Ada dua cara untuk mengetahui apakah perpipaan pada suatu fasilitas perlu dilakukan seismic dan wind analysis atau tidak: a. Jika Piping flexibility Analysis specification menyatakan perlu, maka otomatis analisis perlu dilakukan. Berapa parameter yang dibutuhkan biasanya disebutkna di specifcation atau bapak cari di site and environmental condition secification. Untuk wind analysis, jika lokasinya di tempat tinggi, atau di tower, meskipun wind loadnya ‘kecil’ (relatif) sebaikna dilakukan wind analysis; b. Berdasarkan histori dari fasilitas dan criticality-nya. misal dulu2 gak pernah ada kejadian gempa disitu, dan fasilitas ‘kebetulan’ tidak didesain menahan gempa, tiba2 muncul gempa di tempat itu, dan mengingat criticalitynya maka sistem pepipaan yang baru di tempat itu disarankan untuk dilakukan seismic analysis.

Tanya – ::Wawan:: wawan_andrean

Dear Rekans…

Permisi Pak Moderator…

Saya orang baru di Stress Analysist, dan ada beberapa pertanyaan mengenai dunia ‘piping flexibility’ yang saat ini lagi saya geluti.

1. Bagaimana menenetukan (judgement) bahwa sebuah sistem konfigurasi dari routing pipa harus mempertimbangkan seismic case and wind case, dan sebaliknya?

2. Apabila kita mau memasukkan semua data system kedalam AutoPIPE, untuk mendapatkan nilai Fluid Specific Gravity, density dari suatu zat kenapa dibagi 1000?

3. Seringkali dalam sebuah routing, yang agak susah adalah ketika load di nozzle equipment yang melebihi dari allowable. Dalam kasus ini, biasanya memakai nozzle neck dan kemudian nozzle softness untuk me-reduksi load atau moment di nozzle. Mohon pencerahan mengenai filosofi hal ini.

Demikkian, mohon pencerahannya dari rekan-rekan, karena saya masih anak kemaren sore di dunia fleksibilitas pipa.

Terimakasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Teddy

Pak Wawan,

Saya coba bantu menjawab pertanyaan bapak:

1. Ada dua cara untuk mengetahui apakah perpipaan pada suatu fasilitas perlu dilakukan seismic dan wind analysis atau tidak:

a. Jika Piping flexibility Analysis specification menyatakan perlu, maka otomatis analisis perlu dilakukan. Berapa parameter yang dibutuhkan biasanya disebutkna di specifcation atau bapak cari di site and environmental condition secification. Untuk wind analysis, jika lokasinya di tempat tinggi, atau di tower, meskipun wind loadnya ‘kecil’ (relatif) sebaikna dilakukan wind analysis.

b. Berdasarkan histori dari fasilitas dan criticality-nya. misal dulu2 gak pernah ada kejadian gempa disitu, dan fasilitas ‘kebetulan’ tidak didesain menahan gempa, tiba2 muncul gempa di tempat itu, dan mengingat criticalitynya maka sistem pepipaan yang baru di tempat itu disarankan untuk dilakukan seismic analysis.

2. coba buka-buka lagi buku mata pelajaran mekanika fluida atau fisika dasar. jawaban pertanyaan ini mudah sekali. dicari ya, kalau langsung dijawab ntar gak belajar namanya.

3. Jawaban dari konsep ini teletak dari pendekatan yang mau diambil. Kalau mau ambil pendekatan konservatif dan ‘ringkas’ maka nozzle dianggap fully rigid dan dimodelkan sebagai anchor. Fully rigid berarti gak ada flexibilitas sama sekali. Nilai reaksinya cenderung ‘over design’ tapi aman.

Tinggal fabricatornya aja mau gak desain vesselnya buat nahan beban itu, atau kalau vesselnya existing, melebihi allowable existingnya gak. Kalau melebihi, maka nozzle diberikan flexibiltas. Bagaimana caranya? minta si software untuk menhitung flexibiltas berdasarkan code yang applicable, WRC 107 misalnya. Karena ada flexibilitas, stress nya turun, bebannya cenderung ikut turun. Ini metoda yang lebih realistis.

Tanggapan 2 – yudi setiawan

Mas Wawan

Kalo kita mengacu pada ASME B31.3: 301.5, wind load dimasukkan dlm perhitungan utk design of exposed piping. Methode nya mengikuti ASCE 7:minimum design load for building and other structure.

Ada yg bisa menambahkan?