sehingga bisa merusak pompa dan kemungkinan tersumbat pada valve-valvenya..

Jadi menurut saya maintenance yang baik merupakan cara yang terbaik untuk mencegah tersumbatnya strainer Bapak. Kalau Bapak menggunakan strainer dengan mesh yang besar akan berakibat fatal pada sistem water Pre-treatment Bapak karena terdapat lubang berukuran sekitar pada pipa low level kolam pretreatment (pada jenis pretreatment pulsator, kalau pipa low level ini tersumbat dari bagian dalam.. gmn mau membersihkannya..? cuma dibongkar saja itu pipa…. high cost bukan…. kalau tersumbat sama sludge masih bisa dibersihkan dengan air bertekanan tetapi kalau sama plastik, butuh tekanan yang sangat tinggi untuk melewatkannya di lubang 1′ atau lebih itu. so what gitu loh…

Tanggapan 4 – essam amar

Pak Darmansyah,

Saran dari Pak Emil benar, strainer pompa bapak harus rutin dibersihkan.
Saya punya pengalaman di Water Injection Plant, dengan suplay air dari air laut yang sampahnya juga banyak. Untuk mengurangi sampah masuk ke strainer pompa, saya buat kotak/kubus ukuran 1 meter x 1 meter, kemudian ditutup kasa nyamuk. Kotak tersebut dipasang di foot valve dari suction pompa tersebut. Dengan cara tersebut strainer tidak terlalu cepat kotor. Kotak tersebut harus dicek dan dibersihkan juga karena sampah akan tersaring dan menempel di kasa.
Semoga bisa bermanfaat.