WE/welding enginer disiapkan untuk berkualifikasi memahami bagaimana mendesain pengelasan secara , teknis, ekonomis, efektif dan efisien dengan tetap memenuhi spesifikasi dan standar yang di accu. waktu kursus 3-6 bulan. Sedangkan WI /welding inspector disiapkan berkualifikasi sebagi inspector las yang memahami cara memeriksa sesuatu pengelasan memenuhi spesifikasi dan standar yang diacu mulai Prosedur las yang akan dipakai, mengkualifikasi prosedur, verifikasi material, proses produksi las, pengujian hasil las dan dan juga pengujian jurulas serta sistim pelaporan. Kualifikasi WI berbasis USA / WI API cukup memahamidan sedikit hapal hal yang esential Stadar ASME untuk las presure part, API untuk las pipapenyalur dan tangki atmospire dan AWS las structur. Berbasis Eropa hasus memahami, tehnologi las, kualifikasi las dan penglaman. Pengujinya WI dari asing lulus berkualifikasi Intrnational, waktu yg dibutuhkan 2 s/d 6 hari. WI ala Indonesia semua dipelajari mulai dari metalurgi, lab mekanis, pengujian NDT, tehnologi las, Standar Las (ASME IX, API 1104, AWS D1.1) Standar pembuatan presure part dg las, piping, pipa penyalur, tangki atmospir(ASME V, VIII, ANSI B.31.1, 31,3, 31.4,31.8 API 650) dan Keselamatan Kerja praktek las.

Tanya – windy martdianzah

Mohon Info dari teman2 milis….apa keuntungannya kalo kita sudah mendapatkan sertifikat WE/WI dari B4T Bandung untuk freshgraduate seperti saya?

Apa akan lebih mudah untuk melamar ke oil&gas company?
Kebetulan saya mahasiswa teknik material sehingga sudah punya basic tentang welding.

Tanggapan 1 – qaqcptmeco

Dear Mas Windi

Keuntungannya anda nilai tambah bagi diri anda sendiri sehingga perusahaan akan lebih senang meng hire orang yang mempunyai keahlian di dalam bidang keahlian pengelasan. Apalagi back ground anda teknik material. Tinggal anda sendiri bisa mematching antara teori yang anda dapatkan dengan applikasi welding yang akan anda terapkan. Ada fenomena menarik kalau kita sudah terjun di welding application.

Mengenai gampang enggak anda mendapatkan suatu pekerjaan tergantung approch personil diri anda dengan perusahaan yang akan menghire anda.

Demikian sekilas info dari dunia pengelasan

Tanggapan 2 – novembri nov

Windy ..

Kalau kamu jurusan Teknik material berarti kamu sudah mempunyai background yang sangat cocok untuk ambil WI atau WE. Untuk fresh graduated cocoknynya ambil WI dulu dari pada WE. Karena orang yang belum pengalaman kalau langsung ambil WE pasti kebingungan dalam menggunakan ilmunaya.Di WI kamu akan belajar banyak ttg pengelasan dan standard code yang dipakai dalam dunia fabrikasi dan konstruksi.

Ambil WE lebih kepada designer dan mbahnya pengelasan. Membuat wps, mendesign joint last, filler metal yang cocok dll.

Kebanyakan sekarang karena kurang informasi orang teknik material larinya ke pengecoran, heat treatment, corosi, dll. Yang masuk ke oil and gas malah sedikit. Jadi pilihan kamu melirik ke WI atau WE sangat bagus kita harapkan nantinya banyak orang Indonesia yang menjadi tenaga ahli welding yang certified dengan kiprah internationalnya di luar negri.

Tanggapan 3 – arnold harahap

Hallo mas windy,

Memang ada keragu-raguan pada tahap awal ketika ingin terjun pada dunia pengelasan.
Pada awalnya saya kira pengelasan hanya begitu-begitu saja, tapi setelah tahu pengelasan tidak hanya masalah fusi atau tidaknya material yang dilas melainkan masih banyak aspek lain yang harus kita perhatikan untuk menghasilkan high quality product.
Saya punya misi tersendiri dalam pekerjaan,karena bekerja bukan hanya masalah mencari uang, melainkan mencari kepuasan dalam mengaplikasikan ilmu dan keahlian sehingga kita selaku personil-personil yang bekerja dalam dunia las mendapat pengakuan yang layak dari khalayak.
Dengan semakin banyaknya personil yang berkualitas dan profesional dalam bidangnya, saya percaya bahwa kita bisa membangun negara ini menjadi negara yang menjunjung Specification, Procedure and Standard.

