Max Travel distance atau jarak maksimum untuk mencapai APAR kalo tidak salah 15 m. Peraturannya dapat dilihat di PERMENAKER 04/1980 sesuai klasifikasi kebakarannya. Peraturan Malaysia…?? Luas jangkauan, discharge time, pressure dan detil effective range dapat anda mintakan ke supplier APAR tersebut (contoh : Capacity. Approximately 10-20 seconds discharge time, â—¦ Range. 8-12 feet, â—¦ Pressure. 175-250 psi.utk jenis Dry Chemical). Hal ini juga akan spesifik bergantung pada berat kosong dan berat isi Portable extinguisher yg dipilih.
Jangan lupa fire warden yang terlatih akan bisa membuka dan mengoperasikan APAR dengan mudah, jangan sampai melukai diri sendiri seperti yang pernah ada sampai Fatality harus terjadi. Jika perlu adakan training penggunaannya.

Tanya – Jurie Sulistio Kumara

Dear rekan2 milist,

Persyaratan teknis utama Setiap APAR harus dipasang pada posisi yang mudah dilihat, dicapai, diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.

Mohon pencerahan hubungan berat APAR (CO2) terhadap luas jangkauan atau jarak maksimum untuk bangunan industri/umum/pabrik. Saya terbentur masalah pemasangan APAR.

Terima kasih,

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Dear Mas Jurie,

Max Travel distance atau jarak maksimum untuk mencapai APAR kalo tidak salah 15 m. Peraturannya dapat dilihat di PERMENAKER 04/1980 sesuai klasifikasi kebakarannya. Peraturan Malaysia…??

Luas jangkauan, discharge time, pressure dan detil effective range dapat anda mintakan ke supplier APAR tersebut (contoh : Capacity. Approximately 10-20 seconds discharge time, ◦ Range. 8-12 feet, ◦ Pressure. 175-250 psi.utk jenis Dry Chemical). Hal ini juga akan spesifik bergantung pada berat kosong dan berat isi Portable extinguisher yg dipilih.
Jangan lupa fire warden yang terlatih akan bisa membuka dan mengoperasikan APAR dengan mudah, jangan sampai melukai diri sendiri seperti yang pernah ada sampai Fatality harus terjadi. Jika perlu adakan training penggunaannya.
Selanjutnya program pemeliharaan dan pengujian secara berkala terhadap APAR anda juga harus dibuat (per bulan kalo tidak salah), agar yakin jika saat diperlukan tidak ada masalah yang terjadi.

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Alvin,

Penyediaan APAR apakah preventive action atau termasuk corrective action …nah loe ha 🙂

Tanggapan 3 – Alvin Alfiyansyah

Dear Pak Dirman,

Waaakss, model pertanyaan Pak Guru pada Muridnya nich …

Sebenarnya dari introduction di NFPA 10 sudah jelas kok. Yach, disitu penyediaan APAR ini adalah preventif action dan korektif actionnya juga sudah dijelaskan di Bab selanjutnya dalam NFPA 10 tsb, (termasuk inspeksi, recharging, testing, dll.). Bukankah juga adanya APAR ini dapat meningkatkan resiko juga kalo saja korektif action dan preventif action lanjutannya tidak diusahakan untuk dikerjakan ? Please CMIIW.

Tanggapan selengkapnya dari pembahasan ini dapat dilihat dalam file berikut: