Ada beberapa alasan kenapa menggunakan expansion joint : 1. Space yang tidak tersedia untuk membuat expansion loop, 2. Allowable load nozzle equipment yg sangat kecil, sehingga sangat sulit untuk memenuhi kondisi load tersebut. contohnya adalah pipa exhaust dari steam turbine, 3. Kebutuhan proses, dimana dibutuhkan flow fluida yang smooth, contohnya adalah catalytic cracking riser, 4. High temperature, big size, low pressure piping yg memerlukan expansion loop yg terlalu besar. contohny adalah flue gas line dari heater atau catalytic cracking unit.

Tanya – mochamad.kadafi

Dear rekan2 milis,

Saya ada beberapa pertanyaan tentang expansion joint.

1) Apakah penggunaan expansion joint dianjurkan di pipa oil & gas? Dalam kondisi apa penggunaan expansion joint dianjurkan?

2) Untuk stress analysis di Caesar II.5.10, bagaimana cara input data untuk expansion joint? misal ada data expansion joint sbb :

1.Type = Tied Metal Expansion Below

2.ID = 273 mm

3.Axial spring rate = 402 N/mm

4.Lateral spring rate = 1401 N/mm

5.Bending spring rate = 75 N/mm

Mohon pencerahannnya.

Tanggapan 1 – Petrie – victoriusman27790

Saya coba jwb pertanyannya.

1. Exp joint boleh dipakai. Biasanya dipakai apabila pada analisa sistem perpipaan, trnyta overstress yg disebabkan oleh thermal displacement yg terlalu besar. Dalam Hal ini biasanya dicoba dahulu utk rerouting pipa Dan menambah support. Apabila masih tdk berhasil Dan space ruangan utk routing pipa terbatas, maka exp joint menjadi alternatif terakhir. Yg perlu diperhatikan jgn meletakkan exp joint pada area yg terjadi vibrasi.Krn exp joint tidak mampu menahan beban fatique

2. Menurut saya utk modeling ny, tidak sulit.silahkan lihat Caesar guide di menu help.semua cukup jelas d Sana.

Tanggapan 2 – AGIS FIRDAUS, ST.

Pak sepengatuhuan saya expantion joint bukanya justru untuk antisipasi pipa ketika mengalami vibarasi yang tinggi supaya tidak mengalami kerusakan? Mohon pencerahanya.

Tanggapan 3 – petrus lioe

Kalo mau dijabarkan, ada bbrp alasan kenapa menggunakan expansion joint :

1. Space yg tidak tersedia utk membuat expansion loop, ini seperti yg sudah saya jabarkan sebelumnya

2. Allowable load nozzle equipment yg sangat kecil, shg sangat sulit utk memenuhi kondisi load tersebut. contohnya adalah pipa exhaust dari steam turbine

3. Kebutuhan proses, dimana dibutuhkan flow fluida yang smooth, contohnya adalah catalytic cracking riser

4. High temperature, big size, low pressure piping yg memerlukan expansion loop yg terlalu besar. contohny adalah flue gas line dari heater atau catalytic cracking unit

Exp joint bisa mengisolasi vibrasi, tapi bukan itu tujuan sebenarnya dari expansion joint (bisa dilihat dari namanya).. Yang jadi masalah adalah expansion joint itu boleh dibilang bagian yg cukup lemah dalam sistem perpipaan. Karena expansion joint itu tidak menghasilkan suara, vibrasi, dll. Akibatnya kadang2 periodic maintenance mudah terlupakan oleh personil maintenance. Expansion joint juga mudah menjadi sumber kebocoran. Makanya walaupun di claim bisa utk mengisolasi vibrasi, sangat tidak reccomended utk dipakai di area yg mengalami vibrasi.Lagipula exp joint itu bisa menimbulkan banyak masalah, makanya kadang hanya menjadi the very last resource buat 4 poin di atas.

Kalau terjadi vibrasi dalam sistem perpipaan, jangan gunakan expansion joint. Lebih baik gunakan support2 pipa semacam hold down support dan snubber utk menahan vibrasi tersebut.

demikian..semoga membantu.