Selamat bergabung, dimanapun nanti anda ditempatkan berusahalah untuk mencapai kualitas tertinggi sehingga secara personal anda dimotivasi untuk menjadi manusia pembelajar.Tetap semangat dan jangan ragu-ragu.

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Wah….wah….saya ini nasib nya kebalikan Mas Windi.

Kerja hampir 12 tahun baru sekarang bisa ikut pendidikan WI, itupun belum ujian, jadi ya belum lulus, gitu.Kemarin tukang uji kompetensi nya datang ke Indonesia dari German, tapi ya angkatan saya belum menyelesaikan kredit nya, jadi terpaksa ujian tahun depan.

Jadi saya lebih susah nyari tempat kursus nya,karena waktu dulu selain di B4T nggak ada, itupun harus berhenti dulu kerja selama 3 bulan ya emoh aku.

Sekarang udah ada yang deket-deket kantor, tapi karena kelas malam yang Cuma belajar Senin, Selasa Rabu, ya jadinya harus makan waktu 6 bulan, maklum standard IIW khan bilang harus …..400 an hours (persisnya berapa, saya lupa).

Nah zaman sekarang sih sebenarnya juga masih susah kalau untuk tempat pendidikannya yang mencakup fundamental teori bagi yang bekerja siang hari. Kalau tukang uji kompetensi sih ada bisa beberapa spt. TWI, AWS, SLV. Walaupun sebagian dari mereka akan memberi materi intensif dalam waktu 3-4 hari. Bagi yang telah cukup belajar dari pengalaman dan otodidak sih nggakmasalah, tapi yang benar-benar mulai dari 0 (nol)………agak susah.

Pengalaman saya sendiri adalah bahwa saya harus menguasai hampir 82 an standard/code yang aliran BS, EN, ISO. Saya pikir lebih kurang sama bagi yang beraliran Amerika e.g. ASME, API, ASTM.

Nah, gimana bisa hanya belajar 3-4 hari ?

Tanggapan 5 – naila mubarok

Mas Windi

Sebagai tambanhan info WE/welding enginer disiapkan untuk berkualifikasi memahami bagaimana mendesain pengelasan secara , teknis, ekonomis, efektif dan efisien dengan tetap memenuhi spesifikasi dan standar yg di accu. waktu kursus 3-6 bulan. kalau tidak salah ygmengadakan di B4T Bandung.

Sedangkan WI /welding inspector disiapkan berkualifikasi sebagi inspector las yg memahami cara memeriksa sesuatu pengelasan memenuhi spesifikasi dan standar yang diacu mulai Prosedur las yang akan dipakai, mengkualifikasi prosedur, verifikasi material, proses produksi las, pengujian hasil las dan dan juga pengujian jurulas serta sistim pelaporan.
Kkualifikasi WI berbasis USA / WI API cukup memahamidan sedikit hapal hal yg esential Stadar ASME untuk las presure part, API untuk las pipapenyalur dan tangki atmospire dan AWS las structur. Berbasis Eropa hasus memahami, tehnologi las, kualifikasi las dan penglaman . Pengujinya WI dari asing lulus berkualifikasi Intrnational, waktu yg dibutuhkan 2 s/d 6 hari. biaya 1000 s/d 2000 US $ sertifikat berlaku kalau tidak salah 2 tahun dan diuji lagi.
WI ala Indonesia semua dipelajari mulai dari metalurgi, lab mekanis, pengujian NDT, tehnologi las, Standar Las (ASME IX, API 1104, AWS D1.1) Standar pembuatan presure part dg las, piping, pipa penyalur, tangki atmospir(ASME V, VIII, ANSI B.31.1, 31,3, 31.4,31.8 API 650) dan Keselamatan Kerja praktek las. Lama kursus B4T 2-3 bulan BKI 1 bulan sekarang sedang berjalan , UI Pasca Sarjana Material Sience/Ilmu material Salemba lama 1 bulan kalau tidak salah mulai bulan depan.
Biaya sekitar 900 s/d 2000 US$ umur sertifikat seumur hidup.

Kualifikasi las memang dibutuhkan teutama untuk proyek pembangunan instalasi migas.
Didunia permigasan sebenarnya banyak kualifikasi2 lain yg dibutuhkan eperti Inspektur corotion. Bejana Tekan Tangki timbun, pipa penyalur.
Yg belum ada tapi dibutuhkan seperti instrumentasi, inspektur unit instalasi/plan. dll
Mudah2 an KMI bisa menjembatani thd proses kualifikasi yang di butuhkan di kegiatan Migas baik HULU maupun HILIR.

Semoga info tambahan bermanfaat. Wass.