Untuk kebocoran pipeline adalah kasus per kasus. Untuk yang kasus mendeteksi shockwave karena ada bursting pada pipanya, ya mungkin hanya satu kali saja kita punya kesempatan untuk mendeteksi kebocoran tsb, kalau lewat, ya wassalam saja. Tapi apakah ini dapat diaplikasikan pada pipeline yang sangat panjang? Apakah gelombang kejut ini bukannya akan semakin teredam dengan semakin panjangnya medium perambatannya? Sehingga ketika sampai diujung pipa, si pressure transmitter-nya hanya mendeteksi energi yang kecil saja dari gelombang kejut, dan hal tsb bisa saja diartikan sebagai noise. Supaya lebih tegar (robust), mustinya memang metode PPA (pressure point analysis) ini tidak berdiri sendiri dan dikonfirmasi oleh perhitungan lain, seperti mass balance. Jadi penentu kebocoran tidak hanya berdasarkan variabel tekanan saja.

Tanya – Anpan

Saya mau tanya dimana saya bisa menghubungi Company yang berpengalaman untuk mendeteksi Pipa yang bocor di Onshore atau Offshore. Kalau boleh dengan alamat detailnya agar saya bisa langsung contact mereka.
Salam dan terima kasih,

Tanggapan 1 – Nugroho Wibisono

Pak Anpan,

Kalau dikumpeni kami ada perangkat lunak yg memang dipasang khusus untuk mendeteksi kebocoran pipa yg perhitungannya didasarkan pada prinsip mass balance dan pressure balance. Hasil kalkulasi perangkat lunak dan hasil pengukuran dilapangan dibandingkan, jika deviasinya terlalu besar, maka sudah patut untuk dicurigai. Keakurasiannya cukup tinggi dan juga sudah terbukti dilapangan. Jadi tidak perlu cari perusahaan yg khusus nyariin kebocorannya terletak dimana karena aktivitas pencarian ini saja sudah makan waktu, belum lagi penanganan kebocorannya, harus mobilisasi tim lain lagi yg sudah harus siap dengan diver, ROV-nya beserta peralatan yang sesuai dengan sebab kebocorannya (kalau yg terakhir ini bukan urusan saya, jadi saya ga terlalu ngerti juga sih hehe).

Mengomentari pak Roeddy, sepertinya tidak se-piece of cake itu di offshore.
Kalau pipeline anda ratusan kilometer disubsea, sepertinya tidak akan mudah juga nyari bocornya kalau pakai perahu ya. Pipeline sepanjang itu kalau lagi kempes2nya karena bocor juga tidak akan cepat pulih jumlah linepack-nya meskipun sudah digenjot produksi gas ratusan mmscfd. Beda urusannya kalau yg dibicarakan pak Roeddy itu ternyata untuk pipeline yg di intra field yg panjangnya mungkin hanya puluhan kilometer atau bahkan dibawah 10 km.

Mungkin itu dulu dari saya, silahkan dikoreksi kalau ada kesalahan.
Thanks.

Tanggapan 2 – roeddy setiawan

Dear Pak Anpan,

Wah wah serious banget ini info nya, anyway kalau di onshore yang buried ini repot sekali banyak issue.

a. gas yang bocor umumnya travel ke least resistant path, misalnya actual leak nya di Km 01, tapi bisa dia keluar di Km02. karena gas nya keluar menyusuri pipa dan kebetulan di km02 ada rekahan jadi dia keluar disitu padahal kan jauh dr tempat bocor, begitu digali ngak ketemu.

b. liability company ke lingkungan nya besar banget

Umumnya perusahaan gas di amrik secara periodik melakukan integrity test, berdasarkan data dari pipa tersebut (hasil overline survey, hasil IP, corrosion monitoring, kembang kempis nya pipa saat operasi) dr sini mereka akan membuat assesment apakah pipa di derating atau di keep seperti semula.

Balik ke pertayaan bapak, terus terang saya belum pernah tahu ada company yang husus nyarikan kebocoran buat kita. yang biasa kita lakukan dr saat design adalah memasang ‘mass meter’ di sender and receiver. lalu kita bikinkan base line yang acceptable, ini berdasarkan neraca massa yang transient, differences antara sending and receiving harus ada di range tertentu (kira kira cocok dg dv/dt dr teory). saya dengar sekarang OLGA punya software yang namanya predict tapi terus terang saya tidak tahu hasilnya.
tapi kalau memang ada dugaan kuat bocor, saya kira di kasih odorant saja terus anak buah anda di suruh survey overline pake chromathograph alami ini, at least ,mereka akan menemukan kira kira tempatnya. cara lain yang biasa dipakai adalah memakai tubing dan small manual drill, di bor sampai kedalaman timbunan pipa, terus dihisap dg vakuum pump dan di umpankan ke gas monitor atau HP cromatograph yang portable.
kalau di offshore piece of cake. dari map side scan survey, anda tinggal overline survey saja pakai perahu, nanti ketemu. sudah ketemu kira kira nya baru jump diver untuk memastikan, drop buoy. tinggal kasih ke construction buat pasang clamp. kalau ngak ketemu company yang nyariin kebocoran, anda bisa contact pt setiawan (he he joking) pak.

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: