Saya bekerja pada perusahaan yang mempunyai scope Project Management/Contruction Management yang mewakili Owner. Ketika saya akan melakukan review terhadap Project Quality Plan salah satu Subcontractor dari Contractor kami, ada tulisan/alert seperti ini pada halam ke 2 dari PQP tsb: “This document and information contained therein is the property of Abcde (nama perusahaan). It must not be reproduced in whole or in part or otherwise disclosed without the prior consent in writing from the General Manager Abcde (nama perusahaan).” Padahal untuk melakukan pekerjaan, saya harus meng e-copy dulu ke komputer kerja saya dari folder DCC, karena sistem kami tidak memungkinkan saya meng-edit langsung di ruang virtual DCC tsb. Lalu nantinya jika saya sudah selesai mereview, maka saya akan beri e-stamp saya yang sudah teregistrasi, lalu buat copy untuk diletakkan dalam folder kerja Mr. Boss untuk dia verifikasi dan finalize serta nggak lupa dia akan bubuhkan e-signature teregistrasi pula di front cover dari PQP.

Tanya – Dirman Artib

Saya bekerja pada perusahaan yang mempunyai scope Project Management/Contruction Management yang mewakili Owner.

Ketika saya akan melakukan review terhadap Project Quality Plan salah satu Subcontractor dari Contractor kami, ada tulisan/alert seperti ini pada halam ke 2 dari PQP tsb:

This document and information contained therein is the property of Abcde (nama perusahaan). It must not be reproduced in whole or in part or otherwise disclosed without the prior consent in writing from the General Manager Abcde (nama perusahaan).

Padahal untuk melakukan pekerjaan, saya harus meng e-copy dulu ke komputer kerja saya dari folder DCC, karena sistem kami tidak memungkinkan saya meng-edit langsung di ruang virtual DCC tsb. Lalu nantinya jika saya sudah selesai mereview, maka saya akan beri e-stamp saya yang sudah teregistrasi, lalu buat copy untuk diletakkan dalam folder kerja Mr. Boss untuk dia verifikasi dan finalize serta nggak lupa dia akan bubuhkan e-signature teregistrasi pula di front cover dari PQP.

Nah berarti saya paling tidak telah melakukan pekerjaan ‘reproduced’ sebanyak 2 kali. Jika saya perlu ada supplemented comment, maka saya akan e-copy lagi untuk orang yang akan ikut melakukan review pada dokumen tersebut. Berarti bisa saja saya melakukan reproduced sebanyak 2 atau 3 atau lebih dokumen tersebut.

Apakah saya telah dikategorikan melanggar alert dari subcontractor tersebut? Atau telah melanggar hukum ?

Karena saya tidak melihat adanya izin tertulis dari mereka, dan juga memang mungkin tidak ada.
Saya consult ke contract juga tak saya temukan informasi apakah saya punya hak untuk meng-copy tanpa perlu izin terlebih dahulu karena nature of work & my responsibilities.

Tanggapan 1 – Dony Wibowo

Uda Dirman,

Selama tidak ada tulisan :’Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal xx dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).’ Tidak ada masalah.

Tanggapan 2 – Dani Darwis

Saya tidak melihat adanya pelanggaran dalam emailnya Pak Dirman dibawah ini, alasanya sederhana yaitu adanya hubungan kerja resmi antara Contractor dan Subcontractor yang sudah di atur dalam sebuah CONTRACT, biasanya dalam CONTRACT itu ada yg namanya proses REVIEW dan APPROVAL document dari Subcontractor, nah proses inilah yg mengalahkan tulisan / alert dalam dokumen PQP yang anda maksud. Bagaimana anda akan melakukan review apabila system di tempat anda kerja menghalangi proses review itu sendiri semata-mata karena adanya ALERT tersebut, tentunya dalam hal ini contractor yg punya kendali bagaimana proses REVIEW itu berlangsung untuk memenuhi persyaratan CONTRACT karena tujuan akhir dari subcontractror adalah memperoleh Approval melalui REVIEW tadi, of course after incorporating your comments if any.

Tanggapan 3 – agus.suryantoro

Mungkin kopi mengkopi itu ditujukan kepada subcont yang satu level dgn perushaan dia. intinya jangan bikin laporan yg sama dgn laporan dia kepada owner diatasnya. kalau posisi bapak saya kira memang memerlukan tugas mengkopi, lha subcont cuma memberikan 1 bendel laporan dan softcopy saja.

Tanggapan 4 – cak.topan@batam

pak Dirman;

sependek pengetahuan saya (karena bukan ahli hukum), ini berlaku jika dokumen tersebut diturunkan pada pihak ketiga.

dokumen tersebut kan ditujukan pada perusahaan bapak. bapak boleh mereproduksi sebanyak apa pun dalam perusahaan bapak.

misalnya, anda (bertindak atas nama pribadi/perusahaan tapi tidak mewakili pemilik dokumen) kemudian memberikan pada vendor, subkon ato perusahaan lain, maka IYA, anda harus minta ijin tertulis.

pada prakteknya, saya sering melanggar. 😀

karena menurut bos saya, harusnya ada semacam ‘property release’ dari pemilik dokumen jika dokumen tsb akan ditransmit pada pihak lain.

sejauh ini saya tidak tau implikasi hukumnya.

Tanggapan 5 – Andyuli

Saya setuju dengan pendapat Pak Dany yang mengatakan bahwa legalitas contract/PO telah mengalahkan alert yg ada di PQP tsb, sehingga secara hukum Pak Dirman tidak bisa dikategorikan telah melanggar hukum. Dalam proses tender, seharusnya si contractor juga sudah aware bahwa dokumen apapun yang akan disubmit nantinya akan mengalami proses review and approval sehingga bila dia merasa keberatan dengan alasan copy right maka dia harus melalukan proses klarifikasi di tendering stage untuk mendapatkan sebuah acceptance.